Senin, 31 Maret 2025

Sekah

Sekah dalam upacara Pitra Yadnya adalah perwujudan roh orang yang meninggal yang dibuat dari kayu cendana. Sekah digunakan dalam upacara Nyekah, yaitu sebuah ritual simbolis yang bertujuan untuk menghormati arwah leluhur yang telah meninggal dan membantu perjalanan rohnya menuju alam suci.

Upacara Nyekah merupakan salah satu rangkaian dalam Pitra Yadnya yang dilakukan setelah prosesi ngaben. Tujuan utama dari upacara ini adalah untuk memutuskan ikatan atma atau roh leluhur dari unsur Panca Maha Bhuta dan Panca Tan Matra agar dapat mencapai alam yang lebih tinggi dan memperoleh kebebasan spiritual.

Berikut adalah rangkaian upacara Nyekah:

  1. Ngulapin di Segara Ritual ini dilakukan di laut untuk memohon izin kepada Ida Bethara Baruna, sebagai penguasa laut, agar roh leluhur mendapatkan restu dalam perjalanan spiritualnya.

  2. Ngajum Sekah Dalam tahap ini, dibuatlah simbol Panca Tan Matra dalam bentuk Puspa Lingga Sarira sebagai perwujudan suci dari roh yang akan disempurnakan.

  3. Ngaskara Sekah Puspa Lingga Sarira yang telah dibuat kemudian disucikan dengan air bersih dan suci, serta diperciki minyak wangi sebagai lambang pemurnian roh dari segala keterikatan duniawi.

  4. Narpana Sekah Dalam prosesi ini, sesajen yadnya dipersembahkan kepada atma yang telah disucikan sebagai bentuk penghormatan dan rasa bakti dari keturunannya.

  5. Ngeseng atau Mapralina Sekah Tahap ini merupakan prosesi pembakaran Puspa Lingga Sarira sebagai simbol pelepasan unsur Panca Tan Matra dari roh leluhur, sehingga ia dapat melanjutkan perjalanannya menuju alam suci.

  6. Nganyut Sekah Setelah pembakaran selesai, sisa-sisa ritual kemudian dihanyutkan ke sungai suci yang bermuara ke laut sebagai wujud pelepasan terakhir agar roh dapat menyatu dengan alam semesta.

Upacara Nyekah memiliki makna spiritual yang mendalam dalam tradisi Hindu Bali. Melalui ritual ini, keluarga yang ditinggalkan memberikan penghormatan terakhir kepada leluhur, sekaligus mendoakan agar roh mereka mencapai kebebasan dan kedamaian di alam selanjutnya. Dengan melaksanakan Nyekah, umat Hindu di Bali meyakini bahwa mereka telah melaksanakan kewajiban suci dalam menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan alam roh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar