Selasa, 30 Januari 2024

JALUR SULINGGIH

Jalur Sulinggih Antara Nyambung Rah, Nyambung Griya dan Nglimbakan Griya

(Mari belajar mematuhi aturan
Agar tidak menjadi bagian perusak tatanan) 

OLEH: 
I Gede Sugata Yadnya Manuaba, S.S., M.Pd


[…] yadin pagata ni wangsanya ikang kapangguh, phalanya nana, witan ikang suka kagawe de mami makadi niyama warabrata […]

Jika putus keturunannya itu, segala pahala [tapanya] tidak didapat, awalnya kesenanganlah yang saya perbuat seperti Niyama Warabrata [band. Zoetmulder, 2005: 44].8

Seseorang dituntut agar memiliki keturunan sehingga pahala dari tapanya berhasil dinikmati. Jika tidak, konon orang itu tidak berhak menikmati hasilnya.

Setiap agama pasti memiliki orang suci sebagai penuntun dan pencerah dalam pendakian spiritual masing-masing umat. Tidak terkecuali umat Hindu, yang juga memiliki orang suci dan biasa disebut sebagai sulinggih. Seseorang yang menjadi sulinggih telah melewati proses dwijati atau diksa yakni lahir untuk kedua kalinya. Lahir pertama secara biologis, dan lahir kedua secara spiritual.

Meski semua orang berhak menjadi seorang sulinggih, namun ternyata itu tidak mudah seperti yang dibayangkan. Mereka yang ditempatkan mulia di antara umat itu, memiliki tanggung jawab berat sebagai orang suci. Banyak pantangan yang harus diikuti, serta harus menjauhkan diri dari ikatan, nafsu dan duniawi.

Untuk dapat didiksa menjadi seorang sulinggih, umat yang telah melalui proses tingkatan kawikon harus masuk ke dalam pasemetonan, maksimal selama tiga tahun. Hal ini dikecualikan untuk calon sulinggih yang nyambung rah (keturunan darah langsung) putra seorang sulinggih yang menggantikan tugas orang tuanya semasih beliau nyeneng. 

Nyambung Rah, ada nyambung rah masih utuh atau sekantun nyeneng, jika Nabe Lanang atau Nabe Istri masih ada, tetapi sudah ada pengganti karena merasa sudah tidak mampu melayani umat setiap hari. Ada juga disebut nyambung rah saat salah satu Nabe masih ada/nyeneng serta

Ada juga nyambung rah ketapak antuk daksina lingga sewaktu layon Sang Nabe masih di Bale Cemanggen, yang proses penapakannya di diambil alih atau dibantu oleh para sulinggih yang selevel dengan Nabenya. 

Istilah Nyambung Griya disebutkan ketika Nabe Lanang dan Istri dalam garis keturunan darah langsung sudah tidak ada lagi atau garis kasulinggihan pernah putung. Jadi nyambung griya itu melanjutkan keberlangsungan griya dengan nunas penabean yang baru terhadap sulinggih atau nabe yang masih nyeneng.

Sedangkan istilah nglimbakang atau ngembangan griya disebutkan bagi sulinggih yang baru dan menempati pasraman atau griya baru serta memilih nabe baru.

#Sulinggih adalah orang yang diberikan kedudukan mulia karena kesucian diri dan perilaku luhurnya.

Sulinggih merupakan orang suci yang kedudukannya dimuliakan oleh umat Hindu. Jika ditilik berdasarkan arti katanya, Su berarti baik, mulia atau utama. Sedangkan linggih berarti tempat atau kedudukan. Sehingga sulinggih bermakna mendapat kedudukan mulia di masyarakat.

Mereka dimuliakan karena telah melalui proses upacara diksa atau dwijati, yakni lahir sebanyak dua kali. Lahir pertama adalah lahir secara biologis dari rahim ibu. Sedangkan lahir kedua adalah lahir dari proses spiritual. Lahir kedua ini dianggap sebagai penyucian lahir bathin, agar sulinggih disebut sebagai orang suci.

Sulinggih sebenarnya seorang Brahmana (Salah satu golongan dari Catur Warna yang memiliki kecerdasan ilmu pengetahuan maupun pengetahuan Ketuhanan untuk mencerahkan spiritual umat Hindu). Nama sulinggih ada banyak. Seperti Ida Pedanda, Ida Pandita, Ida Dukuh, Ida Sri Mpu, Ida Rsi, Ida Bhagawan, dan sebagainya. Nama kesulinggihannya biasanya berkaitan dengan nama keluarga besar.

#Sulinggih memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang berat


Apabila seorang walaka (Manusia biasa) ingin meningkatkan diri menjadi sulinggih, harus menyadari betul tahap yang akan ditempuh dan kewajiban-kewajibannya setelah dikukuhkan menjadi seorang Brahmana. Hanya dengan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi pada dirinya, maka sulinggih bisa menjadi seorang Brahmana sejati.

Adapun beberapa kewajiban sulinggih, mengutip dari buku berjudul “Pedoman Calon Pandita dan Dharmaning Sulinggih (Wiku Sesana)” karya Gede Sara Sastra, yaitu:

Arcana: memuja Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa setiap hari, seperti Surya Sewana (Pemujaan setiap pagi saat matahari terbit)

Adhyaya: tekun belajar, mendalami Kitab Suci Weda, Tattwa, tutur-tutur dan sebagainya

Adhyapaka: mengajarkan tentang kesucian, kerohanian, keagamaan, kesusastraan, serta bimbingan rohani lainnya

Swadhyaya: rajin belajar sendiri mengulangi pelajaran-pelajaran terutama yang diberikan oleh Nabe-nya

Dhyana: merenungkan Brahman (Tuhan) dan hakikat yang dipuja.

Sulinggih memiliki beberapa tugas, di antaranya:

Surya Sewana, yaitu pemujaan kepada Sang Hyang Widhi setiap pagi (Saat matahari terbit)

Memimpin upacara Yadnya
Ngelokapalaraya, yakni membina dan menuntun umat di bidang agama dan spiritual

Melayani umat yang memerlukan tuntunan
Menerima punia dari umat

Memberi teladan dan contoh kepada umat.
#Sulinggih memiliki banyak pantangan. Mulai dari tidak boleh memamerkan kepandaian, mengadakan hubungan seks apabila bukan istrinya, hingga tidak boleh makan daging babi peliharaan

Sulinggih memiliki banyak pantangan atau larangan perilaku dalam kehidupan sehari-harinya. Yaitu:

Tidak membunuh
Tidak berdusta dan memfitnah
Tidak bertengkar
Tidak memamerkan kepandaian
Tidak mencuri atau memperkosa hak milik orang lain bila tidak mendapat persetujuann dari kedua belah pihak

Tidak berkata-kata yang tidak selayaknya, kotor, dan pedas hingga menyakiti telinga

Tidak boleh berkata-kata sambil memaki sumpah serapah

Tidak boleh berhasrat jahat pada orang lain

Tidak boleh mengadakan hubungan seks apabila bukan istrinya

Tidak boleh mengadakan pertemuan dengan istrinya pada hari-hari terlarang

Tidak boleh melakukan jual beli atau berdagang

Tidak boleh terlibat hutang piutang
Tidak boleh segala usaha mencari keuntungan

Tidak boleh mengambil hak milik orang lain dengan memaksa

Tidak boleh mementingkan diri sendiri
Tidak boleh marah atau bersifat pemarah
Tidak boleh ingkar dan mengabaikan kewajiban

Tidak berzina (Selingkuh)
Tidak boleh memerintahkan mencuri
Tidak bersahabat dengan pencuri, tidak memberikan tempat pada pencuri, termasuk tidak memberikan makan dan minum, memberi pertolongan dan tidak menerima hasil pencurian

Tidak boleh mengendarai sepeda motor atau mobil (Pegang setir sendiri)

Tidak boleh makan daging babi peliharaan (Celengwanwa)

Tidak boleh makan ayam di desa (Ayamwanwa)
Tidak boleh makan daging binatang buas, binatang berkuku satu, dan binatang berjari lima

Tidak boleh makan ikan yang terlalu besar dan ikan yang buas

Tidak boleh makan sisa-sisa makanan yang telah dimakan, makanan yang disentuh atau diletakkan di bawah benda-benda yang tidak suci

Tidak boleh minum minuman keras, semua jenis susu dari binatang buas, serta susu kental sisa sapi yang habis menyusui

Dilarang menempati tempat atau tanah terlarang

Tidak boleh mengadakan perjudian
Tidak boleh mengunjungi tempat perjudian, rumah tukang potong, tempat pelacuran, dan tempat sejenis.

Serta pantangan lainnya yang jauh dari kebenaran dan kesucian.



#Syarat-syarat menjadi sulinggih berdasarkan Ketetapan Sabha Parisadha Hindu Dharma Indonesia II Nomor V/Kep/PHDIP/68, dan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu ke-14 Tahun 1986/1987 Tentang Pedoman Pelaksanaan Diksa:


Seseorang yang ingin menjadi sulinggih harus melalui proses berguru (Aguron-guron) lebih dulu. Ia berguru pada seorang nabe (Guru) yang sudah berstatus sulinggih. Biasanya sulinggih yang dijadikan nabe adalah sulinggih senior, pengetahuan agama dan Ketuhanannya sudah dalam, paham Weda, serta teguh melaksanakan Dharma Sadhana (Jasa, amal, dan kebajikan).

Namun nabe juga tidak akan sembarangan dalam menerima murid, karena tanggung jawabnya juga berat. Dalam Ketetapan Sabha Parisadha Hindu Dharma Indonesia II Nomor V/Kep/PHDIP/68, dan Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu ke-14 Tahun 1986/1987 Tentang Pedoman Pelaksanaan Diksa, adapun syarat-syarat mediksa yang diputuskan oleh PHDI, sekaligus juga berdasarkan Lontar Siwa Sasana adalah umat Hindu yang telah memenuhi syarat-syarat seperti di bawah ini:

Laki-laki yang sudah menikah dan yang tidak menikah (Sukla Bramhacari)
Perempuan yang sudah menikah dan yang tidak menikah (Kanya)
Pasangan suami istri
Minimal usia 40 tahun
Paham dengan Bahasa Kawi, Sansekerta, Indonesia, memiliki pengetahuan umum, dan pendalaman intisari ajaran-ajaran agama
Sehat lahir bathin dan berbudi luhur
Berkelakuan baik, tidak tersangkut perkara pidana
Tidak terikat pekerjaan sebagai pegawai negeri maupun swasta, kecuali bertugas untuk hal keagamaan
Mendapat tanda kesediaan dari calon nabenya yang akan menyucikan.
Baca Juga: 12 Pepatah Bahasa Bali Tentang Kehidupan, Jangan Dilupakan Ya


*Tambahan :*

1. Calon Diksita Taat dan Bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa lan Kawitan, baik secara Dharma Agama dan Negara.

2. Tidak tersangkut Hutang - Piutang secara Formal, In Formal, Non Formal.

3. Tidak tersangkut Pidana baik secara Hukum Negara, Adat dan Agama.


#Dalam beberapa kasus ada juga sulinggih yang didiksa di usia muda

Meskipun dalam syarat-syarat tersebut menyebutkan minimal berusia 40 tahun, namun pada beberapa kasus ada juga sulinggih yang didiksa di usia muda.

Itu tergantung keberanian nabenya. Apabila nabe memandang bahwa itu sudah cukup, maka siswa akan dilahirkan melalui upacara diksa atau dwijati. Kalau belum, akan sampai lama. Di sini nabe yang punya kewenangan.

Menurutnya, dalam Kitab Manawa Dharmasastra, proses siswa berguru pada nabenya paling lama 10 tahun. Namun paling cepat ada yang setahun atau dua tahun. Di sini, faktor nabe juga sangat menentukan. Itu sebabnya peran dan tanggung jawab nabe juga sangatlah berat.

Nabe tidak mau menerima sembarang murid karena tanggung jawabnya berat. Apa yang menjadi kesalahan murid, kemudian berbagai hal yang berkaitan dengan tanggung jawabnya sebagai murid, nabe yang paling pertama bertanggung jawab bila murid melakukan kesalahan. Tanggung jawabnya adalah dengan membina atau mencabut kesulinggihannya. Itu nabe yang punya wewenang.

#Jika dirasa sudah cukup, maka sang guru akan mengajukan muridnya untuk dilakukan upacara diksa menjadi sulinggih, dengan persetujuan dari keluarganya

Setelah proses bergurunya dianggap layak menjadi sulinggih, maka calon diksa mengajukan permohonan untuk melakukan upacara diksa. Prosedur administrasi untuk melakukan diksa ini ditujukan kepada PHDI setempat. Selambatnya tiga bulan sebelum melakukan upacara diksa. Syarat yang perlu dilengkapi harus sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh PHDI.

Pertama harus ada persetujuan keluarga. Keluarga kecil dulu, setelah itu keluarga besar. Lalu syarat lainnya ada kelakuan baik, tidak pernah dihukum, tidak cacat. Tidak dalam status perkara atau masih ada status perkara. Paham tentang sastra, kitab suci dan teknologi. Wajib bisa baca tulis karena beliau nantinya harus nyastra.

Setelah mendaftar, calon sulinggih wajib memiliki tiga nabe. Yakni Nabe Napak, Nabe Waktra, dan Nabe Saksi. Nabe Napak sebagai nabe yang melahirkan, Nabe Waktra yang memberi wejangan, dan Nabe Saksi yang mengamati serta menyaksikan proses kelahiran siswanya menjadi seorang sulinggih.

Waktu mendaftar ke PHDI, calon diksa baru memiliki Nabe Napak saja. Setelah mengajukan permohonan ke PHDI, Nabe Napak selanjutnya menentukan dua nabe lainnya yang dikehendaki. Setelah permohonan diterima PHDI, kemudian PHDI yang koordinasi ke panitia untuk melaksanakan diksa pariksa. Semacam uji lisan baik dari sisi integritas, komitmen, kesungguhan, kesucian, perilaku, psikologi, semuanya dites.

Dari proses diksa pariksa dan jawaban yang diberikan oleh calon diksa, ketiga nabe kemudian rembug untuk memutuskan apakah calon diksa layak didiksa atau ditunda karena kemampuannya dipandang belum cukup. Jika nabe memutuskan calon diksa layak untuk dilakukan upacara diksa, maka selanjutnya proses madiksa bisa dilakukan pada hari baik yang telah ditentukan.

Jika misalnya calon diksa masih dinilai belum layak, maka untuk sementara ditunda sampai beliau bisa memenuhi syarat kembali. Berikutnya laksanakan lagi ulang diksa pariksa. Bila nabe berani memutuskan, maka hasilnya diumumkan kepada umat yang menyaksikan bahwa calon sulinggih sekarang ini bisa dilanjutkan untuk pelaksanaan upacara madiksa.


#Setelah didiksa, akan diberikan SK oleh PHDI. Namanya kemudian diganti (abhiseka) dengan nama kesulinggihan yang diberikan oleh sang nabe

Setelah lulus diksa pariksa, kemudian calon diksa menjalani upacara pada hari baik yang telah ditentukan. Secara umum, pelaksanaannya dimulai dari berkunjung ke rumah nabe (Mapinton) dengan membawa upakara-upakara sebagaimana mestinya. Dilanjutkan dengan pamitan pada keluarga, serta melakukan pembersihan diri.

Pada upacara puncak, calon diksa akan menjalani proses seda raga (Mati raga) yang berlangsung sehari sebelum upacara diksa. Pada dinihari setelah menjalani amati raga, calon diksa kemudian dimandikan dan diberikan pakaian serba putih. Selanjutnya melakukan pemujaan yang dipimpin oleh nabe.

