Minggu, 26 Januari 2025

Puisi Sang Pelopor

Puisi sang pelopor di Pundukdawa:
"Aku Tidak Perlu Diakui Tapi Kenanglah"

Oleh : I Gede Sugata Yadnya Manuaba, S.S., M.Pd


Aku Tidak Perlu Diakui Tapi Kenanglah

Aku berdiri di antara hembusan angin
Tanpa pamrih, tanpa riuh pujian
Langkahku bukan untuk sorak atau tepuk tangan
Aku hanya ingin jejakku meninggalkan makna di Pundukdawa. 

Aku bukan langit yang menunggu dipandang
Bukan purnama yang dirindu malam
Aku adalah hujan yang datang diam-diam
Menghidupi tanah, memberi kehidupan bagi pretisentana kawitan

Aku tidak perlu disebut dalam sejarah
Bukan nama yang jadi warisan paling indah
Tapi biarlah baktiku menjadi cahaya senyap
Yang menyentuh hati, meski tak terlihat nyata.

Aku tidak perlu gelar, tidak perlu mahkota
Tapi biarlah dunia tahu lewat karya
Aku ada untuk bumi, untuk generasi 
Meninggalkan warisan, tanpa gengsi.

Kenanglah, aku memilih jalan ini
Menghidupkan nilai, menjaga harmoni
Meski tak disebut, aku tetap melangkah
Karena aku tahu, baktiku takkan sia-sia di Pundukdawa. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar