Jumat, 20 Mei 2022

LEAK


PROSES nge-LEAK
Pada dasarnya ilmu ini sangat rumit dan rahasia sekali. Jarang seorang guru mau dengan terang-terangan memberikan ilmu ini dengan cuma-cuma. Begitu juga saya belajar dengan tiga guru dengan sangat susah payah harus ngesorang rage biar bisa diterima jadi murid. Dalam hal ini sebenarnya saya tukar ilmu dengan para guru saya, saya belajar ilmu Bali guru saya belajar ilmu versi India.

Sebelum belajar ilmu leak terlebih dahulu harus diketahui otonan (hari lahir versi Bali) orang tersebut. Hal ini sangat penting, karena kualitas dari ilmu yang dianut bisa di ketahui dari otonannya. Contoh, apabila murid mempunyai otonan SUKRA PON MEDANGSIA berarti dewanya adalah Brahma, otomatis karakter orang tersebut cendrung emosional dalam hal apapun dan digandrungi perempuan. Nah, sang guru harus hati-hati memberikan pelajaran ini kalau tidak murid akan celaka oleh ilmu itu sendiri. 

Setelah diketahui barulah proses belajar di mulai. Pertama-tama murid harus mewinten Brahma Widya, dalam bahasa lontar "ngerangsukan kawisesan", dan hari baik pun tentunya dipilih oleh sang GURU. Tahap dasar murid diperkenalkan dengan AKSARA WAYAH atau MODRE yang sifatnya baku. Selajutnya murid dirajah seluruh tubuhnya, dari atas sampe bawah oleh sang guru. Hal ini di lakukan di kuburan pada saat kajeng kliwon nyitan.
#SUMPAH.

Selesai dari proses ini barulah sang murid sah diajar oleh sang guru. Ada 5 sumpah yang dilakukan di kuburan :

#1 Hormat dan taat dengan ajaran yang di berikan oleh guru

#2 Selalu melakukan ajapa-ajapa dan menyembah SIWA Dan DURGA dalam bentuk ilmu kawisesan,

#3 Tidak boleh pamer kalau tidak kepepet, selalu menjalankan dharma,

#4 Tidak boleh makan daging kaki empat, tidak boleh bersetubuh

#5 Tidak boleh menyakiti atau dengan carapapun melalui ilmu yang kita pelajari.

Mungkin karena peraturan nomor empat ini sangat sulit akhirnya kebanyakan ilmu ini dipelajari oleh perempuan, sebab perempuan lebih kuat menahan nafsu birahi dibandingkan laki-laki. Di Bali yang namanya Rangda selalu indentik dengan wajah seram, tapi di Jawa di sebut rondo yang berarti janda. Inilah alasan mengapa dahulu para janda lebih menguasai ilmu pengeleakan. Wanita lebih kuat nahan nafsu. Pada dasarnya kalau boleh saya katakan ilmu ini berasal dari tanah Jawa.
#TINGKATAN PELAJARAN.

1. Tingkat satu kita diajari bagaimana mengendalikan pernafasan, di bali dan bahasa lontar di sebut MEKEK ANGKIHAN, atau PRANAYAMA.

2. Tingkat dua kita diajarkan visualisasi, dalam ajaran ini di sebut "NINGGALIN SANGHYANG MENGET"
3. Tingkat tiga kita diajar bagaimana kita melindungi diri dengan tingikah laku yang halus serta tanpa emosi dan dendam, di ajaran ini di sebut "PENGRAKSA JIWA".

4. Tingkat empat kita di ajar kombinasi antara gerak pikiran dengan gerak tubuh, dalam bahasa yoga di sebut MUDRA. Karena mudra ini berupa tarian jiwa akhirnya orang yang melihat atau yang nonton dibilang nengkleng(berdiri dengan satu kaki). Mudra yang kita pelajari persis seperti tarian Siwa Nata Raja.

Tingkat empat barulah kita diajar meditasi, dalam ajaran pengeleakan disebut "NGEREGEP", yaitu duduk bersila tangan disilangkan di depan dada sambil mengatur pernafasan sehingga pikiran kita tenang.
5. Tingakat lima kita di ajarkan bagaimana melepas roh (MULIH SANGHYANG ATMA RING BAYU SANDA IDEP) melalui kekuatan pikiran dan batin. Dalam bahasa sekarang disebut LEVITASI, namun berada di luar badan. Pada saat levitasi kita memang melihat badan kita terbujur kaku tanpa daya namun kesadaran kita sudah pindah ke badan halus. Disinilah orang disebut berhasil dalam ilmu leak. Namun ini cukup berbahaya kalau tidak waspada dan kuat iman, kita bisa tersesat di alam gaib. Karena kalau sampai lama tersesat bisa mati. Ini disebut mati suri. Maka Bhagawadgita benar sekali saat mengatakan, "apapun yang kamu ingat pada saat kematian ke sanalah kamu sampai, dan apapun yang kamu pikirkan begitulah jadinya."
Tentu dalam pelajaran ini sudah pasti dibutuhkan ketekunan, puasa, dan amal baik, sebab ilmu ini tidak akan berhasil bilamana pikiran kita menyimpan dendam, apalagi kalau tujuannya tidak baik. Saya yakin tidak akan mencapai tujuannya. Kendati demikian godaan selalu akan datang, seperti nafsu seks meningkat. Ini alasanya mengapa tidak boleh makan daging kaki empat, dan kita diajurkan tidur di atas jam 12 malam agar kondisi agak lemah sehingga nafsu seks berkurang.