Begitu upacara diksa selesai, barulah diberikan Surat Keputusan (SK) bahwa benar yang bersangkutan telah menjalani proses diksa atau dwijati dan namanya terdaftar di PHDI. Sejak saat didiksa, namanya sudah berubah dari nama walaka (Nama sewaktu menjadi manusia biasa) menjadi nama sulinggih yang diberikan oleh nabenya.

“SK ini dibacakan oleh PHDI sekaligus memberikan dharma wacana. Setelah dibacakan keputusan itu, ada tembusannya kepada PHDI Kabupaten/Kota, Bali, dan Pusat, Kanwil Agama, Gubernur Bali, dan Bupati/Walikota se-Bali. SK itu dikirim dan nanti tercatat di bagian Kesra Kabupaten/Kota dan ditembuskan ke Provinsi,” kata Sudiana.

#Sulinggih melakukan diksa wajib diketahui oleh PHDI. Jika tidak, maka prosesnya dianggap melalui jalur di luar formal

Secara formal, lembaga yang berwenang hanya PHDI. Bila ada lembaga lain yang melakukan, ya tidak formal itu. Proses diksa wajib melalui PHDI. 

#Jika melakukan pelanggaran hukum dan pantangan, sang nabe berwenang untuk mencabut status kesulinggihannya

Menjadi sulinggih sangatlah berat. Karena sulinggih dianggap mewakili Tuhan dalam wujud sebagai orang suci. Sulinggih sudah menjauhi ikatan, nafsu, dan duniawi. Apabila tidak memiliki jiwa seperti itu, mungkin akan sangat berat.

Bila ada kasus yang melibatkan sulinggih, itu sangat sensitif. Apalagi kasusnya berat, kita khawatir nanti masyarakat tidak respect kepada sulinggih. Beliau adalah rohaniawan yang sangat dihormati. Jika masyarakatnya cerdas, tentu bisa memilah, tidak menggeneralisir (Menggeneralisasi).


Dengan Iptek/logika hidup jadi mudah,  
Dengan Agama/dharmika hidup jadi terarah,  
Dengan Seni Budaya Spiritual/adhyatmika hidup jadi indah. 
Ketiga aktivitas ini selalu ada di Grya Agung Bangkasa,... Astungkara, Swaha

#tubaba@griyangbang//jalursulinggih//nyambungrah//nyambunggriya//menghindariwikupegatwangsa#

Minggu, 28 Januari 2024

Biru mewakili langit dan laut, dan dikaitkan dengan ruang terbuka, kebebasan, intuisi, imajinasi, luas, inspirasi, dan kepekaan. Biru juga mewakili makna kedalaman, kepercayaan, kesetiaan, ketulusan, kebijaksanaan, kepercayaan, stabilitas, iman, surga, dan kecerdasan

Sabtu, 27 Januari 2024

Putru Caru

Putru Caru 
Om Awighnamàstu Namàsidhem, 

Memohon Tirta Caru (gunakan gelas sukla) :
Mantra : 
Om gangga dwara parayageca, gangga sagara sanggama,
Sarwa angga ta bur labate, tribih sethanir wisesatam
Om papaham papa karmaham, papatma papa sambawah,
Trahinam pundari kaksah, sabahya byantara suci
Om sidi guru srong serapat, sarwa wigena, sarwa klesa,
Sarwa roga, sarwa satru, sarwa papa winasanam ya namah.

(Ambil tirta dari banten pesaksi di Surya, dan ketiskan ke banten caru)

Ngundang butha
Mantram :
Pekulun kaki batara kala, paduka batari durga, kaki batara ghana, sang Hyang panca muka, aja sira nyengkala karyanipun (si anu....), apan sampun angantukana caru baya kalan, amukti, sira sama sukasira ring sang adruwe caru, teka waras, teka waras, teka waras.

Nihan.....Ling Bhatara: 
Uduh tanayan mami Hyang Kāla, hana pasungi bapanta riko, yan hana wwang tan bhakti ring kawitanya, mwang tan bhakti ring dewa, yatika wang tadhahanta. Mwah yan hana wang tan manut ring ling ning aji, waneh wang tanpagama, anganggo salah ukur amuji kawanganya dawak, yeka wang wênang tadhahanta.

Wanéh yan hana wang salah ukur, salah krama, alpaka ring rama réna, ring sang prabhu, ring guru kunang, maka dirining sang pandhita, yeka wang tadhahanta. Kunang yan hana Pañca yadnya tan manut ring ling ning aji, wënang ika tadhahanta. Waneh yan hana graha salah ukur tekeng natar palëmahannya tan pasukat, ndan lawanganya tan pasukat, hanganggo taru rebah tan pantara, mwang taru tan mrangkung sarah, salwiring sinangguh cacad ari nging aji, yeka wang tadhahanta, sang wang kreti mangkana.

Mangke wënang kita waranugraha kang wang kabéh, tingkahing manut pakarangan, wehana galar galir ri wates palëmahan, asing wang langgyan ri warah, wënang kita nadah wang mangkana, ling Bhaþara Guru mangkana.

Wawang mojar Bhatari Umà:
Lahya kamung Hyang Kàla, mene bapanta aweh tadhahan riko, ri sedengning kreta treta nedha ninunta, ri dwapara lawan kali aweh tadhahan ri kamu, saka phala ta kawarana tadhahan denta jemah, mangkana ling Bhatari Umà.

Suka girang buddhi Sang Hyang Kàla, amanggih phala bhoga tambeyan.

Tucapa Bhatara Guru manih:
Menget ri wekasan, tan kayeng dangu dangu kamet ri ya nira, an mangke katekan krodha, angapa asamanapa Bhatari Umà, matëmahan Pañca Durga, melik pwa sira ri gatra nira, kaya kaya tan mangawasakenang bhuwana, lawan sarira, mene sinanggapa nira Bhatara Guru, matëmahan Kàla Ludra Mayà rupa, lumaku ta sira maka ring maka ring desantara, mamet unggwanira Srì Parwati Pañca Rupa, ri madyaning Pañcaka, Pañca Desa tunggwa nira Srì Durga purwa, Raji Durga Utara, Sukasmi Durga Pascima, Daridurga Daksina, Dewi Durga ana ring madya, malocitta pwa sira, pada hyuni kalima, arep anggawe tetumpur agung rumacanang wisyamandhi, jeg dhateng Bhatara Kàla Rudra manembah ta Srì Pañcadurga prasamasangga ta nira.

Irika Srì Bhatari Durga ngadakaken kalika kaliku, yaksa yaksi, dengen spah, kubandha.

Bhatari Rajidurga ngadakaken babahi, jukih, jin setan, bragala bragali, Bhayari Sukasmi Durga ngadakaken sampung, pamala pamali, karaseta.

Bhatari dewi Durgadari ngadakaken preta, sajer, Bhùta kapiragan.

Bhatari Madya Dewi Durga ngadakaken Pañca Bhùta, Bhùta Janggitan, Bhùta Langkir, Bhùta Lembu Kanya, Bhùta Taruna, Bhùta Tiga Sakti.

Mangkana lingnia, ikang semasana wënang ingaranan Pañcaka, apan unggwanira Bhatari Pañca Durga saha ardhanareswari mwang Bhatara Kàla Rudra. Lagi Mahà sireng Catuspata, masanggata mwah sira ngadakaken catur Bhùta, sang Dramba moha, Sang Kàla Ngadang, Sang Kàla Wingsa, Sang Kàla Katur. 

Lagi sira tumameng Salwa Agung, pinalih aranira, Bhatari Durga, maka ngaran Sang Kalika Mayà, Bhatara Kàla Rudra, maka ngaran Sang Juta Srana, masanggata sirengkana, mijil Sang Kàla Tiga, maka ring Sang Bhùta Raja, Sang Kàla Putih, Sang Kàla Bang, Sang Kàla Kuning, Sang Kàla Ireng, lawan Sang Bhùta Pung, Sang Bhùta Dadu, Sang Bhùta Kwanta, Sang Bhùta Ijo, waneh Sang Bhùta Tasuwat, Bhùta Walang Kerik, mwang Bhùta Sañcaya, akweh yan wuwusën.

Asuwiya ta angen angen Sang Hyang Tri Samayà, i lampahira Bhatara Guru, winastunggwanira matëmahan Kàla Rudra krura rupa, malo citta pwa sira, katiga, maka nimita somya rupa Bhatara Guru maluya jati Siwa, angringgit rakwa sira, waluya tinatah nira, mintonaken Mayà rupa Bhatara Guru, lawan detya kabéh, mwang Sang Hyang Kàla Nucara, ginerahita Mayà Bhatari, i telas mangkana, umahà Sang Hyang Tri Semaya mamet unggwanira Sang Susuhunan, amurungaken manadah manusa, kapanggih Sang Hyang Kàla Rudra aronrowan lawan Bhatari maswana ring buwat Salwa Agung mapanjang, Bhatara Kàla Rudra maka nama Sang Juti Srana, Bhatari Durga maka nama Sang Kalika Mayà, mangkana gopita Bhatara Bhatari.

Meruh Sang Hyang Tri Semaya, lumaris mares ri Bhatari pati, majaraken lampahira Sang Sasuhunan, kinon Srì Aji Galuh mangarpanaken saji nira, ikang caru Pañca Siya mwang rah dagingnia tasak mentah, jangan lawan asem, carbaka mwang mulaphala, pinuja de Sang Mahà Pandita, maka phala tan ruganing naga reng Galuh, tekapira Sang Kàla Rudra, sira nimitaning hana caru ring Yawa Dwipa, masinggih Srì Bhatari Pati, kadi ling Bhatara Tiga, kunang cihnaning Sang Ratu Subagyawirya, tan wilambi ta Umàdang pada sanaha, Bhagawan Siddha Yoga mangalyaning Pañca Siya nira, pinten lwirnia, sinasar ring lemah, ri arepaning Salwa Agung, ginaweyaken Panggung Sang Hyang Tri Semaya, kumenaken kelir ningawayang, Bhatara Ìswara udipan, rinaksa de Sang Hyang Brahma Wisnu, ginamelan dening kecapi, rinoruwad pamancang, mwang gulaganti, sinamening langon-langon winahyaken lampah Bhatara kalih, Sang Hyang Kàla Rudra lawan Bhatari Durga, sira puwekaning hana ringgit ring yama mandala, tinonton ring wang akweh.

Somya ta ambek Bhatara Guru mula tilalakon Sang Hyang Ìswara, kinon pwekang Bhùta kabéh mamukti caru, merang pwa sira Bhatara Bhatari, sampun tinagga Pañca siya Srì Bhatari pati, i rika wadwa cara nira kabéh, salwiring Bhùta Kàla dengen, mawaraguwaregan padha somya rupa, tan wanya mambek irupya, dinulur kasaktining japa mantra nira sang Rsi Siddhayoga, sinagara tang sarwa Bhùta, kinon mantuk ring sunyata, waluya Siwa Jati rupa, mintur Sang Hyang Kàla Rudra mwang dewi nira, keranging wadocara nira sadaya.

Mwah ana pamanggahan kidul wetaning nagara Galuh, sema kaliasem ngaranya, patamputing pamasaran sawaning wang mati saloring gunung, lawan wetaning gunung, ngirika ta unggwan Bhatari Durga lawan Sang Hyang Kàla Rudra kawapita de Sang Hyang Tri Semaya ri Srì Bhatari Pati, mwah sira mangutus ngarpanaken tadhah saji nira kayeng lagi, mwah rah daging sarwa mangsa, saha panggung ning ngawayang, mwang angringgit Sang Hyang Ìswara, tumuturaken lampah Bhaþara nguni, tan duwa somya wit ta Bhatara Kàla Rudra, malwi Siwa rupa, mintur swa sira umegil ring wadwa dusun dusun, tinuduh de Bhaþara Tri Semaya, magawe pwa sira methen, Bhatara Ìswara dadi Swari, Bhatara Brahma dadi Peret, Bhatara Wisnu dadi Tekes, tumandang angigelsira, angidung mbandagina, lagia tumuturaken lampah Bhatara Kàla Rudra, ndah suksma sira mantukeng Siwa Loka,walwi Bhatara Guru sira.

Ndah paramagarjit angen angen Sang Hyang Tri Semaya, maka phalang jerembana kriya nira, sira nimitaning hana wayang mwang menmen nguni katekeng mangke

Kunang Bhatari Pañca Durga, kari haneng Sema Kaliasem, sarwa daksa sira, keringin Bhùta Kàla kabéh, padha nara mangsa nitya Kàla sukan sukan, hametwaken Mahà Berawa, ndah henengaken ikang kata sekareng.

Tucapan Sang Hyang Kàla mabayangan lampahira kateka tekeng bhumi yawa nira, Mayà Mayà rupa nira, tan wareg ta sira Umàngan sarwa mambekan, sakweh sesining alas muwang wadwa dusun, pira kunang nwehing wang padha weruh i tekaning patinia, hanan pejahing rahina ana ring wengi, sapuluh pejah sapisan, satus eled kapisan, binuru de Sang Hyang Kàla, len wang mati tiba ring jurang, hana kalebu ri walahar, padha kasyasih manangis masambatan prasama astawa Sang Hyang Widhi, sigra tumurun Sang Hyang Tunggul, mabhawa manusa wredha stri lilu, angalangana Sang Hyang Kàla amangan wang.

Gumanti Sang Hyang Widhi marupa Suku Tunggul, amara walampah Sang Hyang Kàla, tan duwa krodha Sang Hyang Kàla, angalangi laku nira, ping pat ping lima katekan ping satus, sinikepi nenga Mayà nira Sang Hyang Tunggul, sadra umelek kukusi de sira Sang Hyang Kàla, umangan ikang sato suku Tunggul, mwah sinambut nira tekeng wang stri wredhah, ping sapta inele nira, umer juga sira ri arep Sang Hyang Kàla.

Kemengan manah Sang Hyang Kàla, manangis makidupu manembah ring jöng wang stri wreddah, aminta sanmata kaluputan lampahira, irika tumingal tekang wang kabéh, numudeg ala ayu manonton gati nira Sang Hyang Kàla, kadi wang siwosiwopa katonia, padha sahur manuk ikang wang kabéh, sinengguh iccha Sang Hyang Widdhi, padha nembah makidupu haminta jiwita, jeg datëng Bhaþara Guru mwang Bhatari Umà, ngaku waning wija nira Sang Hyang Kàla, ngampuni kang luputaning tanaya nira, ri jongira Sang Hyang Tunggul, ndan kapwa inuduhira para wang kabéh. Laki biha sulung sulung sumuyug datëng manembah, ri suku nira Bhatara tiga, ndan ling nira Bhatara Widdhi kabéh.

Lahyang kita wang kabéh, aywa kita nedha tan menget ri kami, kami mulaning sariranta, kami Sang Hyang Guru Reka, angreka sesining rat kabéh, kami sinangguh Bhatara Widdhi, dewa hyang kawitanta kabéh, kami manunggal ri Sang Hyang Siwa Umà Kàla, kami masarira Sang Hyang Brahma Wisnu Ìswara, menget kita kabéh.

Mangke wang kita samuha, magawe kita sanggar kawitan tiga srana, saduluk saduluk pawetuwanta kabéh, apan mabeda beda swakawitaning wang, pada mijiling Pañca Siwa, yang paramartha tekeng kami, kami utepeti stithi linaning wang, aywa kita korupamoh, ri tataning Pañca paramartha, maka nguni kita manembah saswiring mapindha sarwa sato, kami waranugraha, apan kami wang marupa sato, hengetakena aywa lupa.

Om jreng jreng sabuh angadeng nagilang akna sarwa
kalan ira sang linislisan
Om sabur sweta, sabur rakta, sabur pitha
sabur krsna, sabur manca warna sarwa karya prayascita
ya suci nirmala ya namo namah swaha

Prayascita Mantra : 
Om prayascita kare yegi
Catur warna wicintayet
Catur wawtranca puspadyam
Ang greng reng bya stawa samam

Om agni rahasia mukam mungguh bungkahing hati angeseng saluwiring dasa mala, teka geseng, geseng, geseng
Om prayascita subagiyamastu

Maka hetu bhaktinta ring kawitan, mwah yang kita tatan stithi bhakti ring kawitanta, Sang Hyang Kàla pinaka tadhaneng kita, ring tataning Pañca yadnya, ana weh prabedaning jagat, hirika kiwa sitwa, wang magawe ala ayuning jagat, mangke kinon kung lahya kena subha asubha phalaning Pañca yadnya kabéh, dewa Kàla anggon wani tyasa, kunang tekaning yuganing bhumi, Kaliyuga sariranta yan mangkana, wang kita magawe sanggar ring rat, sumurup ri manahing wang, kita pinaka lingganing catur yuga.

Kunang mangke ana wang pinakastrinta,wijanirayamaloka, makebu Bhatari sadhana, we kaliku buwana ngaran ika, yatika amet anta rowanganta dresti stri tilinaning jagat, ndan weruh swa kita amanggehaken swadharmaning jagat, aywa alangana kita, tasmat tan waluya dewa muwah, samangkana ling

Bhatari hyang Widdhi, manembah ta Hyang Kàla, mur data ri hyang tanpamengan.

Tumangga manah nira Sang Hyang Kàla, saha nembah amwit lumariseng yamaloka, angayap ri Sang Hyang Dharmaraja, padha prati patitambek, samabuhayah, suksma Bhatara Guru, mwang Bhatari Umà, nuladeng Mahàmeru sira. 

Mantra Pemali sebelum muktiang Caru :
Om indah ta kita butha jigra maya merupa manca warna kita ratu ningrat, kala dengen mehanak I Pemali putun darakka undar-andir eka dasa ruang ira kita ngawe kilap cuntaka ke baya-baya ke punah den ira. Sang butha Jigra Maya
Om ang ksama sampurna ya namah
Sa Ba Ta A I nama siwaya

Muktiyang caru (ngayab caru ke bhuta), Mantra: 
Om sang bang tang ang ing
nang mang sing wang yang
Om bhuktiantu durgha bucari
Om bhuktiantu durgha katara
Om bhuktiantu kala mewaca
Om bhuktiantu buta butangga
Om bhuktiantu buta butanaem
Om suasti suasti sarwa bhuta suka predana ya namah swaha
Om bhuktayantu, dhurga ketara, buktayantu kaladewasca,
bhuktayantu sarwa bhuktanam, bhuktayantu pisaca sangkyam.
Om dhurga loka boktaya swaha
Om bhuta loka boktaya swaha
Om kala loka boktaya swaha
Om pisaca loka boktaya swaha

Mantram ngantukang /Ngaluarang Kala:
Pukulun angadeg Bhatara Hyang Siwa , Brahma, Wisnu, angluarakena sakwehning sengkalaning Sang Hyang Desa, ring Kahyangan Sakti, Om sarwa Kala sampurna ya namah swaha.
 
Pangelebaran caru, Mantra : 
Om tang ang ing sang bang ung ca tat
Om gemung gana dipataya
Om hrang rajastra ya namah
Om phat phat phat
Om ang sura bhala ya namah
Om ung cakra bhala ya namah
Om mang namas kara ya namah
Om sang bang tang ang ing
Panca maha bhuta somya bhiyo namah.

Ayu wreddhi, Mantra: 
Om ayu vreddhi yaca vreddhi
Vreddhi prajna sukha criyam
Dharma santana vreddhin syat
Santute sapta vreddhayah
--Om yavan meru stitho devah
Yavad gangga mahitale
Candrarko gagana yavat
Tavad va vijayi bhavet
--Om dirghayur astu tad astu-astu svaha
Om Shanti, Shanti, Shanti Om. 


Jumat, 26 Januari 2024

Kawisesan

Kawisesan Gegelar Balian


1.a. Ong Awighnam Astu Yanama Swaha.

Nyan Panrang, srana,

Bata rinajah Bima, anggen pnasar,

Mantra :

Ih Bhatara brahma, angagem gadha dhak gebug maring prethiwi, dhak gebug maring akasa, Bhatara akasa, ih ang mang ang ang. Telas.

Iti Panrang, Srana: ilih,

Mantra:  

Pukulun Sang Hyang çiwagana(çiwageni?), murub makatar - kataran, tka ya bubur baryar caraking tahun, kumenyar Sang Hyang raditya, byar apadhang, 3 x.

Iti Panrang, Srana: tri ketuka, nggen nembar gni, ping, 3,

Mantra :

Ong Maletik Sang Hyang Siwaghni, endih angarab-arab, tka gseng, 3 x.

Pangurip Ghni,

Mantra:

Ong Ong Ong, Ang Ang Ang, Ghni urip Ghni urip Ghni urip, Ang surya urip Ang surya urip Ang surya urip, 3 Ang purwa, Ang Daksina, Ang pascima, Ang uttara, Siwaghni Siwaghni Siwaghni.

1.b. Iti Panrang, Srana: dleng ikang gulem,

Mantra:

Ong megha singlar Wetan, Singlar Kidul, singlar Kulon, singlah lor, singlar luhur singlar sor, singlar madhya, jeg matyaning ah, pah, teja Bhayu akasa, ah ang, brahma ekarana, ang tungtunging aghni rahasya, mempet mempet mempet.

Nyan Panrangan, Srana: nleng surya,

Mantra :

Ong Sang Hyang Bhayu bhajra murti, mtu ring Wetan, kasurupan dening bhayu agung ring Wetan, mang mang mang, Ong bhayu bhajra murti, mtu ring Daksina, kasurupan dening bhayu agung ring Daksina, Ung Mang Ung, Ong bhayu bhajra murti, mtu ring pascima, kasurupan Dening bhayu agung ring Pascima, Mang Ung Mang, Ong bhayu bha.........

2.a.     

........... jra murti, mtu ring Utara, kasurupan dening bhayu agung ring Utara, Ang Ang Ang, Ung Ung Ung, Mang Mang Mang. Ong Sang Hyang Bhayu Bhajra ring Akasa geger prewateking Sang Hyang Bhayu ring akasa, Ong Brurh Brurh Brurh. Ong baret kaulu, mtu nyatur, wertan, Kidul, Kulon, lor, ring tengah, mangkana wisesanira sang hyang bhayu bhajra murti, Ong baret angin.. Sri Ya Wenama Swaha.

Iti Panrang,

Srana: semprong, tri katuka, mwang aneleng gulem,

Mantra :

Ong Sang Hyang Siwaghni murub makatar-kataran, ring socanku kiwa tngen, asat masalumbung bandung asanjata ghni nipwaka ring akasa ghni prasi riantara syah galang galang galang.

2.b.     

.......... manggalayang manggalayang manggalayang, tang thi tang sagara asat, bharuna asat,

Ang Ah, Ung Yang, Lang set kumdap Sang Hyang nawa kendhe, medal Sang Hyang Raditya, Ulan, Lintang Tranggana. Megha kasapuh dening angin, syah, nir nir nir.

Panrang, Srana: nuding ikang megha,

Mantra :

Ong manara ptak, kumba karna ptak, yen hana megha saka Wetan, tiba akna mangetan, yen hana megha mangidul, tiba akna mangidul, yen hana megha mangulon, tiba Akna, mangulon, yen hana megha mangalor, tiba akna mangalor, yen hana megha ring tngah, lebheaken netranira, ngubat - abit, ngusabing trang trang trang.

Panrang, Srana: sembe,

Mantra :

Ong Sang Hyang brahma Wisnu Iswara, ang....................

3.a. ............. ung, mang, syah syah syah,

Iti Panrang, Srana: arak, tiba akna ring ghni,

Kamis, 25 Januari 2024

Respon Panca Indra

RESPON PANCA INDRA
Respon dari Panca Indra yang terbagi 2 yaitu :
1. Respon 4 lobang diantaranya mulut , mata , hidung dan telinga imerupakan respon pikiran yang identik dengan catur sanak yaitu unsur jasmani.
2. Respon lobang yang ke 5 yaitu siwadwara atau ubun - ubun identik dengan respon perasaan yaitu kesadaran sang atman pada tubuh rohani.

Ketika siwadwara tertutup maka respon catur sanak yaitu pikiran akan selalu negatip karena catur sanak mengalami kegelapan seperti :
1. Mulut akan berkata A yaitu Aahhh, seperti ah pahit , ah masem , ah pedas.
2. Mata akan berkata I yaitu Iihhh jijik.
3. Hidung akan berkata U yaitu Uuhhh bau sekali.
4. Telinga akan berkata E yaitu eehh jangan jangan salah denger.

Dan ketika siwadwara terbuka maka akan selalu berkata sesuai perasaan yaitu O seperti...Oohhh tidak apa-apa dst.

Mereka yang siwadwaranya belum terbuka maka apa yang di lakukan berdasarkan kegelapan pikiran selalu menyangkal, sedang mereka yang siwadwaranya terbuka, pikiranya tidak lagi menyangkal karena cahaya bathin telah memancar menerangi pikiran dan akan menerima apa adanya karena telah tercerahkan yaitu melihat kebenaran apa adanya.

Minggu, 21 Januari 2024

PMM Kinerja

Berorientasi Pelayanan

Indikator Perilaku

Memahami kebutuhan peserta didik dan berusaha memenuhinya

Perwujudan Perilaku

Melayani peserta didik sesuai hasil asesmen awal peserta didik

Akuntabel

Indikator Perilaku

Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi

Perwujudan Perilaku

Menolak segala bentuk gratifikasi, korupsi, kolusi, dan nepotisme

Kompeten

Indikator Perilaku

Membantu peserta didik, rekan sejawat, dan orang lain untuk saling belajar

Perwujudan Perilaku

Memberikan kesempatan orang lain untuk menyampaikan pendapat

Harmonis

Indikator Perilaku

Menghargai setiap warga satuan pendidikan apapun latar belakangnya

Perwujudan Perilaku

Menghormati gagasan yang disampaikan orang lain

Loyal

Indikator Perilaku

Menjaga nama baik satuan pendidikan, sesama guru, dan peserta didik dimanapun berada

Perwujudan Perilaku

Melaksanakan arahan kepala satuan pendidikan yang sesuai dengan norma dan ketentuan yang berlaku

Adaptif

Indikator Perilaku

Menyesuaikan diri secara cepat dalam menghadapi dinamika pembelajaran di kelas

Perwujudan Perilaku

Menyesuaikan diri di berbagai lingkungan kerja

Kolaboratif

Indikator Perilaku

Menggerakkan pemanfaatan sumber daya satuan pendidikan untuk pencapaian visi dan misi satuan pendidikan

Perwujudan Perilaku

Membangun komunikasi yang efektif dalam berkoordinasi dengan peserta didik, rekan sejawat, dan masyarakat atau dunia kerja

Sabtu, 20 Januari 2024

Kunti Sraya Putus

Kunti Sraya Putus
Katedun saking lontar Ki Dalang Tangsub. 
Merupakan Lontar yang berisikan ilmu kawisesan, yang bisa dikategorikan pengiwa, karena sebagian besar berisikan mantra-mantra palepasan.
adapun isi dari lontar Kunti Sraya ini adalah:
- Keputusan Kunti Sraya Putus
- aji Penangkeb
- pengraksa rikala madewa sraya
- pengarad hyang kunti sraya
- dan mantra-mantra madewasraya lainnya.