Celakanya apabila kita melepas roh saat lewat di rumah tetangga yang sedang mempunyai bayi, otomatis bayi tersebut pasti terbangun dan menagis teriak-teriak. Hal ini disebabkan daya tangkap gelombang bayi masih sangat peka. Bayi tersebut sebenarnya tidak takut, sekedar kahet karena merasakan "tabrakan frekuensi" tiba-tiba. Maka dari itu dalam dunia leak, ada aturan yang menyatakan dilarang keras melewati atau berada dalam keluarga yang mempunyai bayi untuk melepas roh (nglekas). 
Nah, bagi yang jahil tidak tertutup kemungkinan melepas roh dan mondar mandir di depan rumah orang yang punya bayi, ini yang sering terjadi di Bali. Apalagi ada orang sakit keras, kita iseng lewat atau sekedar jenguk melalui roh sudah dipastikan orang tersebut kaget dan bisa jadi denyut jantung berhenti, alhasil mati. Inilah hal-hal yang oleh orang awam dikatakan bahwa leak itu jahat. Maka dari itu sang balian yang bijak akan memagari rumah orang sakit atau yang punya bayi itu dengan aksara tertentu, yang artinya sebagai simbol "PARA PENGANUT LEAK DILARANG MASUK !!!". Apabila ini dilanggar maka perang atara leak dan balian pun terjadi, masalah kalah dan menang tergantung siapa yang mumpuni. Nah inilah yang sering terjadi di Bali yang di sebut dengan siat peteng. Pada umumnya pihak leak yang sering kalah, sebab leak tidak mempelajari ilmu menyerang.

Kamis, 19 Mei 2022

Catatan Wali

Semangat terus nak. Nilaimu sudah sangat baik. Jangan berkecil hati karena memang perbedaan nilainya sangat kecil. Kamu tetap membanggakan.

Pertahankan prestasimu. Banggakan orang tuamu. Teruslah belajar tanpa mengenal kata putus asa.

Ayo belajar lebih giat, agar prestasimu meningkat. Bapak percaya kamu bisa!
Selama ini kamu banyak mengalami perubahan positif, terutama dalam hal kedisiplinan. Sekarang kamu sudah menjadi anak rajin. Pertahankan ya.

Kamu mempunyai kemampuan yang sangat luar biasa. Kamu cerdas.

Nak, kamu mempunyai kemampuan akademis yang bagus, namun kamu perlu lebih banyak bergaul dan berkomunikasi dengan teman di sekolah. 

Kamu harus lebih percaya diri karena Kamu pintar dan kamu luar biasa!

Nak, Suatu saat kamu pasti bisa meraih cita-citamu. Teruslah belajar dengan giat dan jangan mudah menyerah.

Kamu memiliki semangat yang tinggi dalam belajar, tahun depan Ibu yakin nilai kamu bisa lebih dari ini. Semangat!.

Metode belajarmu sudah bagus, pertahankan dan jangan sampai prestasi kamu menurun ya!

Secara umum, kamu sudah mengalami peningkatan dalam bidang akademik. Rata-rata nilai kamu lebih baik dari semester sebelumnya. Pertahankan dan tingkatkan belajarmu.

Semangat terus untuk meraih cita-citamu nak. Doa Bapak guru akan selalu menyertai murid – muridnya.

Jangan bosan untuk terus belajar ya, ujian nasional sudah dilalui. Pastikan Kamu tidak menyesal di hari depan.

Sebenarnya nilai kamu sudah cukup baik, namun jika cara belajarmu diubah menjadi lebih baik, sepertinya prestasimu bisa lebih baik lagi nak!

Terus belajar ya nak! Raih terus keinginanmu di masa depan hingga kamu bisa mendapatkannya!

Walaupun nilai Kamu sudah bagus, jangan sampai kamu tinggi hati dan teruslah mempertahankan prestasimu ya nak.

Sudah banyak peningkatan yang terlihat dari nilai – nilaimu sejak pertengahan semester hingga akhir semester ini. Good job! Teruslah berkarya!

Nak, kamu bisa mendapatkan nilai lebih tinggi dari ini kok, asalkan kamu lebih giat ya dalam belajar.

Nilai harianmu sudah baik, mungkin saat ujian perlu dilakukan pengasahan kembali agar nilainya juga baik. Sayang bukan jika nilaimu jatuh saat ujian dan berdampak cukup besar bagi nilai rapotmu secara keseluruhan?

Ada banyak bimbingan belajar, buku latihan, dan akses pelajaran gratis di internet untuk bisa menambah wawasanmu. Jangan patah semangat.

Prestasi kamu sangat membanggakan, selamat dan semoga sukses terus kedepannya.

Jangan sampai prestasi non akademik kamu menutupi prestasi akademik kamu ya nak! Semangat kau pasti bisa nak!

Nak, pertahankanlah prestasi yang kamu miliki saat ini. Terus tingkatkan semagatmu dalam belajar. Saya menghargaimu

Nilaimu saat ini lebih tinggi dari semester kemarin. Teruslah belajar dan dapatkan nilai yang lebih baik lagi

Nak, kamu termasuk siswa yang cerdas, tapi tolong perbaiki sikapmu agar menjadi contoh bagi teman-temanmu.

Di semester ini kamu mengalami peningkatan sehingga mendapat ranking satu. Bapak harap kamu dapat mempertahankan prestasi tersebut.

Nak, di semester ini kamu sudah absen 7 kali tanpa keterangan. Untuk selanjutnya tolong lebih rajin sekolah jika tidak ingin diberi sanksi.

Nak, kamu siswi yang pandai dan rajin belajar, tapi kamu sedikit individualis. Jadi tingkatkan pertemenanmu, jalin hubungan yang baik.

Nak, kamu satu-satunya siswa yang paling malas belajar. Sudah beberapa kali kamu tidur di kelas saat jam pelajaran. Tolong perbaiki sikap kamu jika tidak ingin di beri sanksi.

Pertahankan nilaimu saat ini. Semangatmu dalam belajar merupakan hal positif.