Berikut ini salinan Lontar Kunti Sraya Putus

1b. Iki putusaning kauttaman, ngaran, Kunti Sraya Putus, makweh pangraksanya mawişesa, yadyan mangkatãprang, lumaku dalu, tan karesyan dening sarwa magalak, mwang salwiring panês karang, mwang sawah têgal alas, mwang setra mwang gunung, salwiring panês aeng, têgal panangsaran panês angkêr, siddha purņa denya, iki maka wnang pangruwat kabeh, mwang yan anggen panunggun karang, tunggal panyepian katunggu denya, uriping wang tankaresyan dening sarwa duśta durjaņã yan hana deśti mwang leyak prayanya mangrusak ring pakaranganya, tunggal panyepyan palanya katunggu denya, tur manungkul dadi jadma mwah, yan nora mangkana pêjah wang satrunta aglis tur sêring kadalih ngko yan mati katebo ring dalan-dalan, mwah yan hana pandung ngamarani ring umahnya, tan kawasa malinge matinggal ring pakaranganya, yanya kwasa matinggal doyan śakit ikã, kêna kagring tiwang, têrus pêjah tan …
2a. wênang tulung tur sring katarã, sabran dina katarã, yan sira wruha ngangge iki, astitinên Sang Hyang Kunti Sraya, angaturang canang sarahina wngi, canang lênga wangi burat wangi, canang payasan, sodan putih kuning, iwaknya sarwa suci, ya ngarahina pañêjêr panunggun karang de dalêm, artanya, 888, sêgêhan sadinã, asêp mêñan astanggi, canang 11 tanding, pada majinah sawentêne, yan katkan den ta mangkana, salwiring pakewêh kon mangundurang siddha denya, yadyaning gêring sasab ring gumi, gring kamaranan antuk grubuk sida deña, astitinên Sang Hyang Kunti Sraya, aturang canang srawati, tan pgatan matunggu pakewêh-kewêhnya, aja amgating canang, mwang daksina, mwang rantasan putih saparadêg, katur ring Sang Hyang Kunti Sraya, kon manunggu sakarêpe, yan ring gring sambatang ring gring, yan ring pandung sambatang ring pandung, yan ring gru…
2b. bug sambatang ring grubug, yan ring panês karang sambatang ring panês karang, atur ring Sang Hyang Kunti Sraya Putus, yaña tuhu mangkanã, siddha denya, sakarêping manuśã, yaning linyok ring makngkanã, asre den lontar iki, aja kari salêmbar, mangkanã kramanya, tlas pitutur Ida Sang Hyang Kunti Sraya Putus, kewala rungwakna pawarah ira denapnêd, iki maka utamanya. Mantra: Ong Ida Sang Hyang Kunti Srayã Putus, mijil aku saking sapta patalã, atapakan aku bhadawang nalã, sinunggi aku dening Sang Anto Bhoga, mêdal aku ring gumi prêtiwi, maktug aku ring akaśa, aku Bhatara Siwa Murthi, palingganku candi mas putus, makdep aku kadi kilap, maktug aku kadi grudug, hapan aku mawak Bhatara Guru Sakti, maka guruning rat kabeh, aku maka panêhbahaning sarwa wiśeşa, sarwa sakti pada nêmbah ri…
3a. ngaku, dewata-dewati pada nêmbah ring aku, widyadara-widyadari pada nêmbah ring aku, bhuţa sahananing bhuţa, bhuta yakśa bhuţa yakśi pada nêmbah ring aku, leyak sahananing leyak , leyak gagêndu leyak gêndawang, leyak tutur leyak modre, leyak pamopokan panluhan panestyan, padha nêmbah ring aku, mwah sakwehing jadma manuśa, wesya, wisudra, bhujangga rśi, siwa sogata, prêmanca prêmenak, panglurah patih mwang sangãmêngku jagat, padha nêmbah ring aku, salingke manusa, kabeh taninêmbah ringaku, dewa saparaña nêmbah ring aku, salingke satru musuhku taninêmbah maring aku, Sang Hyang Brahma Wişnu sampun kawes, ngêng ring aku, hapan aku Sang Hyang Kunti Sraya Putus, duk gumine kumdal aku wruh, duk manuśane mawu mêtu aku wêruh, duk guņane wawu gumêntêl aku wruh,…
3b. duk upase wawu mariru aku wruh, dewa pagawenku, manuśa pagawenku, leyak pagawenku, guņa upas pagawenku, aja ta ngko wani ring aku, hapan guru bhudini, mundur ta ngko kabeh padha pyak, aku rumaga Bhatara Guru Sakti, aku wnang amugpug sagunaña kabeh, aku wênang anawut bhayu şabda idhêpña kabeh, hapan aku rumagã Bhaţara śiwa Murthi, macatur bhuja trinayaņã, atapakan aku bhadawang nalã, pinayungan aku dening Kala Cakrê, pinagêran aku dening sanjata siyu, sapa wani ring aku, wastu ta ngko ngêb sumangêb, sing anulat sing anulu rupanku, wastu pada rêp sirêp, jadma manuśa sirêp, bhuta kala dêngên sampulung rêp, tka rêp sirêp, 3X Ong candi kusuma dewa ya namah swaha, Ong Siwa dityêm maha mantrêm , Paśupati…
4a. pata ye namah swaha, tlas. Yan anggen panunggun karang mwang pangijêng, tan pa japa wnang, lontare aturin kadi idhêp, yan anggen mangruwatan gring, mwang mangraksa jiwa, wnang reh akna, mwah putra wnang, amusti ngarêpin pasêpan, yaña wus apujã tukupaknã ping, 3, uyup ping 3, ayab ping 3, palanya tan kawden dening satru, mwah wiśyã. Hana bratanya tan pa manganing wong, salwiring wong mtu ring prêtiwi, tan wnang panganakna, yaning purugên tumpur gsêng sang mangrangsuk iki, tur guņa tlas, muang cêndêt yusaña, mangkna kawruhaknã. Iti Panangkêb, duk idane gumara turun ke Bali, Ida Sang Hyang Kunti Sraya kahyun Ida manangkêb jagate kabeh, iki kawiśeşan Idane, Mantra: Ong Ang Mang Ida Sang Hyang Kunti Sraya Putus, Aku anungkubang rat kabeh, Aku sakti tan kaungkulan,…
4b. surya candra bayunku, pangawakku kadi angin, sapa wani ring aku, sanjata punah, gring wisya punah, wong kroda asih, aku sakti tan malih tka padapyak, apan aku Sang Hyang Kunti Sraya Putus, Ong A I Sa, Ba, Ta. Iki wnang sakarêpta, katka den ta kewala rehakna amusti. Iki Kunti Srayane wênang anggen madewa sraya, ring sarwa dewata kabeh, anggen madewa sraya madudon-dudon kramanya yan ring pura dalêm, dhakśinanya majinah, 225, canang 11 tanding, canang payasan, canang srawati, canang lêngawangi buratwangi, canang gti-gti, katipat kelan, nanging tunggalang idhêpta, maka tlun, tanangob kahmanya, yan kwasa samangkana den ta tpêt, wnang sira mandewa srayã, yan tan kuwasa manunggal manahta, tan kewaśa sira mandewa srayã, doh…
5a. ikang dewa ring raganta, matmahan bhuţa kala kapanggihta, yan sira sampun matunggalan idêpta wawu makire mamargi ring pura, tatanginta angkihannya ring irung ka rwa, yan ring kiwa bayunya drês mêtu, manuśa pacang mangoda tkã, yan drês ring tngên, prakanggo juga rawuh, yaning pada drêsnya ka rwa, ika bhaţara pacang turun, atêpang sukunta karo. Kiwa drêsnya, Mantra: Ong Ung Wiśņu suksma ya namah. Suku kiwa marga dumunan. Yaning tngên drêsña, Mantra: Ong Ang Brahma suksma ya namah. Suku tngên margayang dumunan. Yan padha drêsnya, Mantra: Ong Mang Iśwara Suksma ya namah. Suku karo lumampah dumunan, yan sampun mêtu saking jumahña, rawuh ring lawangnya, raris mapasang panulak, sarana, idhêp, sêmbarang ring raganta idhêr kiwa ping, 3, Mantra: Ih Sang Kala Abang, aja wani ring aku, aku Sang Hyang…
5b. Gni Paśupati, pyak bhuta, pyak kala, pyak deşti, tka pyak, 3x, sêmbarang idêr kiwa. Wus mangkana raris mamarga, rawuh ring tngahing marga, raris manuding marga ne pacang marganin, Mantra: Ih Sang Hyang Taya mentas, sang mong mimpas tka pyak, 3x, Ih Sang Mong mentas, Sang Hyang Taya mimpas, tka pyak, 3x, Ih pamyak kala tka pyak, 3x. Raris mamargi, rawuh ring jabã purane, mangundurang Dhurga, Mantra: Ongkarastu, Ong Dhurgantyêm, jadma prênate wakśakyêm, prênamye prabhuwakśidyêm, sarwa Dhurga namastute. Wus mangkana raris mangungkabang dwara, Mantra: Ong Ang Mang ne namah swahã, Ung Ung Ung wyarê ne namah swahã. Sampun rawuh ring pura ring natar purane, mwah mangundurang dhurga kala sami, sarana: sêkar, Mantra: Ong Rang Rang Sah sarwa bhute byoh namah swahã, Ong Hrang Hring Sah kala wyanjana mursyah, 3x. ra…
6a. ris masila ngarêpin babantên, mwah dakśiņã, canange tunggalang sami, ring pajnêngane sami, sira amutus terus, masila ngarêpin pasêpan, mêñan astanggi, dadaaran asêpe aapan têbu ratu, carmaning dhapdhap, mêñan pucuk majagau, umbin têki, ika maka pangundang dewa, mantranin mêñane dumun, Mantra: Ih Sang Hyang Jati Putih araning mêñan, Sang Hyang Kukus araning Sang Hyang Manukawya, maka pangundang bhatara turun ring bhwanapadã, Ah Ah Ah. Raris mantranin pangasêpane, Mantra: Ang Ang Dhupa lingga ya namah, Ang Ang Dhupa prêta ya namah, Ang Ang Brahmã Sarasswati Dewi Siwa mrêtha suda ya namah. Raris makarasdaņã nyadsadin lêtêhing raga ring sêkar jêpun, kang tngên rumuhun, Mantra: Ong Ong misudhêm miswahã, 3x. Ring kiwa, Mantra: Ong Ong swasti śudêm mi swahã, 3x. Raris nguncal rêgêd ring wuri, Mantra: Ong Ang cong…
6b. sandhisa ya namah. Mangke nundun dewa, şarana, sêkar jêpun, sumbahang ping 3, mantranya patêh. Mantra: Ong Ung şradantu dewatabyêm, jadma ngastuti dewa widyêm, dewa lugrahêm maha sidyêm, Surya Kothi ya lugrahêm, Ang Ah. Raris ungkab lawang purane, Mantra: Ih bngong mngakna dwarane Hyang Bherawi, ingsun anguncaraknã lugraha ring Hyang Gori Putri, pomo, 3x. Wus mangkana amusti sapatanganan, ngranasikã, idhêpakna awake maparab I Rare Angon, magnah ring jroning ati, Bhatara Guru magnah ring tungtunging rambut, Ida Hyang Bhatari Dhurga idhêpang Ida ring pabahan, raris manyumbah ring sêkar jêpun, Mantra: Ong Dhurga Dewi Siwa sudhawyêm, Sri Gori sakti warabyêm jana subaktyêm astawêm, arcanêm śiwã byo panêm, astawa maya dewyêm, jadma sanesan..
7a. ta dewyêm, tri lingga ongkarastawyêm, hekarwa pade nugrahêm, waksyanêm para kramo şaktyêm, sarwa astawa dewa sidyêm, sañangkaro mahã şidyêm, dewi sakti pujastanêm, Ang Ung Mang, Ang Ah, sastyêm puja astawa dhurgêm, lugrahêm dewa sakalêm, purņa sukêm maha mrêthêm, dewa dewi maha saktyêm, ji, pomo, 3x. Raris amusti rangkêp sadawuh, rwang dawuh, muang sakewasaanta amusti, yan tan marasa dewa rawuh ring raganta, hana cihnanya, ragaña sêrasa semutan, krasa pulês tan pulês, yan mangkana ciriñã, wênang pagêhakna amustinya, yan tan samangkana cirinya, wnang dulurin ring atur Bali, sakadi manahta, mantrane muah pangastawa, Mantra: Ong suksma Dewa Mahadewi, Bherawi preta maha baktyêm, bagawantyatuwe tasye, Dhurga Dewi namah…
7b. Ong niskalêm dewa mantrêm, monrêmku somyana rayet, sarwa dewyêm utawe tasyêm, gandhawordyêm anugrahêm, Ong wranêm satutêm karyêm, bojanêm dewa prênatêm, dewa dadi maha śaktyêm, lugralugrahêm mahã śidyêm. Sêlagin atur Bali muah. Yan tan krasa dewa rawuh, iki maka utamaning pangastawaña, Mantra: Ong Hring Hrong jareñêm, Ung wreyastaweya dewêm, ramapramodã sukşma rayyêm, wriyah wriyuh sarwa dewyêm, Ong Ung Yang Ghori astawe swastyêm, Yang Ghohe maha saktyêm, pasupati dewa sradêm, namaste dewa pujakyêm, tlas. Yan mantra ping 9, bhuta katon palanya, yan mantra ping 11, turun kang Hyang Bhatari,, nging haywa salit deña wdar puja iki, muang Sang Klika turun denya, yan mantra ping 13, salwiring dewa ring kahyangan dalêming setra, turun denya, yan anggen ngastawa ring puseh, sasantu…
8a. nya jinahnyã 888, canang 33 tanding, muah sakadi arêp bantênnya patêh, maśila pagêh mamuşti mangranasikã, idepakna Sang Hyang Mahadewa, magênah rimng wunwunan, ragane maadan I Mas Kawuk, magenah ring tngah ñaline, kêma idepe manyumbah dumun, ka bubuwahanne nyumbah dumun ping 3, ping 7, sêkar sarwa kuning, iki pangrêdanan ring pusêh, Mantra: Ongkarastawa sudewêm, sarwa dewa maha baktyêm, prajan wesanta sudewêm, lingga pancima śusradyêm, arwimwem paramadikêm, prama soma dewa sadyêm, pradña wiweko lokantyêm, nama dewã praśastyêm, pradnya somyadnya bhutakyêm, ngarcanêm dewã prênamyêm, ngastuti dewyêm maha sidyêm, Ong sidyantu sradantu dewêm, Ang Ang Ang hreh ngah huñêwêm prêmadhyêm, Ung Yang, 3x, Ang Tang 3x, Di Yang 3x, śwastu ya namo, Bang ñas…
8b. tu tiwrê wrengkarêm swaha, tlas. Amusti rangkêp, yan hana krasa slagin atur Bali. Yan mantra ping 7, katon pisaccã, galang gadhing masa hning, di gêdong tur maswara saraswati, maswara kawuh, sampun nampêk, ikang dewã, wênang srêg dening mantra muah, panca gumiyastu ya ngaran, Mantra: mantra sakabwaņêm, astawã dewêm, pancare, panca dewêm, gni panca destawêm, somyadnyanarcana dewyêm , pramostu to namo widhyêm, panca makãlesa lokrêm, nugranêm pamasmã dewêm, rajngostu dewã madewyêm, Hrong stawyêm, 3x, Hrang ngarcaņã wyasta swahêm, Ung Tang, 3x, tlas. Yanya astawya ring sanggar paumahan, canangnya, 22 tanding, prasajêngan, sasntunya gnêp, mawastra barak, tumpêng lêmbaran, iwakña sato wiring lêmbaran, panggang, salaran, sumadinya, nagrêpin sanggar…
9a. matimpuh nêmbah ping 9, masêkar pucuk bang, mantra: Ong namo trikurma sarwãkyêm, driyêm marastu wãśiyêm, bajradupe yogaşidhyêm, dabda moksalêm pramadyêm, paśyêm dwajedra nastutyêm, sakriyo sudo pri sulañêm, dalati padma yogagyêm, Ung, Urdaweśri śudarsañêm, widya prama dewyêm, baruņã dewa sudewyêm, prêarcañêm şudancêm iparwaksyangkarêm, dewahêm bharuņaśtawã, sada suda astawa dewyã, prênawe murthi śukrame, mudre guyancanarêm, sagara dewya ta śubaktyêm, samudyêm subaktyêmkarêm, ratnangkarêm śudawakriyêm, jalinêm ndiyêm padanampêm, ratnangkarêm mangesyantu, jananta sutra meparêm, triyogêm barrwa rastutyêm, pinggale rwa rawa wariñêm, Ong grêm Dang śudastu, Ang Hreng writyangkarêm, prêlapyê pujostêm, Mang Ang Dang Mang drowyêm, 3x. Amusti rangkêp sa…
9b. kawasanta, yan tan karasa dewa, muah slagin atur Bali, muah amuśti. Yan amantra ping 7, kalã katon denta, yan mantra ping 9, katon agêni, yan ping 11, katon dewa denta, nging yan tan cawuh, tuna tastranya, tlas. Uttama iki, duke lunga mandewasrayã ring sarwa dewa, iki pangrakśanyã, dumun sukśmaknã, mantra: Ang Ang Ang Brahma ring idhêpku, Ung Ung Ung Wiśņu ring bayunku, Mang Mang Mang Iswara ring sabdanku, pada sakti mangraksa jiwanku, Ong Ong Ong bayu sabda idhêp, pagêh ya namah swahã, Ang Ung Mang, 3x. Iti pangaradan Sang Hyang Kunti Srayã, pangaradnya, iki panglipur durghã, durgha lipur, hyang bhatari lipur, dewa lipur, kala lipur, manuśa lipur, sagumatap sagumitip pada lipur, hapan panglipur ari-ari, ngaran, sangkaning ari-ari, dahat uttamanya, rehnya maśidakêp, masêkar manca…
10a. warņnã, angranãsikã, masuku tunggal, yan ring kayangan mantra ping 9, babantên tulung 9, katalu 1, dhaksiņa 1, pras muang tkaning runtutannya gnêp, sêgêhan mawarņna, muang nasi takilan mabasma gêtih, manêmbah idêr kiwwã, panca bhumi panêmbahe, ring tngah wusan ping 8 nêmbah, muah dulurin atur Bali dumun, raris mamgêng arêpin gêdong, kancing dwaranta haywa makijapan, yan maswara srêwati klod kauh, haywa ngobah, murubang kukuse, yan maswara kaja kauh, tpêt kang dwara, Hyang Klika turun, amusti, pjah kang dupa, maskar rura sira ring skar mrik, muah jinah, 21 keteng, maskar biru sira, nanging rêngênaknã irungta kalih, yan drês ring têngên, idêpakna Sang Hyang Brahmã, skar bang, yaning drês kiwã , idêpaknã Hyang Wiśņu ring raganta, skar wari plung, dulurin atur Bali. Yan drês ring angga sama drêsnya, idêpakna Sang…
10b. Hyang śiwa, ring raganta, masêkar wari pêtak, wus mangkana masila denatpêt, haywa obah, yanya muni srêwati kaja kangin, dewa turun rahayui dahat, mamantra sira jangkêp, nêmbah ping 5, mamusti sira den atpêt, mantra: Ong Ang Ung Mang satwêm byêm rang wang, Ong Ong Ong Tang yywong namah swahã, 3x, Ah. Yan muni klod kangin, kalã turun, haywa salah inge, tan pariwangde sirã bêncaņnyã, haywa yatna sira, gagodan rawuh, gêlarakna sasntuña, arthaña, 9991, wus sira marakang ring satrunta, gêlarang Sang Bherawi Gni, mantra: Ong Tang Tang, Ang Ung Mang, ne namahh swahã, OngAng Ang Ang Ah, 3x, ne namah swahã, rêcawêm satuśwêm, pêm swaha, ringca dewatyêm, swangswang thirtha mahatirtha nama swahã, 3x. Nging yan sira tan wruh catur bwaņna, amkas kaputusan iki, ngaran, Kunti Sra…
11a. ya, haywa sira ngaku wruh, hapan dahat sêngkanya. Muah yan sira mahyun mangangge pangasih dewa, ritatkala sira andewa sraya, ring pada bhatara, ngaran, Kunti Sraya, abresih sira juga ping 3, bantênnya pras, dhakśiņa, 3, canang 3 warņnã, sgêhan agung, têtabuhan sêkarêpe, wus adyus abrêsih ta sira rahinã wêngi, tan pa mangan, weh juga wnang pangannyã, muah roko muang sarining sêkar juga pangan, haywa murug ila dahat. Muang pangaradan Kunti Sraya, ring sanggar kawitan, saraņa, toya hning, raup inum, arthaña, 111, ontal sakarêpe, iki uttamaña, mantra: Ong Ang Ung Mang wrong dhat ne namah śwahã, tlas. Muah gagunaning Kunti Srayã iki, makweh pangraksanya, wênang nggen panangkêb jagat, muang ngarêpakên satru wênang, muang nggen pangêntasakên pa…
11b. ti wênang, ngêntasakên marga tngêt , muang karang têgal têngêt purņna denya, alah salwiring têngêt, muang aeng, nanging madaging sadananya, ring karang pêndêman, punah denya, muah papagêran salah unduk, muang taru uyun-uyun ring pêkarangan, punah tan mighnanin, muah agigisirakên umah, mung, tan papilih dinã, muah taru salah wangśa, ring karangnya têngêt, alah denya, masanggar salah gênah, tan mirudã denya, muang karang salah sukat, yadin karang tan paşeşã, tan bhina taru salah tatanduran, tan miruda denya, muang mapitapitan, muang ngaryanin rurung, wnang samara hayu denya, muang ngêntasang pitarã, muang artmã,sampurņa denya, duk Idane kari anom, hana ari-ari putih, kakrêb putih, ari-ari abang, kakrêb bang, ari-ari kuning, kakrêb kuning, a…
12a. ri-ari irêng, krêb irêng, ari-ari amancawarņa, krêb mancawarņa, paiccan Bhatara śiwa, sane asung lugrahã, Ida Bhagawan Wrêspati, ika sami wisesa dahat, angalalah ring swargha putih, swargha sami alah denya kêrêb puniki, malih hana pangandikan Bhatara śiwa, muang Bhagawan Wrêspati ring Sang Kunti, nah ñai Sang Kunti, yan ñai tan wruh angrangsuk pican bapane, muang paican Bhatara śiwa, pandikan Bhatara śiwa ring bapã, bapa pangandikayang nuturin ñai, krêbe putih pamurnan watêk bhatarane sami. Muang pangênduh dewa, nging masasantun den agnêp, sarwa, 5, arthanya, 5550, muang sgêhan,5 tanding, canang gti-gti, 5 tanding, pisang kêmbang, pisang têgês, pañênêng thêhan, 1, cacahan, 2, galahan, iki mantranya mapanguncara sami, mantra: Ongkarastu dewa dhurgatyêm, bhatara pranatye wak…
12b. sawyêm, prênamye prabhu walukyêm, tumangyêm kawistongkarêm, Ong Ung predantu dewatangyêm, dewa astawêm dewagyêm, lugrahêm suka pradhêm, purna dewêm mahelokêm, Ang Ah. Yan sampun rawuh arad bapa, malih hana, śarana, sêkar campaka putih, 5 katih, angge masêkar rura, dagingin jinah, 5 keteng, raris dulurin atur Bali. Sêkadi pinunase, tur wangsitin baan kênêh, nging mamuthi matimpuh, jangkêpin pamurthiane, ngarêpin sanggar agung rong 3, ñumbah ring lawang ping 3, iki pangaradannya, mantra: ih blomkana duarane hyang bhatara, Wrêspati, ingsun anda lugrahã, ring Bhagawan Wrêspati, poma, 3x, jêng. Muang krêb bange pamurnan Bhatara Brahmã, nduh palanya, sasantunya gêng arthanya, 999, katipan kelan, canang gti-gti, sêgêhan,7 tanding…
13a. iti mantran pamungu Bhatara Brahmã, muah bhatarã sami, mantra: Ong Ang byurêmpyêm Ang, jêng, poma, 3x, tlas. Yaning krêb kuning panangkêb sarwa bhicari, alah purņa dening panangkêb iki, makarya dakşinã arthanya, 777, bantênnya patêh sakadi arêp, mantra: Ong Ung Ah swastiti, sarwa roga winasanêm, jêng, poma, muksah, tlas. Muang kêrêb irêng, pamurnan karang mêdaging toña, makarya dakşinã gêng, arthanya, 444 , katipat kelan, canang 4 tanding, gti-gti 4 tanding, śegêhan gung 4 tanding, iki pujanya, mantra: Ong Ong Ah, deti, sarwa tib, sarwa roga winasanêm, Ang Ah, jêng, poma, 3 x. Muang krêb mancawarņa, alah dening sarwa bhutã, muah salwiring deşti, daksina arthanya 888, canang 8 tanding, sêga sasah 1, canang gti-gti 8 tanding, muang tumpêng poleng 8 tanding…
13b. mantra pamungu salwiring undang, mantra: Ong Ang ramyu detêm swahêm, poma 3x, tlas. Iti pitutur Bhatara Iswara ring Sang Kunti, kapanikayang mangrangsukang kakrêbe sami, ne mawasta I Gringsing Wayang, sutra ejo, masidakêp sira ring mrajan, makarya sanggar gung rong 3, mantranya, iki, mantra: Ong Ang bajronalã dikawranayêm, murwa desayêm, iswara swetêm winasanêm, iswara panca mukayêm, gni rupayã, sarwa satru winasanêm, Ong phat namah swahã, Ong Anmg danda astra nilã dika warnņayêm, daksina desayã, bhrahma rakta winasayêm, bhrahma nawa mukã gni rupayã, sarwa şatru winaşaya, Ong phat namah swahã, Ong Ung paşah nala dika warnņayêm, pancima desayã, mahadewa dewayêm, mahadewa pita warnņayêm, mahadewa sapta gni rupayã, sarwa satru winasayêm, Ung phat namah swahã.
14a. Ong Ung cakrê astra nama dika warnņayêm, utara deşayã, wisnu dewayã, krêśna rupayã, catur muka gni rupayã, sarwa satru winasayã, Ung phat namah swahã, Ong Ung Yang padma astra nala dika warnņayêm, madya deśaya, śiwa dewayã, śiwa pancawarnņa rupayã, śiwa asta muka gni rupayã, satru satru winasayã, Ung phat namah swahã, tlas. Dulurin atur Bali, tur maskarrura ring skar manca warnņa, maskar rura ider bwana, yan putih idêpang Bhatara śiwa, yan bang idêpang Bhatara Brahma, yan kuning idêpang Hyang Indrã, yan irêng idêpang Hyang Wiśnu, yan mancawarnņa idêpang Bhatara Surya, ring raganta sami. Muah amuja, mantra: Ong Ang Siwa Brahmã rakta muka dewa dewwayã, şah mukatah mukatyêm maha dewyêm, sarwa dewyêm maha pujêm, sarwa siddhi maha saktyêm, Ung phat namah swaha, tlas.
14b. Mangkana panugrahan bhatara. Malih yan sira wruh ring kawisesan iki, sane pican Bhatara śiwa, ring Sang Kunti, lwirnya, salendang putih, paican Bhatara śiwa, wastra bãng paican Bhatara Brahmã, sabuk irêng paican Hyang Bayu, sinjang kuning pican Ni Dyah Ditirini, baju mancawarnņa pican Bhatara Guru, wruh sakarêpta mangaji, muang mangarad salwirnya, yan sampun wruh mangrangsuk kawisesan iki, aji masêmit, muang aji saungu, wruh ninggalang sanghyang atmã, muang amati raga, angrangsuk panca tirtha, wruh ring jumuning sirêp, wruh atangi, wruh angrangsuk tri bwanã, ngranasikã, muang añungkarang lêngka purane, sujati, wruh ring sakêcap, Sang Kunti sawireh putran Bhatara śiwa, wawune mijil, ring şwargha candi, ne mangkin Sang Kunti, mangarcana ring Bhatara śiwa, raris turun Bhatara Guru, turun ring Bali manuşa, yan kai maknêh ngalih rabi, hana putran..
15a. Bhatara Dityã suba turunring Bali, ring dina cinta manik, ênto nyai anggon rabi, nging twara dadi masanggama, swireh twining bhatara, tur ñukla brahmacari, maparab Sang Pandu, krana maparab Sang Pandu, hana pitutur Sang Hyang Licin, muang Sang Hyang Widhi, saking jadma wangnung, tur madaging pingêt, saking pakaryan Bhatara Siwa, yaning cai mabudi pyanak, aradakna Bagawan Wrêspati, ring mrajan ñaine, onekang sang ari-arine, yan ari-ari putih lêkad Sang Darmawangşã, yan ari-ari bang lêkad Sang Karnņa, yan ari-ari kuning lêkad Sang Arjuņa, yan ari-ari irêng lêkad Sang Bhima, yanya ari-ari mancawarnņa, lêkad dewa kêmbar, tur ada pingêt ring raganya sami, mka lalima, nging pingitakna, haywa wera, nah nyai Sang Kunti, suba suud bapa nuturin nyai, ne ada paican bathara, Sang Hyang …
15b. śiwa Putus, ngicen ñai gdong mas, muang sanjata kêmbar, nanging luih madurgamã, sanjatane, tur pêsu gêni putih, dahat kawiśeşannya, tur maruntutan kaputusan, yan ñai tuara wêruh ngrangsuk kaputusan bapane, arad bapa Bhatara śiwa, ring pamrajan ñaine, tur dagingin dupa karã, luiring upakara, pras dakşiņã, jinahnya 191, canang lengawangi buratwangi, sodhaan putih, iwak sarwã suci, suci asoroh denagnêp, masampleh satho wiring, iki aji kaputusan paican Bhatara śiwa, mantra: Ong witing windhu namah swahã, Ong, Sang Tang Wang Bang Bang. Uncarang ping 6, wusnya, mantra: Ong sunya mrêthã ya namah swaha, Ang sunya swahã, tirthã swahnêm, Mang,Tang, Ah, swahã, jêng, poma, 3x, tlas. Muah pitutur Sang Hyang śiwa ring Sang Kunti, tan yogya ñai masuwe ring swarghã, mulih ñai ka…
16a. Bali madya, swereh ñai madue putrã, nanging yan ñai mulih, surat bapane aba, ada piwêkas bapã têken ñai, yan ñai mulih ngojog memen ñai, ring kayangan, mangaran Sang Diah Suņdari, tur uningang pinugran bapãne, bungkung bapãne katurang ring memen ñaine, amonto pitutur bapã têken ñai, tan wênang bapã maseu, sawirêh bapã maraga dewã, yan ñai tuara kasadin, raris pesuang pican bapãne, ring memen ñai, tur arad bhataran ñaine, iki pangaradannya, mantra: Ung Ong astra twatyêm, sarwã satru winasrwyêm, sarwã dewa dewayêm, sarwh dewaya rupayêm, sarwã kala winasayêm, sarwh dewãya dewayêm, sarwa dewêm rupa rupayêm, Ang Ung Mang, jêng, poma, 3x, tlas. Mangkin sampun rawuh Sang Kunti ring palangwan, tur kapendak ring bhatara bhekśa warņa, patut ajin Ida, tur hana ciri ra…
16b. ganya, muah surat, macêpol bhatara bheksa warņa, hapan patut ajin Ida, raris Ida ngandikã, ih ñai Sang Kunti, tui ñai saja luih, sawireh panugrahan Sang Hyang śiwa, ngênah ring ragan ñaine, nah ne ada paican bapã, ring ñai, ngaran, Kaputusan Manik Mas, twi nai wenang ngangge, ngaran, ngaran Kaputusan Puser Gumi, luirnya, panglipur durghã, Durgha Lipur, panglipur kalh, panglipur bhuthã, muang samar, panglipur deśthi, panglipur gumatap-gumitip, pada lipur, şarana, sêkar tunjung irêng, tunjung putih, tunjung mancawarna, iti pujanya, mantra: Ong Ung nala dika warnaya, Ong ña Ong ña, Ong swatêm daña diweh, Ang Brahmã dewyêm, dewa diña swahã, Ong nala dikã warnayêm, ndi jwa nirwighnãya namah swahã, tlas. Sampun rawuh ring Bali, raris mangojog ring kayangan, ngundang bhatari, mantra: Om Ung Sang, Ong Ang, Ong Tang,…