Tingkatkan waktu belajarmu dan kurangi waktu bermain. Kamu perlu belahar lebih agar tidak tertinggal dengan yang lainnya.

Nak, tingkatkan motivasi belajarmu untuk mendapatkan nilai yang bagus.

Nak, di semester ini kamu sudah 5 kali bolos sekolah. Perbaiki sikap kamu, ini peringatan terakhir.

Nak, tidurlah lebih awal, jangan begadang lagi. Karena itu mengganggumu saat proses belajar di kelas.

Pertahankan semangat belajarmu dan tularkan juga kepada siswa lain agar lebih bermanfaat.

Kunci kesuksesan adalah semangat belajar. Jadi tingkatkan terus semangat belajarmu untuk meraih kesuksesan.

Pertahankan terus nilaimu, semangatmu untuk menjadi yang terbaik adalah hal positif.

Nak, kamu adalah siswa yang ramah. Pertahankan sikap positif tersebut dan sebarkanlah kepada yang lainnya.

Teruskan berkarya dan jangan lupa untuk selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki.

Nak, jangan pantang menyerah, kamu pasti bisa. Semangat terus dalam belajar.

Rabu, 18 Mei 2022

UPACARA UPANAYANA DAN SAMAWARTANA

Menurut kamus Agama Hindu, Upanayana : Upacara penyucian murid yang baru belajar Weda yang dilakukan oleh seorang Guru. Dalam Kitab Sathapatha Brahmana dijelaskan : Bahwa seorang Acharya meletakkan telapak tangannya di ubun-ubun anak itu sebagai simbol persatuan dan pencurahan seluruh personalitenya kepada murid-muridnya dan setelah itu barulah diajarkan mantra sawitri untuk menjadikannya sebagai seorang brahmana.(konsep-konsep śraddhā agama Hindu).
Upanayana artinya mendekatkan, saat itu si anak didekatkan dengan gurunya yaitu Guru spiritual. Sang Guru mengenakannya benang suci yang disebut Yajnopawita dan mentasbihkannya dengan pemberian mantra Gayatri dan sebuah tongkat. Ini merupakan permulaan dari Brahmacarya yaitu kehidupan membujang dan mulai kehidupan belajar. (Intisari ajaran Hindu, Paramita Surabaya, 2003).
Upanayana yaitu upacara ini siap dimana seorang anak untuk pertamakalinya diterima untuk masuk berguru pada seorang Guru spiritual. Umur anak itu dihitung sejak dalam bentuk pembuah pertama, artinya sembilan bulan sebelum lahir.(Manawadharmasastra II.36). Swadyaya yaitu belajar sendiri tentang Weda, mempelajari Weda. Wrata : brata, yaitu dengan mengendalikan hawa nafsu, berjanji untuk sesuatu yang melanggar ketentuan misalnya Sawitri wrata (brata sawitri), tidak makan daging, tidak tidur dan lain-lain. Melakukan Upacara Sawitri, upacara pengucapan mantra sawitri sebagai simbol masuk sekolah pertama. Mantra sawitri adalah mantra Gayatri. Berdasarkan ayat ini ditetapkan batas maksimum seseorang untuk memulai mengucapkan mantra sawitri (belajar) Yang kalau tidak dilakukan dalam batas umur itu mereka itu di ancam kapatita (dijatuhkan dari golongannya) dan menjadi wratya (orang barbar) yaitu golongan diluar warna yang empat dan dikucilkan dari kearyaannya.(Manawadharmasastra II.28). Seorang yang ingin ahli dalam Weda, menurut beberapa kritikus kurang tepat untuk dikaitkan bagi anak yang bersangkutan tetapi harapan orang tua si anak menginginkan anaknya ahli dalam bidangnya, ayahnya harus telah menyekolahkannya (mengupanayanakannya) pada umur yang lebih muda, seperti untuk golongan brahmana dimulai pada umur 4(empat) tahun 5 (lima) bulan. (Manawadharmasastra II.38).

#Upacara Upanayana ialah upacara kecil untuk menandai seseorang yang telah masuk ‘lingkaran guru-murid’ dalam ritual upacara agama. Upacara ini ditandai dengan pemberian benang suci dan siro wisata oleh sang Guru. Benang dan sirowista ini sebagai simbol bahwa murid dan Guru terikat erat seperti pilinan benang itu. Benang itu memiliki arti bahwa ikatan antara Guru dan murid itu tidak akan terlepas begitu saja meskipun antara Guru dan murid itu tidak memiliki hubungan darah. Sedangkan ikatan Sirowista memiliki makna agar murid selalu pikirannya fokus dalam menuntut ilmu. 
Guru adalah seperti orang tua bagi sang murid. Semua perkataan Guru seharusnya dipatuhi dan ditaati oleh murid tanpa bantahan dan kesangsian. Karena seperti juga orang tua, Guru hanya akan memberikan yang terbaik untuk muridnya. Dan seperti juga orang tua, seorang Guru seharusnya menyayangi murid-muridnya seperti orang tua sayang pada anaknya.

Upacara:
Pejati, ayaban manut pangapti, tebasan pasupati, tebasan pangidep hati, tebasan saraswati, pabiyakala, durmangala, prayascita dan pengulapan. 

Uparengga:
Benang tridatu, sirowista dan kalpika. 

#Upacara Samawartana adalah upacara mengakhiri masa Brahmachari/masa menuntut ilmu pada tiap jenjeng pendidikan. Jika jaman modern kita mengenal istilah Wisuda. Dalam Hindu kita mengenal upacara Samawartana. Sama seperti ketika kita mengadakan pesta perpisahan sebagai tanda selesainya masa pendidikan, begitu pula sebagai tanda berakhirnya tahap pertama kehidupan yaitu Brahmachari Asrama menuju tahap selanjutnya; Ghrihasta Ashrama. Umat Hindu melaksanakan upacara ritual Samavartana. Upacara ini sebagai tanda selesainya masa pendidikan awal, menengah, umum dan akan memasuki lapangan pekerjaan dan membangun keluarga. Samavartana Samskara bertujuan untuk memberikan petunjuk dan tuntunan terakhir tentang pengendalian indria, berdana punia dan kesejahteraan umat manusia.


Mantram Puja untuk Dewi Saraswati

Om Saraswati namostubhyam
Warade kama rupini
Sidhir astu karaksami
Sidhir bhawantu sadham

Om Pranamya sarwa dewanca
Paramãtma nama wanca
Rupa sidhi karoksabet
Saraswati nama myaham

Om padma patram wimalaksmi
Padma kçara nandini
Nityam padma laya dewi
Tubhyam namah Saraswati

Om Brahma putri maha dewi
Brahmanye Brahma nandini
Saraswati sajňna yani
Praya naya Saraswati

Om kawyam wyakaranam tarkham
Weda çastram puranakam
Kalpa sidhini tantrani
Twam prasadat karoksabet

Om sulabha twam swara mantra
Irabheyam phalakam param
Sarwa kleça winaçanam
Santhi twam sanggatot manam

Om atheni rasa hasranam
Sarwa roga winaçanam
Twam mama sarwa sidhyantu
Sarwa karya prasidhyaye

Om Sang Saraswati sweta warna ya namah swaha
Om Bang Saraswati rakta warna ya namah swaha
Om Tang Saraswati pita warna ya namah swaha
Om Ang Saraswati kresna warna ya namah swaha
Om Ing Saraswati wiçwa warna ya namah swaha

Om sukham bhawantu, purnam bhawantu, çryam bhawantu
Om Sidhirastu tat astu astu swaha
Om Saraswati dipata ya namah

Artinya :

Oh Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, pujaan kami
Yang berwajah cantik, indah berandeng
Berkuasa mempengaruhi kami
Selalu berkuasa pada serba dunia

Oh Sang Hyang Saraswati, yang dihormati oleh semua dewa dewi
Karena engkau adalah brahman yang dimuliakan
Merupakan wujud yang kuasa
Kami muliakan Engkau dengan gelar Saraswati

Oh Sang Hyang Saraswati, Engkau suci bersih bagai daun bunga teratai
Berambut indah bagai sari bunga teratai
Selalu ada di sekitar padma
Patut dihormati sebagai sumber ilmu pengetahuan

Oh Putri Sang Hyang Brahma, Engkai dewi yang maha agung
Selalu ada bersama Brahma
Diberi gelar Saraswati yang indah
Mengatur semua mahluk

Oh Sang hyang Saraswati, Engkau mengubah segala ilmu tattwa
Weda dan Sastra, Purana-purana, serta ilmu Tantra
Yang menjiwai dan berkuasa sepanjang jaman
Engkaulah penciptanya

Oh Sang Hyang Saraswati, atas anugrahMu semoga doa kami menjadi bertuah,
Mendatangkan segala kebaikan untuk seluruh dunia
Semoga bathin yang cemar dan kotor menjadi musnah
Semoga damai dan bersatu bhatin kami kepadaMu

Oh Sang Hyang Saraswati, berkenan kiranya Engkau menganugrahi perasaan bathin yang indah, semoga yang menimbulkan penyakit menjadi musnah, berkenan kiranya engkau menganugrahi kami serba sejahtera, sehingga tugas karya kami terselesaikan

Oh Sang Hyang Saraswati, demikian puja kami kepadaMu, dalam prabhawaMu sebagai Sang Hyang Sadyajata, Sang Hyang Bhamadewa, Sang Hyang Tat purusha, Sang Hyang Aghora, serta dalam prabhawaMu sebagai Sang Hyang Içyana dengan pancaran warna putih, merah, kuning, hitam, serta serba warna
Oh Hyang Widhi dalam wujud-Mu sebagai Dewi Saraswati, semoga Engkau senantiasa memberikan kekuatan, keselamatan, semoga semuanya tiada halangan. Oh Sang Hyang Saraswati hamba memuja-Mu


Selasa, 17 Mei 2022

Nginang

NGINANG - PERADABAN NUSANTARA PENUH MAKNA
Nginang berasal dari Bahasa Kawi dari urat kata: PINANG yang berarti sejenis palm, mngandung Makna Inang artinya INDUK atau IBU atau Kemulan atau asal muasal atau Tuhan itu sendiri. Makna yg simbul2:

1 Pamor itu adalah simbul wetan, dewanya iswara akasaranya MANG  

2 Gambir itu adalah simbul Kidul, Dewanya Brahma aksaranya ANG 

3 Buah pinang itu adalah simbul Kulon, dewanya Mahadewa ada aksaranya ONG

4 Daun sirih itu adalah simbul Lor, dewanya Wisnu aksaranya UNG

5 Tembakau jdi sigsig itu simbul Tengah, dewanya Siwa aksaranya HYANG, sebagai pengurip ing jadi

Untuk mengingat tuhan, dikalangan masyarakat Buta sastra, maka ada amalan atau lelaku yang di tradisikan sebagai bahasa Simbol, utk mengingat dan Ngrakah Panca Aksara ( MANG , ANG, ONG, UNG, HYANG), kemudian Ngelukunang/ menggabungkan:

1. Sang diri ini adalah ONG , maka disebut WONG, ( wong Bali, Wing jawa, wong..).

2. Sirih 2 lembar temu ros/ simetris di pasang Ngayak- ngelingeb / bolak-balik ngaran Meme- Bapa, Atau ANG - AH, 

3. Sirih 2 lembar ( temu ros/simetris bolak balik) di lipat/ tagel sehingga membentuk Segi tiga atau Tri Kona, kemudian Di Colekin Pamor, di cubitin Gambir. Menjadi : Ung, Ang, Mang , bermakna wija aksara Tri Murti dalam wujud Perlindungan, pengraksa jiwa. 