17a. Sang Bang Sing Wang Yang, Ah Uh Eh Hêmpu ring byah, 3x. Raris mngraņasikã, mamusthi, arêp uttarh, tur nakupang tangan, tur ngeñitin dhupã, wawau rawuh ring pamêdalanne, natabi angkihan, yaning drês kiwa, idhêpakna Hyang Wiśņu, ring raganta, drês ring tngên, idhêpakna Hyang Brahmã, ring raganta, yan pada drêsnya, idhêpakna Bhatara śiwa ring ragantã, iki pujanya, mantra: Ong Ang Ung Mang sukśmã yoga prayodñanyêm, sura sudaya namah, jêng, poma, 3x. Yanya lungã saparanya, iki lekasaknã, mantra: Ong Ung sang sinuwun, wus praptã, 3x. Muah iki lêkasakna, panugrahan Bhatara śiwane, muang pangaradannya, mantra: Ong Ang Mang Ung ne namah şwahã, jêng, 3x, tlas. Iki Kaputusan Kunti Srayã, wênang nggen mandewasrayã, ring kayangan, muah ring pura dalêm, makarya dhakśiņa gêng…
17b. arthanya 225,canang 21 tanding, tatbasan, sêgêhan agung, canang gti-gti, canang denagnêp, miwah tangan ring tngên, mantra: Ong Ong Sang Bang Tang Sing Wang Yang. Ring kiwã, mantra: Ong nggêng swahyêm swaha rityêm, tlas. Raris mangunggahang canang, raris ngastawã, mantra: Ong sarwã jyoti swahã, mêntilar sêkar putus, ping 3, idhêr bhwana ping 3, Ong Ang Ung Yang dewa candrã maha mrêtêm sudhaya namah. Ung Ung swatha swarêm, Mang Mang Ong swahã ne namah. Wus mangkana raris mangundang dewa, mantra: Om dewa srayêm murthi dewêm, surya koti prabuktayê, dewa sukêm mahã sidyêm, lugra dewã manuşya rada ryêm. Raris maşilã jangkêp, tur mandrêng mpuning tangan karo, tur masuwir, mantra: Ong Ang Ah Brahmã angundang dewã şrayêm, Suryã Candrã pwa sudamêm, dewa şrayêm maha şaktyêm, lingugowe cinakrêyêm,…
18a. Ang Ah. Raris maskarrurã ring skar, ping 3, maskarurã sambilang mamantra, mantra: Ong tkã nduh dewa nduh leyak nduh deśthi nduh, bhatara nduh, ring awak śariranku poma, 3x. Muah masila jangkêp, muah mangradaņa Kaputusan Kunti Srayã, ne mangge anggen mangrêdana dewã, mantra: Ong Ang swêm brahmã şwatyêm, Brahmã mukyêm, Wiśņu loka jagat patyêm, Wiśņnu pancarêm Surya swetyêm, murya dewyêm aswabawyêm. Mantraknã ping 66, tan obah, pira saktinikang dewa, pêdas turun denya, anggen mabaktya ping 66, ring sêkar tunjung biru, wus abhakti, amusthi jangkêp, sakewasanta amusthi amati ragã, mamgêng, ngarepin gêdong, raris turun Hyang Bhatari Durghã, mañingakin Sang Kunti Srayã, tur mangêtel yeh matan Idane, tur kalugra kawişeśan, kapacêk layah Sang Kuntine, ditu a…
18b. sukina kawişeśan, tur kajampi, wus karangsuk panugrahan dalêm, tur ngêndih Sang Kunti prêmangke, murub ngêbêkin jagat, raris nambur Sang Kunti, turun ring Indra Praśthã, turun ring mrajanya, hana kukus ring mrajanya, ring sampun budal Sang Kunti, dadi eling Hyang Bhatari Durghã, eling ring kawişeśane têlah, kapicã ring Sang Kunti, tur Ida sêdih nangis, gêlis turun Bhatarã śiwa, mitutur ring Hyang Bhatari Durghã, mangde cêndêk kahyunnya, mangênang kawişeśannya têlas kapicã, dadi hnêng critanya pada bhatara kalih, pada mantuk ring swarghã. Sang Kunti mangke angraksuk panugrahan dalêm, tur nilarang mrêthã, 40 wêngi, hana turun, nanging mangan sarining skar jugã, wus puput kawişeśan Sang Kuntine, mangke Sang Kunti mapakahyunan mandewasrayã, ring salwiring bhatarane ring gunung, baban…
19a. tênnya patêh kadi ring dalêm kayangan, iki pangastawanya ring gunung, mantra: Ang Ah, Ong Ah, Ang Ah, Ung Ah, Ang şiwã angundang dewã şrayêm, sada śiwêm sukartyêm, prama śiwastu dewangkêm, suda dewêm mahã şidyêm, Ang Saraswati purņamantyêm, astityêm dewã gantyêm, astuti dewã prêmanêm, sukêm pradêm namostutte. Dulurin atur Bali, lawut mamusthi rangkêp, mantraknã ping 11, masadanã sêkar jepun, nggen mabhakti, turun denya, yan tan obah, yan taniwang ping 11, byakta turun kang bhatarã. Iti pandewasrayan ring alas-alas gêng, babantênya patêh kadi arêp, sahã dhupa, sira amutus trus, tingkahing mandewasrayã patut skadi arêp, mêkarasêdanã, sapatanganan, maasêp, ngarêpakên daksiņa gêng, arthanya, 777, iti pangastawanya, mantra: Hem Om Ang astiti…
19b. dewa puspanyêm, dewa dewi mahã pawitrêm, astiti bhaktya pujanyêm, dewa lugrahêm sararastyêm. Amusthi rangkêp, yan tan krasa dewa turun, mantraknã ping 9, masadanã sêkar campaka kuning, anggen mañumbah, wusnya nembah, nggen masêkarrurã, sarêng jinah 9 keteng, yan tan iwang denta amujã ping 9, turun denya, uttamaning pandewasrayaan. Muah Sang Kunti lunga ring pura deşã, uluning jagat kabeh, mandewasrayã, babantenya canang payasan, 2 tanding, canang lêngawangi buratwangi, laklak tape, sasanganan kuskus maunti, dhakśiņa gêng, arthanya 888, sira mawastra kuning têrus, makwangen, masegêhan, maśila ngarêpin gêdong, manêmbah, iki pangundangnya, mantra: Om Om Ung sarwã tejo mahã mrêtêm, astuti dewã sapurbyem, dewa pujêm pita…
20a. ra ganêm, dewa lugrahêm prama saktyêm. Ong astuti dewya puryêm, candra koti mahã lugrahem, dewa dadi maha saktyem, surya candra prama sidyêm. Mantra ping 33, turun palanya, nging dulurin atur Bali, yan tan krasa turun, muah pujakna sêkadi arêp, nging tingkahing mandewasrayã, patêh tingkahnya sêkadi arêp, salwiring pura-pura patêh juga sami, kramanya haywa tan têtêp, ring sakadi arêp. Muah Sang Kunti yan arêp mandewasrayã, ring sarwa dewa sami, iki wênang panugrahan Bhatara śiwa, ring Sang Kunti, mangradana ring sarwa dewa, ring jagat kabeh, babantênya patêh sami sêkadi arêp, iki pangundangnya, mantra: Ong Ang Ung Mang Ang Ang Ah Yang Yang teja śiwa mahã mantrêm, dewaşraya mahã jiyyêm, dewa suka mahã sintu, dewa sukrêm mahã suryyêm, Ong pujantu to dewa, pujantu mahã mrêtyem, pujantu dewa sakalyêm, sukawyêm dewa tatwêm, Ang Ang Ang, Ung Ung…
20b. Ung, syar, 3x. Mantraknã ping 21, yan tan iwang turun denya, şarana, masadanã sêkar jêpun, nggen manêmbah, bilang ngastawa nêmbah ping 21, wusan anêmbah masêkarrura ring sêkar ikã, arthh 21 keteng, raris musthi rangkêp, amati rãga, sakewasanya amusthi, yan tan karasa denya turun, dulurin atur Bali kadi pinunase, tlas. Satingkahing ngangge kawisesan ini, bilang diņa purnama tilem, sira masuci, mangilangang lêtêh ring raganta, mabrêsih ping 3, sarahinã, sêmêngan, tngainya, sandenya, makerene mandewa sraya, ping 3, mabrêsih sarahinã, iki mantran sisig, mantra: Ong sah marahim, umarim, mukśah doh doh wigņanku doh. Mantran mambuh, mantra: Ong sah phat namah, muksah nirwighna namah swahã. Mantran maptat, mantra: Ong Ang sumyar sumyar gangga mrêthã suda swahã. Mantra masuwah, mantra: Ong Ang Ung, sêr, 3x. Ma…
21a. skar, muang mapun, mantra: Ong Yang Yang sukśma tejã bhawãwi swahã. Maskar, mantra: Ong rang rung dewi saraswati sampurnņaya namah. Mantran madius, mantra: Ong Gangga sudamêm swaha. Mausuhan, mantra: Ong dewa wasundari sudamêm swahã. Masugi, mantra: Ong Hrang Rang sah wighna sapurnaya namah. Mapamit ri Hyang Gangga, mantra: Ong Rang Ring Sah prama śiwã gangga mrêthãya namah. Mawastra, mantra: Ong suda wastra wighnastuti dewa sudamêm swahã. Masabuk, mantra: Ong naga mawingnat namah swahã, matirthã gamana wnangnya, wus asuci, tlas pasuciannya. Nihan tingkahing mangrangsuk kaputusan iki yadin mandewa srayã, ritatkalaning siwa bratha smadhi, luirnya, yan hana dina rahayu, wangunakna kaputusannya sami, yan anggen mañrayã ring sanggar-sanggar paumahan, arthanya, 225. Yan ring pusêh, arthanya…
21b. 333, yan ring pura-pura arthanya 999. Muah yan anggen manawut kawişeśan, muang amêjah saluiring satru şakti, yannya ngaku cupar, tan şakti ngaku şakti, ika telas denta kadawut dening kunti srayã, muah salwiring satru, yan ring manuśã, manawut kadi iki, mantra: Ong ñang Bang sah titiyêm, sarwã gni rupyem, sarwã roghh gni rupêm, sarwã gni nalh sunyêm, Ong Sarwã roghã gni runcêm, sarwã mingã mukalyêm, sarwã gwêm niwehdyêm, moksah phat namah swahã, jeng 3x. Mangkana anggen manawut leyak, sêdang dadi manusa denya. Muah sukskmaning kuntine, ne wênang nggen mangarakśa jiwa, mantra: Ong Ang Ung Mang Yang sukśma yogiswarã, Ah, Sah, Mah, Ong Ong bajra nala suda swahã, suryya deşaya, uttara deşaya, Ang Ah. Reh amusthi. Muah sukśmaning wedhã, mantra: Ong Ang gni rupaya …
22a. sarwã satru winasayã, Ang Ah phat namah şwahã. Muah pujaning kunti srayã ring sarwã dewa, mantra: Ong Ung bhujaņa rityêm rupêm swarã tihnêm, Ong phat namah swahã, Ang Ah, tlas. Muah pangrêdananya Sang Kunti ring pamrêmannya, ngastawã pitrê, mantra: Ong Ong nala sudhêm, dewwa pitha roganêm, ersanya maka dewyêm, , Ong phat namah swahã. Muah mantraning aturu, mantra: Ong Ung nala gni rupayã, dupyêm swarêm byêm byuh anãpurêm, Ong phat namah swahã. Muah mantran ring paturon, mantra: Ong Ung rupêm agni raksã sarupêm, sarwã detya bujyêm mrêtêm, phat namah swahã. Mantra ring sanggar kawitan, mantra: Ong Ung pamã nala gni rupayã, patrêmya detyêm, Ong şat namah swahã. Mantran pamungu bhatarã, mantra: Ong Ung phat namah swahã, dhaksiņa desaya, bayu rupyêm Ung phat namah swahã. Mantran pangasih dewa, mantra: Ong…
22b. Ung panca purwã catur bhujyêm, purwã dewa rupêm Ong Ah, phat namah swahã, têmtwa Ah, jêng, 3x. Pangênduh dewa, mantra: Ong Ong Ang Ung Mang cakrêm namêm şwatêm rupêm, sarwa mukã desayã, Ung phat namah swahã. Muah Sang Kunti yaning Ida lungã ring alas aeng, ring gunung-gunung, ring kayangan, iki gagelaran Idane uttama, rangsukaknã ring kalaning pakewêh, aja nglali Hyang suksmã iki, iki uttamanya, mantra: Ong Yang, ring siwadwarã, Ong Mang, ring lalathã, Ang Ong, ring papusuhan, Ong Ang, ring paparu, Ong Ung, ring jihwanyã. Muah suksmaning Sang Kunti, ring surya maha mayã, mantra: Ong, ring polo mcad, ring purwã gênahnya, Heng Eng, polo mañêti gênahnya, Muang Ang, ring lima gênahnyã, Ang Eng, ring wrêdayã gênahnyã, Yyung Eng, ring paparunya. Ikã wênang anggen gagêlaran, pati urip, anging makueh pakerthinya, sekadi patemuning ulan.
23a. Mangke hana pitutur Bhatarã Suryyã, ring Sang Kunti, duknya kari anom, aningalang lêtêhing ragã, wangunaknã krêbnya maka sami, ginawe bhaśma, ring raganta, ne putih bhśma ring rahi, krêb bang bhaśma ring bhawu kiwã, krêb kuning, bhaśmaknã ring bawu têngên, krêb irêng, bhaśma ring tangan kalih, krêb mancawarņã, bhaśmaknã ring suku, muah ring raganta sami, pujanya iki sami wênang, mantra: Ong guru bajra ning wighņaya namah swahã,Ong Awi gni nala tirthã ning wighņaya namah, Ong isuh-isuh ndala wipatrê nirwnang śiwaya namah, Ong muksah şri brahmã gênah suryya nirwignãya namah, Ong Ang nala dikã warnaya sucitra dewyah namah swahã, poma, tlas. Mangkana pujanya bhaśmane sami, ika manelasangh salêtêh duking kari anom, tkaning twa lêtênya têlas dening bhaśma iki, muah…
23b. yannya eling ring lêtêhnya muah wawaning mabhaśma sakadi arêp, babantêning bhasma, sami patêh sakadi iki, dhakśiņa, 5, pras pañênêng, katipat kelan, sodaan putih kuning tulung, sarwã, 5, sêgêhan 5 tanding, wusanya mabhaśma raris mabratha 3 wêngi, pujanya sêkadi arêp, ring purnama muang tilêm maka wênangnya, mabratha tur anuting śaśih, ka 4, dinanya, Ra, Ka, Bu, Ka, śu, Ka, ika wênangnya, haywa muruging dina waneh ala dahat. Riwusannya mabratha raris lukar, ri sanggar rong tigã, luirnya makaryyã parayascita sari, iwak sarwa suci, têkaning saruntutannya gnêp, wus ratêng aturang dumun, ring Bhatarã Suryyã, raris lungsur sami, haywa simpang-simpanging wong len, ala dahat, hapan ngaran suryã bratha, tlas. Iki gagêlaran Sang Kunti Srayã, ritatkala ida…
24a. mañumbah sarwã bhatarã, salwiring bhatarãne agêng-agêng, ring sarwã pura-pura ring madyã, sane panêmbahaning sang ratu Bali, muah wong sajagat kabeh, iki gagêlaran Idane, muah nggen mangarad kawişeśan, şarana: sêkar campakã putih, iki pujaning sêkar, mantra: Ong Ang Ung Mang Yang phat namah swahã, raris sêkarang ring karņa têngên, pangasih dewa, yan sêkarang ring karņa kiwã panangkêb jagat, nagaran, muah panangkêb sarwã leyak. Yaning sêkarang ring pabahan, panangkêb sarwa bhutha, yaning sêkarang ring kuncir, panangkêb sarwã bicari, makerene mañêlêtang skare, iki swarane, Ong puryyêm. Muang apang dadi nêmpur luiring mranã, iki pujan skare muah, muah maungu sarwh magalak, mantra: Ong muryêm sarwã bicari, leyak klika rêp-sirêp, ring awak sriranku, tka nduh watêking sang bhuta kabeh, muah sang kala kabeh, Ong…
24b. strê buh, 3x, poma, tlas, utama iki . Iki kaputusan Kunti Srayã, wênang nggen panangkêb sang para ratu, muang sang prabhu, şarana: iduh soring lidhah, wus pujã, usapang ring śiwadwaranya. Tur karyannang banntên pamujaan, skadi mamrêteka manuśa pejah, rehnya teka dinãne rahayu, iki rajahnya, şarana, dluwang krêtas…
25a. Iki rajah prêteka, rajah dluwang krêtas, iki.