4. Kemudian, sirih , pamor , Gambir, di sigitin Buah menjadi: UNG, ANG, MANG, ONG, menjadi catur Aksara.

5. Kemudian, sirih , pamor , Gambir, di sigitin Buah kemudian disisigin Mako menjadi: UNG, ANG, MANG, ONG, YANG, menjadi Pangraksa Jagat. 

6. Baru kata kata di Mulai, maatur atur, Sidhi mandi phalanya. 

Ini termasuk Tradisi Asli Nusantara, bnyk di gunakan dlm kegiatan ritual adat, tpi banyak yg lupa maknanya. 
Contoh: Sirih, pamor, Pinang ( jawa): pasurupan ONG AH UNG ( juga menyebut Tuhan dalam ajaran Bhudo kawisnon).
Note: konon Orang Nginang akan Terhindar Dari Penyakit , terhindar Dari Godaan ( makan, minum, rokok), terhindar dari Kewajiban memakai Masker, dgn syarat tembakau harus Penuh).

Yoga Viparita Karani / MENGANGKAT KAKI KETEMBOK

Om swastiaatu

Yoga Viparita Karani atau MENGANGKAT KAKI SELAMA 15 MENIT setiap hari atau SEBELUM TIDUR  MALAM,
Tidak Disangka Inilah "Efeknya Sangat Luar Biasa"!

Melakukan yoga sebelum tidur, terutama gerakan viparita karani bisa membuat tidur lebih berkualitas.

Yoga Viparita Karani adalah gerakan yang dilakukan dengan mengangkat kedua kaki lurus ke atas dan menyandarkannya ke tembok serta pinggul yang menempel di dinding.

Kamu pasti gak akan percaya! Cukup dengan mengangkat kakimu selama 15 menit setiap malam sebelum tidur, kamu akan merasa fisik kamu bugar, energi kamu bertambah dua kali lipat, berbagai macam gangguan seperti sembelit, gangguan pencernaan, pembesaran prostat, dan lain-lain akan sembuh dengan sendirinya! Cukup 1 gerakan, kamu akan terhindar dari ratusan penyakit! Tapi syaratnya harus dilakukan secara rutin untuk 2-3 bulan!

Jangan sepelekan tindakan kecil seperti ini! Kamu belum tahu fungsinya bagi tubuh!

1. Mendetoksifikasi hati dan ginjal

Pada saat kakimu terangkat di atas, darah akan mengalir kembali ke hati dan ginjal. Hal ini dapat membantu ginjal dan hati bekerja lebih baik untuk mendetoksifikasi racun dalam tubuh dan meningkatkan metabolisme.

2. Menambah energi

Pada saat kaki terangkat, sel-sel tubuh akan teraktivasi seperti pada saat olahraga, sehingga tubuh akan lebih berenergi.

3. Melancarkan aliran darah

Pada saat kaki terangkat ke atas, darah bisa mengalir tanpa hambatan, alhasil metabolisme pun meningkat.

4. Menyehatkan jantung dan menstabilkan tekanan darah

Pada saat kaki terangkat, kita melatih otot inti kita bernafas dan meringankan kerja jantung, alhasil nyeri dada pun akan hilang. Pada saat bersamaan, jantung menjadi lebih sehat, tekanan darah stabil dan dapat membantu mengurangi stress!

5. Menurunkan lemak darah dan menstabilkan gula darah

Pada saat kaki terangkat ke atas, tubuh akan mengeluarkan keringat, yang otomatis mengeluarkan racun dan membakar lemak di dalam tubuh. Pada saat bersamaan, limpa kita juga akan terlatih dan fungsi limpa pun meningkat sehingga gula darah dapat terkontrol dengan baik.

6. Meningkatkan fungsi reproduksi

Pada saat kaki terangkat, usus akan bergerak dan kandung kemih juga menjadi lebih kuat, fungsi fisiologis pria dan wanita pun meningkat.

7. Melatih tulang belakang dan mencegah kerusakan sendi

Pada saat kaki terangkat, tulang belakang menjadi lurus dan aliran darah menjadi lancar, alhasil sumsum tulang dapat bekerja lebih baik. Tidak ada lagi masalah bone spur atau degenerasi sendi. Tulang dan sendi menjadi sehat dan kuat.

8. Mengobati insomnia

Pada saat kaki terangkat ke atas, organ-organ tubuh dapat di 『reset』 kembali ke fungsi normal. Saatnya untuk tidur, otomatis tubuh akan memerintahkanmu untuk tidur, tidak ada lagi masalah gangguan tidak bisa tidur!

Caranya:

1. Baring lurus di tempat tidur, kedua tangan diletakkan di atas perut, kedua kaki dirapatkan

2. Lakukan seperti pada gambar ilustrasi. Apabila sdh merasa capek atau ingin variasi lainnya, boleh Angkat kaki ke atas tanpa bersandar dengan lutut ditekuk 90 derajat

3. Pertahankan posisi ini selama 15 menit

Ingat! Sebelum dan sesudah melakukan gerakan ini, minum air hangat sekitar 300 ml, tenang, tetap santai, bernafaslah seperti biasa, jangan tahan nafas, gunakan tenaga dari pinggang dan otot intimu.

Mengangkat kaki ke tembok menawarkan beragam manfaat untuk kesehatan Anda. Manfaat mengangkat kaki ke tembok mulai dari membuat pikiran jadi lebih rileks, meredakan nyeri di punggung, memperbaiki pola tidur, memperlancar pencernaan, hingga meredakan kram pada kaki.