Wus marajah raris gsêng, uyêg arengê ring, pulang ring ñuh gadinge, muah buah cangurat, base bleng, raris pujã, mantra: Ong Sah mamarim, kama bibinjang, Ong Ha phat namah suahã, Ong Ang Ung Mang Yang, tlas. Pitaranya muah atmannya, muah Sang Kunti Sraya kasuken pangisin sabuk sutra putih, adêpa duang guli panjangnya…
25b. madaging pripih mas têmagã, muang dluwang krêtas mêrajah, puput sami iki.
Iki rajahan mas:
Rajah têmagã iki, Rajah kala iki.
Iki rajah dluwang krêtas.
Iki rajah sabuk putih ikã.
Iki sarining sabuk sami.
26a. Iki rajah sabuk.
Iki rajah sabuk putih.
Iti rajah sabuk, iti rajah sabuk putih. Wus marajah pripihe sami makaput ring dluwang kayu, pada buntilang ring sabuk ikã sami, duke makarya sabuk.
26b. ring diņã, byantara, kliwon, ri ngarêpin sanggar kawitan, makarya sanggar tutuwan ngarêpin sanggar kamulane, ditu pasupatining sabuke, astiti Ida Hyang Bhatari Durghã, aturin manguripang sabuke, apang dadi ya mangêndih sabuke, mapangurip sabuke ring gêtih satho irêng, olesin sabuke, bantêne munggah ring sanggar tutuwane, suci 2, sagnêp, iwaknya sarwã suci, dhakśiņa rongan denagnêp, artanya limang liyur, nanggu jinah liamngatuslae, sodaan jit kuskusan 2, iwaknya taluh maguling, pras pangambean, canang buratwangi lengawangi, pada majinah sawentêne, canang gti-gti gringsing, katipat kelan, canang payasan, canang gênten, canang tubungan, base lêmbaran, buah pasihan, madaging panabuh gnêp, macambêng masujang, ika sami munggah ring sanggar tutuwan. Muah bantêne ring…
27a. sor, ring gênah sabuke, sabuke mawadah dulang, duwur sabuke madaging sga mapinda jadmã, mancawarna rupanya, maalêd rwaning kumbang, maiwak jajêron bawi matah lêbêng denagnêp, nasi ika kaidêran dening sega solas tanding, mawadah kojong, iwaknya sarin sêkar, muah porosan, roko, lêkêsan kwangen pada masolas siki, idêrin gênahnya sêgane mareko jadmã, duwur sabuke, muah ring sor dulange, babantêne, pangulapan pangambeyan den agenêp, maiwak sato putih panggang, dhaksiņa mawadah sok denagnêp, bêrasnya limang kulak, arthanya alaksa satus selai, rantasan duang saparadêg, lanang wadon denagnêp, prasajengan, pañênêng lis, tpung tawar, sgawu, muah caru manca sanak, iwaknya sato brumbun, dadi jajatah tingkih panca sanak, mablulangin satho ikã, blulangannya…
27b. nggen manangkêb nasi mapinda jadmane, duwur sabuke sêgêhan agung, tatêbasan sidhakarya, prayascita sari, canang saraswati, katipan kelan, sami pada madaging jinah sawentêne, saha dhupa gêng, mêñan astanggi, majagau, cananã, manêngên, mangkanã dadaaran asêpe, iki mantraning gêtih panguripe dumun, mantra: Pakulun ingsun anguriping sarwã ginawe, anguripang dening gêtihing ayam irêng, sampun sira maurip, kauripang dening Sang Hyang śiwa Dityã, tka urip sidhi luih, tka urip, 3x. Wus puput mantranin sabuke, wus maolesin gêtih ayam ikã. Mantra: Ong Bhatarã Wiśņu, Ong Bhatarã Brahmã,Ong Bhatarã Işwarã, Ong idhêpaku Sangf Hyang Tunggal, anguripakên salwiring kawişeśan, Ang Ang, Ah Ahphat namah swahã urip, 3x. Muah pasupatinya sahã dhupa gêng, dusdus sabuke, sambi…
28a. lang amantra, mantra: Ong Ang nala gni paşah niñcêm, sarwã bujêm sarwã rupayêm, sarwã gni phata ye namah, Ong Ang panca rupêm danda murkariñcêm, Ong nirwigņa pasupatyêm, sawrã bhutha muksah rupêm, Ong dewa-dewi pasupatyêm, Ong sarwã bhute sarwh pisacyêm, sarwã kala wimokśalêm, pisacca dhurgã şaktyêm, bhuktyantu namah swahã, Ong rêm phate sudaya, murke rujêm swadah, Ang Ang sukśma swarêm namah, sarwã bhute Ung phat namah, tlas. Mangkana utamaning pasupati, şarana, toya, pancawarņa kang toya, wadah sangku têmagã, skarnya 5 warņa, sam-samnya têmên , pucuk kayu sugih, kayu mãs, bija kuning, sami pulang ring sangku, wus pinuja pasupati, ktisin sabuk ikã, ping 11, raris ngarcaņa dewa muah, mantra: Pukulun Nini Hyangning HyangHyangning Dalêm Kayangan…
28b. agung, manuşan Bhatara ngaturakên pasupati babantên ring Hyang Gori, bhuktinên sajinira iki sami, ajakan sarwang bhatarã sami, sarwã bhuta, sarwã dêngên panakta sami, wus sira mukti caru panca sanak, sumurupada ring sabuk ikã sami, lamakane śakti kang sabuk, tan kasoran dening sarwã wişeśaning manuśã. Mantra: Ong Rang Rang Ring Sah bhutê byonamah swahdãh, Ong Hrang Hring Sah sarwã dewya ya suryã muksah, 3x, Ang Ah. Wus mangkana ayabang bantêne sami, sor luwur, ring bhatarã, muang ring bhuta, matabuh gnêp, wus mangkana ring sabuke ayabin sagênêpe, lisin, pañênêngin, tpung tawarin, tabuhin, byakawonin, satingkahing manuśãne maoton. Wus mangkana raris lungsurang sami, parid, mangkana utamaning sabuk, tan sandeya ngangge sakarêpe, tlas.
29a. Nyan tingkahing lungã mandewã srayã, ring purã-purã, elingakêna uriping pancawarã, muang şad warã, muang tanggal panglong, ne wênang marginin, sane turun bhatara luirnya, Tang, 1, wnang marginin. Wurukung, paing, Tang 3, wnang marginin. Paniron, pon, Tang 7, wnang marginin, tungleh, wage Tang 5, wnang marginin, ikã turunan dewa sami, wnang marginin sapurh-purã, yaning liyan tan hana ala dahat, aja sakama-kama, lungã mandewã srayã, ikã sami elingakna. Muah kaputusan Kunti Srayã, apang wêruh aninggalang atmanya ring ragã, apang wêruh amati ragã, gêlarakêna ikã sami skadi arêp, nging mawastra pêtak sira trus, gêng smayannya, yan nilarang kaputusan, şarana, skar pucuk bãng, tur ngarêpin kukus, krebnya ginawe tikeh, tur mamujã, aradakna Sang Hyang śiwa, antuk atur Bali, ri…
29b. sampun wusan mangrêdanã Ida, raris mawedã, mantra: Ong Ang Ung Mang Yang phat namah swahã, Ong sarwha lêtêh tumurun ring Bali, putus umantuk ring ragankune, atmanku amati bayu, Ong Rang Rang Sah sarwã atmã ring raganku, madêg sira ring sunyantarã, bayunku pagêh ring sariranku, pitaranku muksah ring rãganku, ngadêg sira ring tawang, tka sêr 3x, atma tka sêr 3x, bayu sabdha idhêp pagêh, tka êp, skadi mati, Ang Ah. Raris amusthi amati ragã, tan kawasa makdipan, tan kawasa mkêk kan, pgêng bayunta sakewasanya, carmanya krasa wêsi, angganya krasa ta ulan, pulês tan pules rasanya, ngipi tan ngipi rasanya, yanya kraśa mangkanã, ikã, ngaran, mati ragã, atmanya, pinaranya, wus amor ring dewa nawã sangã, agêndhu raśa atmanya, pitaranya ring padha bhatarã sami, mangkanã tingkah…
30a. ing amati ragã. Wus puput anilarang kaputusan, ajak ñamanya catur, kaukin antuk atur Bali, barêng ajak mantuk, ring sunyantarã, wus putus, raris pesuang pamustinya, raris maśekarrura ring sêkar, muang jinah, 18 keteng, tur mêdaging ampas têbu ratu ne sukla, tur masuku tunggal skar rurã, wus maskarrurã, ngranasika muah ngrêngên antuk karņa kiwa jugã, apang pêdas, katilik, atmanya sami, pitaranya sami, sane ala, muah ne rahayu, ne putêk, lawan ne hning, pada maka duduan kramanya, mapan sêngka manilarang, bang tribwana kabeh, nging suang suang midenin, sakadi patêmuning ardha candra, mamuja saking manah, iki pujanya ring idhêp juga, mantra: Ah Ngêng Ngêng, 9x, sir sir 9x, tlas pamuktyannya mangke têlas. Muang Sang Kunti…
30b. kasuken pangijêng tungguh, ring Ida dewa di kayangan setra,paican Ida Sang Hyang Bhatari Durghã, ring Sang Kunti, pangijêng tungguh, muang tatulak tungguh, salwiring tan patut, muang sarwã wişeśa katulak denya sami, sagunaning leyak punah denya, reh sapisan, salek pitung dinã, sêngkêrnya, şarana, gni ring pangasêpan, mêñan majagau, renya ngarêpin sanggar kawitan. Babantênya canang gantal buratwangi, dhakśiņa arthanya 225, aturakna ring sanggar, ñêjêr , amantra ring tanggal pisan, mantra: Ang Ung Mang mijil Sang Hyang Tigawişeśa, Sang Hyang Reka mangraksa jihwa, Sang Hyang Cintya mangraksa idhêp, Sang Hyang Taya mangraksa bayu, Sang Hyang Paramawişeśa ngraksa sabdha, sapa wani ring aku leyak lanang wadon kdi, sama katulak, bhuta kala dêngên asih, …
31a. jadma manuşa sih, dewa bhatara sih, katon tan katon asih, asih saisining tribuwanã kabeh, ring pakaranganku teken aku, sing tka ala paksane pada tulak, 3x, tka sih sih, 3x, Ang Ah, jêng, poma, 3x. Muah pican Ida Hyang Nini Bhagawati, ring Sang Kunti, tatulak pangraksa jiwa, şarana, bija kuning 3 bsik, buntêl wênang, untal wênang, tigang taun sira wişeśa, sagunaning leyak tan tumama, rehnya ngarêpin sanggar kawitan, saha dhaksiņa muang canang, arthanya 225, ring dinã byantara kliwon, mantra: Ong idhêp aku Sang Hyang Tiga Dewata, prama sidhi pinaka ratuning tatulak, mangraksa jiwa wişeśa, tigang taun aku mañêngkêr urip, amurthi sakti, Sang Hyang śiwa Gandhu ring pabaan, śiwa Mrêti ring lidhah, śiwa Sumdang ring tingal, Sang Hyang Candusakti ring şabda, Sang Hyang Wiśņu Pancawarã ring…
31b. tangan, Sang Hyang Aji Puntang Panting ring lêpa-lepã, Ki Naga Lomba ring suku, Sang Hyang êmpu Bawu loring kulit, Sang Hyang Raja Pinulah ring rommã, sapa wani ring aku, leyak lanang punah, leyak wadon punah, leyak kdi punah, leyak mantarã punah, acêp-acêpan punah, papasangan punah, tka spi sunya sirêp sagunanya pug-pug punah, tka udhêp, 3x. Ong Sa Ba Ta A I Nama Siwayã, Ang Ung Mang, Ang Ah, tlas. Muah Sang Kunti Srayã kasuken sabuk poleng, tatêlu…
32a. barak, irêng, putih, panjangnya sadêpa musthi, 3 gêmêl, ring Ida Bhatari Durgha Dewi, iki padagingan śabuk ika sami, ne poleng tatêlu.
32b.
33a.
33b. Wus puput marajah sabuke ring dina skadi arêp, muah şrana pripih têmagã amusthi panjangnya, lumbangnya duang guli, rajah iki:
Muah pripih mas rajah iki:
Muah pripih slaka rajah kayeki:
Muah pripih wsi, iki rajahnya:
Muah pripih waja, rajah iki:
Muah pripih lañjung rajah kayeki:
Muah pripih kakuningan rajah kayeki:
Muah mirah irêng rajah iki:
Kaput dening pitolã sutra ne suklã. Pripihane sami makaput dening sutra pêtak ne sukla, raris kaput simpên ring sabuke poleng tlu, dhuke mañimpên sami, makaryã dakśiņã, arthanya kayeki…
34a. 225, canang lêngawangi buratwangi, sêgêhan agung, sam-sam bija kuning, iki panugrahannya ñimpên, mantra: Pukulun paduka bhatara Hyang Bhatari, manuśan bhatara añimpênakêna, maka daginging paptêt Bhatara Hyang, lugraha tangulun śinimpên, tan pamigna sarirã tunggal, pomã, 3x. Raris talinin, wus puput matali, sgêhin, dhaksiņanin, sêmbahin sam-sam muang sêkar, wus mangkana raris uripang, dening rah satho wiring, iki panguripnya, mantra: Pukulun Sang Hyang Tiga Wişeśã, Brahmã Wiśņu Iśwarã, anguripakna sarwã ginawe, Hyang Brahmã anguriping sarwã bang, dadi idhêp śakti, Hyang Wiśņu anguripakna sarwã irêng, dadi bayu wişeśa, Hyang Iśwarã anguripakna sarwa putih, dadi sabdha śakti, kauriping rahing ayam wiring, tka urip 3x., mabayu masabdha maidhêp, Ong…
34b. sadya wastu wiswahã, raris olesin rahnya, putihne irêngne barakne, pada olesin, wus puput mauripang, mangke pasupatining arêpin gdong kayangan setra, ring dinã tumpêk wayang, nuju wuudan, pang, gni rawanane tujuwang, babantêne katur ring dalêm ring jro gdong, suci gde 1, iwak itik putih ginuling, sodaan 1, iwak suci, dhakśiņa 1, arthanya 888, canang lêngawangi buratwangi, canang payasan, canang tubungan, canang gêntên, canang lêmbaran, pras pangambeyan, pada maiwak sarwã suci, pada ajinah sawentêne, matabuh gnêp, mangkana babantêne munggah ring tngah gdong, tur asêp. Muah ne ring sor babantêne, ngarêpin gdong, dhakśiņa gêng, arthanya 777, rantasan saparadêg, su …
35a. ci 1, iwak sarwã suci, pras pangambeyan, byakawon, sga caru panca sanak, iwaknya satho sudamala, tiningkah panca sanak sapatuting panca sanak alit, glar sangã, sga sokan, be karangan, jangan skawali, tuak saguci, matabuh gnêp, canang 21 tanding, pras agêng, tgên-tgênan, amuja têngah wêngine, pinuja ping 9, iki pasupatinya dumun mangstawayang, ring pangastawanya skadi arêp, sabuke gênah akêna ring arêp talêr, nangkêb sirah jadma tulangnya, makaput sirahe ring don byah, raris tangkêb ring sabuk ikã, raris pujakna iki pujanya, mantra: Ong Ang, Ong Ah, Mang Ah, Ung Ah, dewa angundang dewyêm, suryyã candrã pwa sudamêm, dewa şraya maha şaktyêm, namaste pasupaş…
35b. trêm, mantra ping 3, ngabakti ring skar pêtak, mangundang bhatara iki, dulurin atur Bali. Wus mangkanã, muah manunas panugrahan ring bhatarã, mantra: Ong anugrahã dewa dantyêm, dewa lingga swabyanêm, dewa dadhi manugrahêm, sakaryanku dewa lugrahêm. Ngabakti iki. Dulurin atur Bali, wus mangkanã raris pasupatinin, mantra: Ong Ang pasupatyêm gni wiryañcêm, pasupati dewa ghandêm,pasupati durghantyêm, pasupati gni winanyêm, Ong sri pasupati bhatari gyêm, dewi sawitryêm, lugrahêm dewya dewayêm, pasupati gni rañcanyêm, Ong pasupati jagat baktyêm, pasupati dewyã dalêm, rupã bhutha gni bwanañcêm, pasupati durgha dewatyêm, Ang Ang Ang gni astra phat namah, Ung Ung Ung surya kotti phat namah, Mang Mang Mang candra suksmã dewaya phat namah, tlas. Raris tir…
36a. thanin sabuke ring toya pasupatine. Mantra: Ong tirthantu mahh mantrêm, toyantu mahã pawitrêm, tirtha hning mahã şaktyêm, pasupati dewa dantyêm. Kêtisang ping 9, skarrurain ring skar, mantra: Ong puspêmi swahã, 3x. Sêmbah bija, mantra: Om Ung satêm samarpayaya namah. Asêpin, mantra: Ong dhupa dhipêmmi swahã. Wus mangkana yan tan karasa idhêp magilêsan kadi nanipi, lêkak-lêkuk, muah pasupatining skadi arêp, wedanya patêh, ping 9, pujaknã, yan tan karaşa idhêp, yan wusanya kraşa idhêp, aturang babantêne ring gdongan, ring atur Bali, tur tabuhin, wusanya ring gdongan, raris ring sabuke, aturin caru, mantra: Pukulun sedahaning dalêm Sang Klikã Joti Sraņã, ajak sarencang ira kabeh, amuktisarining caru…
36b. tiningkah panca sanak, lah pada bhuktyanta, Ong bhuktyantu sarwã bhutanêm, bhuktyantu kala mawañcêm, bhuktyantu pisace gyêm, Ong bhutha loke botaya swadha, Ong kalã loke boktaya swadhah, Ong pisace loke boktaya swadã, riwus sira amukti caru, sumurup ira ring jroning sabukirã, apang kwaśa sidhi śakti, luputing sarwã alã, Ang Ahn jêng. Wus mangkana, matabuh, mabyakawon, sabuke katêpungtawarin, wus mangkanã ayabin sabuke bantêne sami, wus mangkanã, raris lungsurang sami, tlas. Utamaning sabuk iki, yan kraşa idhêp, nging aja wêrã, madwe iki. Muah Ida Sang Kunti saduk Idane mandewã srayã ring pusêh kasuken sabuk sutra putih, 3 ilêh ring wangkong Ida Sang Kuntine, madaging pripihan têmba…
37a. ga, sacêngkang dawanya, lumbangnya 3 jai, muah pripih slakã tlung ñari lumbangnya samusthi, muah pripihan mas sagêndul, marajah kayeki rajahnya, wus marajah sami kaput dening dluwang krêtas, wijinan, dluwange matastra iki, ngaput mase, mantra: Ih ilata wryung şyah wêr, 3x. Pangarêtan têmagãne iki.
Iki rajah têmagãne:
Iki rajah slakãne:
37b. Saśtranya, mantra: Hêng Hêng Hêng Sryêm Ung phat. Pangaput slakãne, iki sastranya, mantra: Uh Uh Ijatu Twa, êr, 3x. Wus puput pada makaput, raris simpên ring sabuke. Mangke rarajahan sabuk iki sami, ika sami tulising sabuk putih sami, wus marajah sabuke, raris kaputin pripihane sami, ring sabuke putih.
38a.
38b. Duke ñimpên sdagingnya sabuke putih, sahã dhakśiņa, arthanya 250, canang 11, sêgêhan, mantra: Pukulun Sang Hyang sinuwun kidul, ingsun añaluk pinugrahan, ring Sang Hyang Sinuwun Kidhul, lah ta nahulun cên tulahã, tka wênang, 3x. Wus puput matali sami, maka tatigã, sêgêhin, dhakśiņanin, tabuhin. Raris uripang, ring gtihing satho putih tulus,iti mantranya: Pukulun sira gtihing satho pêtak, inguripang gtih ira dadhi wişeśa urip, tka urip, 3x. Wusnya nguripang, raris pasupatinin, ring pura pusêh, ring ngarêpane gdong gde, sahã babantênen munggah ring gdong, canang 11 tanding, dhakśiņa apit lawang, jinahnya padha 250. Soang-soang ajêngan putih ku…
39a. ning, panabuhan. Bantêne ring sor arêpan sabuke, sabuke winadahan dulang, mdaging canang buratwangi, masusun ring sabuke, sêga kêpêl sliwah, atanding, iwaknya rah matah, ikã ring sabuke magênah, babantêne arêpan sabuke, dhakśiņa gêng 1, arthanya 888, pras pangambeyan, prayascita luwih, sasayut śidhakaryyã, katipat dampulan mataluh maguling, ajengan jit kus-kusan, iwaknya taluh maguling, mabyakawon, sêgêhan 9 tanding mawarna gnêp, amuja angarêpaken sangku tmagã, mêdaging toya suci 5 warņã, sêkarnya 5 warņa, sam-samnya denagnêp, bija kuning, sahã dhupa gêng, mñan madhu, tan kapgatan, ngastawa skadhi arêp, dumun, sêkadi pangastawannya mandewã srayã, sêkadi arêp, wus mangastawã…
39b. dulurin atur Bali, ring bhatarane ring pusêh, wus puput aturnya, raris masupatining sabuke, wus puput ring dewa, iti wedanya, ngaran mantra: Ong sri pasupati tri dewatyêm, Brahmã Wiśņu Maheşwarêm, dewa gandhêm mahã şaktyêm, pasupati bajra tikśnêm, dewa dewi mahã śaktyêm, pasupati gni sabwanêm, sarwã krura mukã bayêm, Ong pasupati gni sabuwanêm, krura rupã mahã kalêm, gora rupã mabusanyêm, pasupati phataye Ung phat, Ong Ang gni rahasya dewyêm, pasupati nirwignêm, pasupati sarwã buthanêm, sarwã śatru prabuktanêm, Ong Gangga Dewi mahã punyêm, amrêtyêm dewa pujêm, pasupati sarwã sangjatyêm, sarwã rogha wimoksanêm, Ong jaya puja mahã şi…
40a. dyêm, pasupati sarwã karyyêm, sidhakaryêm ya mahã mantrêm, pasupati phataye Ung phat, Ong Ang Ung Mang Yang Hang Tang Rang Rang şah wosat swahã, tlas. Wus puput sahã pujã, raris kêtisin sabuke, ring toya ikã ping 11, mantra: Ong Ung toyantu dewa gandhêm, toyantu mahã pawitrêm, toyantu mahã sidhyêm, sarwã şakti gorã rupêm. Wus maktis sambêhin bija kuning muang sêkar, mantra: Om Ong satêm misudêm swahã, Ong Ung puspêm suryya debyoh namah. Raris asêpin, mantra: Ang Ang dhupa linggaya namah, Ang Ang dhupa mrêthaya namah, Ang Ang Brahmã sukaya namah. Wus puput mapasupati, aturang babantêne ring bhatara ring pusêh, ayabang, tabuhin sami, wus irikã, raris ring sabuke, byakawonin, tpungtawarin, tatbusin, raris ayabin, sgêhin, ra…
40b. ris lungsurang babantêne sami, tlas. Puput sabuk punikã dahating utama. Muah Sang Kunti Srayã, saduke mandewã srayã ring pura sadhã, kapaica pdaging sabuk putih tatununan, nging wang rare manunun, yaning wang tuwa wusan ngrêja wênang, nging puput sadinã tununnya, padaging sabuk ikã iki pawongannya sami, muang akśara wyañjana wreastrã, aksara catursandhi, dadi panaging sabuk putih, sinuratang dening mangsi, duke manulis sabuk, sahã dhakśiņa gêng, arthanya kayeki, 525, canang lêngawangi buratwangi, sêgêhan agung, pras pañênêng, iki sastra aśtasandhi:
41a. Ikã munggah ring sabuk, kayeki marajah sabuke sami kadi iki.
Iki Sang Hyang Singlar, pangalah wiśyã pangasih wang sajagat.
41b. Iti Sang Hyang Angga şakti, panulak sarwã wişeśã baya, muang panulak leyak.
Iti Sang Hyang Ayu Luput, luput ring pagawe alã:
42a. Iti Sang Hyang Tulak Tanggul, ngaran, pananggulin urip. Manulakang sarwã maraņã.
Iti Sang Bhuta Maya Siluman. Maya-maya palanya, tan katon dening satruntã.
42b. Iti Sang Hyang Rabut Bhwaņa, panangkeb jagat pangrês satru.
Iti Sang Hyang Agora pamunah desthi, pwa pamunah leyak, pamunah sarwã mraņa.
43a. Iti Pamunah Sakti, pangasih wong sajagat kabeh, pangrêp sarwã bhuthã.
Muah yannya wus puput mêrajah, sasntunin, prasin, sgêhin. Raris pasupatining ring pura pura sadhã, ngarêpin gedong, babantênya sucine mngguh maring gêdong, denagnêp, iwak sarwã suci, dhakśina gêng denagnêp, arthanya, 525. Canang den agnêp, ring sor pajnêngane gênahang sabuke, wadahing dulang, susuning canang buratwangi lêngawangi, canang payasan, pabrêsihan…
43b. muah arêpan pujã, dhakśiņa gêng denagnêp, arthanya 5550, sêgêhan nasi warņa, sêga sasah, mawadah don muñcuk biyu, iwaknya sudang magoreng, nasi sokan, be karangan, pras pangambeyan, sasayut prayascitã, katipat gong, iwaknya taluh maguling, pañênêng lis, tatabuhan denagnêp, amujã, şarana: idhuh ring tungtunging lidhah colek dening linjong, olesin sabuke, tunggal nyusannya amujã olesin idhuh, ikã pasupatinya, nging astawã dumun skadi arêp, wus mangastawh pujakna kang pasupatinya, iki , mantra: Ang Hêng Eng Wong sat swahã, Rang Rung Syang Syung swahêm, aeng aeng, tlah tulah phat swahêm, wrong put wryêm pasupatyêm phat namah, pasupataye ghni sabwaņa tung tang swahã, tlas. Mantra…
44a. kna ping 9, aja ambêkan, tunggal yusan mangolesin sabuk, muah amujã skadi arêp, kengêtaknã, yan puput denya ping 9, ngêndih palanya kang sabuk, nging amusthi nampa sabuk sakewasanya, yan tan marasa ngêtor kang sabuk, aja wus mamusthi, yan tan mangêtor baat pisan rasanya, yan samangkana swekna pamusthinya, ayabang bantêne sami, ring atur Bali, wusnya sabuke ayabin sêkadi tingkahing mangodalin, matêpung tawar, matatbus, tunasang tirthã ring Bhatara Pasupati, nggen manirthanin sabuk, wus mangayab, raris lungsur sami, wusnya matabuh, tlas. Mangkana utamaning sabuk, tan śandeya mangrangsuk sabuk ikã, rêp denya sarwã galak, nging aja werã. Muah hana panga…
44b. nikan Hyang Bhatari Durgha ring Sang Kunti Srayã. Ih ñai Kunti Srayã ne hana knêh meme têken ñai, apang ñai nututin kênêh memene, dadhi panêmbahaning leyake di jagate, dadi ñai śiwaning leyak sami, singgih titiyang ngiring pakahyunan Idewa, raris kareka Sang Kunti, karajah layahne Sang Kunti, muah pabahane, tangan sukunya pada mêrajah, tur mwuntal ring dluwang krêtas mêrajah ring ndã, muang ngontal papuswaning satho irêng marajah ngilangang êndih, wus puput panugrahan bhatara ring Sang Kunti, ngaraning kawişeśaning panugrahan, ngaran, Aji Sakama-Kamã, utamaning kawişeśan, panêmbahaning sarwã bhuta leyake sami, minakadi bapã ibuning leyak, mapan wus kaprali…
45a. ņa denirã Hyang Bhatari Durghã, rehnya ring sanggar kawitan, ring dinh, Anggara Kliwon, bya, idhêp tan paran-paran, prama sunya angisti ring ngati, aja obah, ring pangistinya, tan sidha palanya, masadanã canang 3 tanding, dhakśiņa 3 denagnêp, arthanya 777, swang-swang, muah tawuraknh rikala pati, sgêhan agung, 77 tanding, iwak bawi pajagalan, urab bang muang putih, maduluran babakaran bawi matah, daging jajêron, sajêng ratêng, matoyã, rehnya mgêng bayunya, alêkah woh, wijilakna mantrã, mantra: Ong dewa şakti sukśma ta yã, pramã śakti, kawijilanirã, ring tung-tunging ongkara sakti murthi, mungguh ring nirbaņa sunya, ring akaśa ngambarã, atapakan bayu satêm abarã, inulêsan ni…
45b. rã nila bajrã, mahlar ku bayu, skar ranti şakti murthi, mahã barã, agni prêlina sukśma ring awak sarirankune, aku huluning bwana ta yã, aku uriping akaśã, sarining sakti mahãbarã, amijilakên dewã manuśã, rakśaşa pisaca, sarwã durgha wişeśa ring rat, Ong dewwya suksma Sang Hyang Windhu Mayã, amijilakên sari, ring şariraning bwana amurthi ring bwanã, amijilakên sarwã yudha, bajra mêtu ring pupuning tangan têngên, danda mtu ring pupuning tangan kiwã, trisula mtu ring tujuhku kiwã, cakra mtu ring dadanku ring arêp, agni suksma mtu ring sarwaã sandhinku, sarwã durghã wişeśa, leyak desthi tluh têrangjana, mêtu ring śariranku, sarwã bhutha gana pisaccã, mtu ring ambekku, salwiring jadma manusa rêp-sirêp, tka nêmbah ring awak śariranku, a…
46a. pan aku kamulan bapã akaśã, muang ibu prêtiwi, hapanaku sarining leyak śakti, hapan aku umawak tri tatwa şaraşwati, kaputusan aji sekama-kamã, asirah aku Sang Hyang Angkasa, pangawakku Sang Hyang Ong Prêtiwi, şakti aku şakti, 3x, bapanku akasã, ibunku prêtiwi, Ang Ong Eng Hang ya namah, abang bawanku têngên, bajranala sangjatanku, Ong Ang Eng Hang ya namah, irêng bawanku kiwã, cakra bayu sangjatanku, Ong Ong Ong Hang ya namah, putih awak sariranku, gni suksma ring adñana wişeśã, Ong Mang Eng Hang ya namah, jêng Ong bhutha suksma, kalã suksma ring sukunku têngên, ih iba Sang Bhutha Yaksa Yaksi Rajã, ring sukunku kiwã, ih Bhutha Durghapati, ring tlapakan sukunku, ih Leyak Gundul ring tlapakan sukunku kiwã, ih leyak Anggrek, sarwã…
46b. Durghã Sakti, tinampak ring sukunku, hapan aku guruning leyak şakti, hapan aku mawak Sang Hyang Ongkarã Murthi Akaśã, Ong sarwã durgha wişeśa nêmbah, sarwã leyak desthi tluh têrangjana, tka rêpsirêp ring awak sariranku, sing tka kabeh nêmbah, leyak putih nêmbah, mibêr aku tan katon, 3x, dwaraning awak , bur, 3x, amor aku ring dewatã kabeh, Hang tungganganku anilambarã, sarwã tumbuh ring bwana rêp, umrêm, tka ulap, tka rarêm, 3x, Ong siddhi swahã, 3x. Iki panglêsuanya, mantra: Ong Sang Hyang lambarã mulih ring Sang Hyang Akaśã, sarwã wişeśa mulih ring bayu sabdha idhêp, Ang Ung Mang, jêng, ,hre Crê, na, ba, dyêm, ga, sor, jêng, , tlas. Anggenalini tlung ilêh, şa, ba, ka, ju, ma, sawang, simbu,…
47a. ja, lara, bwa, ca, tlas. Aja wera. Iti sarining pangiwã, brahmaņa, satrya, weśyã, kewasã ingangge, lyaning Sang Kunti, wkasing wkas, wang sudra tan lugra ingangge, mapan utamaning utamã, Sang Hyang Lêbur Jagat, ngaran, kawisesanira, iki maka sarinya.
47b. iti sarining pangiwã kabeh, ngaran, Sang Hyang Lêbur Jagat, ratuning pangiwã sari, pinakã guruning pangiwã kabeh, dadi guruning pasamuaning Gunung Agung, kalugrahã dadhi sêdahaning ring Gunung Agung, mangawã surat katrangan ring Gunung Agung, dewatã pada lugrahã, iti kmi tutuwuh Sang Kunti, pican dalêm bhatari, wênang buntil, şarana, daluwang krêtas, marajah, kayeki, tlas tutur Sang Kunti Srayã.
48a. kayeki:
48b. pala, pangeling-eling, duk padêm ramane kêñcêk, duk ring dinã, wrê, U, wara dungulan, thiti, kreśņapakśã, pang, ping, 8, şaşih, ka, 6, rah 3, tênggêk, 6, Isakã warśa, 1863

Demikian salinan Lontar kunti Sraya, semoga bisa bermanfaat untuk keselamatan dan praktik raja yoga dalam hal ini pangiwa.