Mengangkat kaki ke tembok merupakan latihan relaksasi yang bagus dilakukan sebelum atau setelah Anda pilates maupun yoga. Selain itu, cara ini juga dapat diterapkan untuk meredakan stres. 

Tak hanya memberikan efek relaksasi, mengangkat kaki ke tembok juga menawarkan beragam manfaat untuk kesehatan Anda secara keseluruhan. Namun, manfaat tersebut baru dapat Anda rasakan jika melakukan gerakan ini dengan benar dan tidak berlebihan.

Apa manfaat mengangkat kaki ke tembok?

Berbagai macam manfaat bisa Anda dapat dari mengangkat kaki ke tembok, baik secara fisik maupun psikologis. Sejumlah manfaat mengangkat kaki ke tembok, di antaranya:

  1. Meringankan gejala varises
  2. Memperbaiki pola tidur
  3. Meredakan depresi ringan
  4. Meningkatkan fungsi tiroid
  5. Memperlancar pencernaan
  6. Meredakan kram pada kaki
  7. Meredakan nyeri panggul
  8. Meningkatkan sirkulasi pada kaki
  9. Menyeimbangkan tekanan darah
  10. Meningkatkan aliran getah bening
  11. Meredakan sakit kepala dan migran
  12. Membuat pikiran menjadi lebih rileks
  13. Meredakan nyeri dan ketidaknyamanan pada punggung bawah

Om Shanti Shanti Shanti Om
#tubaba@griyangbang

Sesana


Dalam konteks Sasana Kawikon disebutkan bahwa Sisya dalam kedudukan dan peranannya sebagai siswa kerohanian harus memperhatikan dan mentaati hal berikut :

(1) Sisya ateguhing tuhu, panikel aken tuduhing sang Guru, yan sang Guru anaseraken papa guru yan mangkana 

artinya, Pandita kang anak hendaknya mentaati hukum aguron-guron, tidak pernah lali atau menolak perintah Guru. Jikalau Nabe menyalahgunakan kesetiaan kang anak, maka nerakalah Nabe 

(2) Guru awarah yukti, sisya tan ateguhing tuhum anikelaken tuduh, tang sipisipapa ning sisya yang mangkana 

artinya, Pandita Nabe mengajarkan kebenaran kepada kang anak, tetapi Pandita kang anak jika tidak memegang kesetiannya kepada Pandita Nabe, melalaikan atau menolak melaksanakan perintahnya, tiada terhitung neraka bagi Pandita  kang anak; 

(3) Apan tunggal amet kalawan pimet, muang pada rupakira, mwang swarganya 

artinya, hubungan Nabe dengan Pandita kang anak merupakan kesatuan, sebab satu aturan yang diikuti dan sorganyapun sama

Sisya dalam kedudukan sebagai siswa kerohanian memiliki tugas sepatutnya: 

(1) Memiliki hubungan dekat dengan nabe, terutama untuk memperoleh petunjuk dan penjelasan tentang pelaksanaan sasana kawikon, agar terhindar dari perbuatan terlarang, terutama berkaitan dengan ajaran dasa sila; 

(2) Senantiasa hormat kepada Nabe. Seorang Sisya kerohanian hanya tunduk kepada perintah Nabe. Bagaimanapun keadaannya, jikalau perintah itu berasal dari Nabe, maka hal itu harus dilaksanakan 

(3) Secara simbolik penghormatan kepada Nabe itu dapat dipahami dari aturan; (a) tidak boleh mencela Nabe; (b) pantang menginjak bayangan nabe; (c) ketika makan bersama Nabe, seorang Sisya sepatutnya mengakhiri makan sesudah Nabe selesai melakukannya; 

(4) Sisya harus menyembah Nabe sekalipun hal itu harus dilakukan di depan orang banyak, dan jika ada sisya yang tidak melakukan hal itu, maka disebut Wiku Angurusuk. Tata cara menyebahpun diatur secara jelas, misalnya Sisya tidak boleh menyembah manakala bertemu di jalan, di gang, ditempat permandian. Sisya hanya hormat dengan cara menundukkan kepada dan tersenyum;  dan 

(5) Sisya harus berlaku jujur kepada Nabe. 

Jumat, 13 Mei 2022

Saraswati Namastubyam

SASRAWASTI PUJA

Om, Saraswati namostu bhyam 
Warade kama rupini 
Siddha rastu karaksami 
Siddhi bhawantu sadam. 

Artinya: 
Om, Dewi Saraswati yang mulia dan maha indah, cantik dan maha mulia.
Semoga kami dilindungi dengan sesempurna-sempurnanya. 
Semoga kami selalu dilimpahi kekuatan.

Om, Pranamya sarwa dewanca
para matma nama wanca.
rupa siddhi myaham.

Artinya: 
Om, kami selalu bersedia menerima restuMu ya para Dewa dan Hyang Widhi, yang mempunyai tangan kuat. Saraswati yang berbadan suci mulia.

Om Padma patra wimalaksi padma kesala warni nityam nama Saraswat. 

Artinya:
Om, teratai yang tak ternoda, Padma yang indah bercahaya. 
Dewi yang selalu indah bercahaya, kami selalu menjungjungMu Saraswati.

Om, Saraswati sweta warna ya namah.
Om, Saraswati nila warna ya namah.
Om, Saraswati pita warna ya namah.
Om, Saraswati rakta warna ya namah.
Om, Saraswati wisma warna ya namah.

Jika ada orang lain di luar penganut agama Hindu Bali mempertanyakan, apakah kalian memuja patung perempuan bertangan empat dengan mengendarai angsa? Kalian tidak akan gundah, namun dapat menjawab dengan memberikan penjelasan singkat, seperti tradisi pengajaran Wali itu, tidak harus semua dijelaskan, jika terketuk hatinya, maka tak hanya ranting, cabang, bahkan hingga akar Sang Hyang Aksara akan menjawab. 

Disamping memiliki kekayaan ritus air, Agama Hindu Bali memiliki tata krama pemujaan kepada Sang Hyang Aksara, yang dalam keseharian dikenal sebagai pemujaan kepada Dewi Saraswati. Air dan Aksara menjadi dasar memahami asal muasal kehidupan di bumi. Lahir, hidup dan mati bekalnya adalah Aksara. Pemujaan kepada Sang Hyang Aksara tidaklah berhenti kepada 'sang dewi' . Namun sebenarnya berakar kepada bait-bait suci yang lampau, yang mengisyaratkan kedalaman tatwa akan asal muasal. Pada Manuskrip suci Sundari Gading, dijelaskan bahwa pada mulanya," tan hana, tan hana bhuta, tan hana manusa" dan manuskrip ini mengisyaratkan mengenai asal-muasal semesta dan kehidupan bahwa yang merekatkan semua ini dalam bhuwana agung dan alit adalah aksara. Disebutkan bahwa Sang Sundari Ghading, duk tan hana paran-paran, nora hana gumi langit, kewala bhur, hana akasa, Hyang Sarining Tawang, sire angawetwaken, ika ri wekasan nga: Sanghyang Sundari Ghading, sakeng  rika pawijilanira kabeh, sira sarining Sanghyang Sundari Gadhing, mayoga sira, mijil tan pawak, marupa tan parupa, kewala hana rupa, kadi cakra ika, lwir kadilawe sabnetar, rinapit denira, mwang abang, ireng. Riwekasan mijil Sanghyang Sundari Gadhing sakeng lung cakra ika, swetawarnira, riwekasan, nga: Sang Hyang Panca sunya nirmala, hning warnanira jati, mwah riwekasan, ingaranan Sang Hyang Widhi Wisesa," dari proses itu akan lahir kemudian," mijil sirsa, tan pacaksu, sirsa dudu sirsa, sekala niskala, ri wkasan, ingaran Ekaaksara, dudu gaksara, ri wus mangkana, waneh mwah mijil saking tariping cakra, ya panon, nora panon, warnani, saget bang, saget ireng, saget putih, sampuri wkasan, yatika ingaranan Sanghyang Dwi aksara.....dst" berbilang-bilang manuskrip suci mengenai tatwa agung ini, mengenai mengapa kemudian dirayakan pemujaan kepada Sang Hyang Aksara, yang dalam 'sekalanya' itulah ritus kepada Dewi Saraswati.

Hindu Bali menyimpan bait-bait sucinya tidak dalam satu kitab, seperti agama-agama lain, bahwa tidak juga seperti Hindu di India, yang membaginya dalam empat kitab suci besar, Catur Weda. Hindu di Bali seperti pohon besar, pabila memulai mempelajari agama tua ini dari satu dahan ranting, maka akan cabang pohonnya ditemukan, namun jika penuh kesabaran dan pelahan membuka wawasan, pohon besar itu adalah pengetahuan yang mengakar ke langit dan bumi. Sekala Niskala, merekatkan Bhuwana Agung dan Alit.

Pemujaan kepada Sang Hyang Aksara ini dapat dilihat dalam bentangan yang panjang dalam manuskrip-manuskrip suci bahkan pada era Ritus pemujaan Dewi Sri, ditemukan juga puja kepada Sang Hyang Aji Saraswati. Ritus suci kepada Dewi Sri dan Rambut Sadhana ini telah mengisyaratkan hadirnya juga pemujaan kepada Sang Hyang Aksara," Bu. Wa, Kulawu, pathirtan Sang Hyang Sadana mabanten.....dst, haswan Saraswati tirthaniya, “Pukulun Kaki Komara, Komara Jati, komara hidep, sire mangundang Rambut Sadana, den katur ing anak putu buyut, pada tumurun teka sabran rahina wengi, esuk sore, Rambut Sadana, gumlar aketi, kasuruweyan, mendak angibekin kadaton ing hulun, Rambut Kulah-Kalih, sira hamongmong, helingakna, tutur-tutur haywalali, inget-inget haywalupa"  pernyataan ini kemudian menetapkan jika ada ritus kepada Sang Hyang Rambut Sedana, maka Sa. U. Watugung, patirthan Sang Hyang Aji Saraswati, disebutkan dalam manuskrip ini; mantra pengalukatan untuk bantennya adalah ," tirthaniya nunas ring Bhatara Surya, kukus harum, panglukataniya, perhatikan mantranya:  “Ong pustakem wyanjanem wame, sangka dwajanca daksina, dadanti Sangkara dewi, purna bhusana saprabha, abhiwetajnan sidyat. Puji sthayastu rawapi. Sarwa

 
kleshawinasanem, ganadipa taye namah"

Hingga kini sering para orang tua di Bali, bila tiba hari raya Saraswati memperingatkan kepada anak-anak agar tidak membaca bukunya pada hari itu, semacam 'nyepi kepada kegiatan membaca', peringatan itu menimbulkan pertanyaan dan ternyata peringatan itu yang seolah gugon tuwon dalam manuksrip yang tua ditemukan bahwa ketentuan itu memang ada, disaat Sang Hyang Aji Saraswati melakukan yoganya," Muwah sahanan ing pustakan linggen ing Akshara, pada puja walinen. Rahina ika tan kawenang mamaca pustaka, yan purugen, tinemah de Sang Hyang Saraswati. Yan sire ngodalin, kari kangin suryane, yan singit kawuh, wawu wenang mamaca, apan Sang Hyang Saraswati, wus matukeng suniyata"---jadi ada ketentuan selama matahari masih dalam garis edarnya di timur bumi (arah mata angin masing-masing) pemujaan dilakukan dan bila sudah matahari surut ke barat, barulah diizinkan kembali melakukan kegiatan membaca.

Sang Hyang aji Saraswati ini juga mengenal brata disebutkan dalam manuskrip suci Indik Brata, jadi agama Hindu Bali memiliki berbagai macam puasa (brata), salah satunya adalah “Hana brata anararaswati, nga: tan amangan sekul ingiliran, tumpeng pinanganta, iwaknya uyah, sataun 3 lek samayanya. Bhatara raja Laksmi hyangnya, pha: teka guna, mwang kasiddhyan, subhaga kita, mantranya saat melakukan brata ini: Ong Ang laksmi Ning puri de nama, yahahyas....dst"

Perhatikan kemudian pada tradisi saha: Ritus Sarsawati ini disebut dengan Panganter canang anggen nyaraswati; iki pangante canange atanding, kawasa anggen nyaraswati wenang kawasa, sebenarnya melakukan ritus ini dengan canang saja jika itu batas kemampuannya diperkenankan. Disertai mantra; Pukulun Bhagawan Aksara Walikilya, Bhagawan Sastra Walikilya, Sanghyang Saraswati makadi Sanghyang Paramestiguru cokor idewa sami katuran sarining canang sateges miwah sekare sukupak matapakan beras muwah jinah 66 katur ring cokor idewa sami, ica cokor idewa anyari kalihica cokor idewa angaturaken tamba katiba ring sunya, canange mebaas pipis ika wenang.telas"

Mari kemudian bandingkan dengan manuskrip yang berkaitan dengan pengelukatan saraswati," Ang brahma saraswati dityam, sarwwa wighna winasanam, brahmaaghni wiswa rupanaman, sarwwa puja mahottanam.....dst" (kategori kuta mantra, mohon maaf tidak dituliskan secara lengkap)

Ritus ini kemudian menjadi begitu lengkap, menjawab semua alasan argumen mengapa pemujaan saraswati dilakukan, yakni bagaimana ketika manuskrip suci membabarkan mengenai Sang Aji Saraswati, mengenai seluruh perjalanan huruf suci di bhuwana agung dan bhuwana alit, itu semua mungkin kemudian nampak sederhana ketika dirayakan di sekolah di merajan, di kamar kost; namun sesungguhnya, mengisyaratkan agama Hindu Bali, memiliki ritus mengenai puja Aksara ini dengan sangat detail dan lengkap. Dan kerap dikategorikan jika yang ingin mendalaminya; sebagai wilayah kadiatmikan, katatwaan, yakni jauh lebih mendalam dari sekedar filsafat, lebih dalam dari teologi itu sendiri.

MAKNA DARI PERAYAAN DEWI SARASWATI.

Dari perayaan ini kita dapat mengambil hik-mahnya, antara lain:

1. Kita harus bersyukur kepada Hyang Widhi atas kemurahan-Nya yang telah menganugrahkan vidya (ilmu pengetahuan) dan kecerdasan kepada kita semua.

2. Dengan vidya kita harus terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan, kebe-naran sejati (sat) dan kebahagiaan abadi.

3. Selama ini secara spiritual kita masih tertidur lelap dan diselimuti oleh sang maya (ketidak-benaran) dan avidyam (kebodohan). Dengan vidya ini mari kita berusaha untuk melek/eling/bangun dan tidur kita, hilangkan selimut maya, sadarilah bahwa kita adalah atma, dan akhirnya tercapailah nirwana.

4. Kita belajar dan angsa untuk menjadi orang yang lebih bijaksana. Angsa bisa menyaring air, memisahkan makanan dan kotoran walaupun di air yang keruh/kotor atau lumpur. Juga jadilah orang baik, seperti buruk merak yang berbulu cantik, indah dan cemerlang walaupun hidupnya di hutan.

5. Kita masih memerlukan/mempelajari ilmu pengetahuan dan sains yang sekuler, tetapi harus diimbangi dengan ilmu spiritual dengan peng-hayatan dan bakti yang tulus.

6.Laksanakan Puja/sembahyang sesuai de-ngan kepercayaannya masing-masing secara sederhana dengan bakti yang tulus/ihlas, bisa dirumah, kuil, atau pura dan lain-lain.


Jadi makna pemujaan Dewi Saraswati adalah memuja dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan memfokuskan pada aspek Dewi Sa-raswati (simbol vidya) atas karunia ilmu penge-tahuan yang di karuniakan kepada kita semua, sehingga akan terbebas dan avidyam (kebodoh-an), agar dibimbing menuju ke kedamaian yang abadi dan pencerahan sempurna.

Setelah Saraswati puja selesai, biasanya dilakukan mesarnbang semadhi, yaitu semadhi ditempat yang suci di malam hari atau melakukan pembacaan lontar-lontar semalam suntuk dengan tujuan menernukan pencerahan Ida Hyang Saraswati

Puja astawa yang disiapkan ialah : Sesayut yoga sidhi beralas taledan dan alasnya daun sokasi berupa nasi putih daging guling, itik, raka-raka sampian kernbang payasan. Sesayut ini dihaturkan di atas tempat tidur, dipersembahkan ke hadapan Ida Sang Hyang Aji Saraswati.

Keesokan harinya dilaksanakan Banyu Pinaruh, yakni asuci laksana dipagi buta berkeramas dengan air kumkuman. Ke hadapan Hyang Saraswati dihaturkan ajuman kuning dan tamba inum. Tamba inum ini terdiri dari air cendana, beras putih dan bawang lalu diminum, sesudahnya bersantap nasi kuning garam, telur, disertai dengan puja mantram:

Om, Ang Çarira sampurna ya namah swaha.

Semua ini mengandung maksud, mengambil air yang berkhasiat pengetahuan.

#tubaba@griyangbang//damai di hati selalu//berbekal pengetahuan mengenai diri sendiri#