Minggu, 28 Mei 2023

Makna hari raya

Hari Raya Siwaratri Menuju Pencerahan

Oleh :

Ni Nyoman Gandu Ningsih 

(Ida Sinuhun Siwa Putri Prama Daksa Manuaba)

Siwaratri yang jatuh pada purwaning tilem kapitu merupakan momen yang sangat tepat untuk sebuah perenungan dan mengendalikan diri. Hari yang penuh pengampunan, hawa nafsu dan keinginan yang bersifat duniawi.

Nilai-nilai yang dapat dipetik dalam konsep kekinian. Kita harus selalu berintrospeksi diri dalam kekawin Ramayana Sargah I disebutkan demekian : ‘Ragadi musuh maparo ri ati, ya tungguanya tan madoh ring awak’ bahwa nafsu ego musuh yang sangat besar dalam tubuh kita, di dalam hati letaknya yang tak jauh. 

Pesan moral yang ada dalam ajaran siwaratri tersebut adalah membangkitkan perjuangan umat Hindu untuk selalu sadar akan diri yang selalu mengancam berbagai hambatan.

Tujuan Siwaratri ini, memberikan pengetahuan kepada manusia agar menyadari dalam dirinya selalu ada pertarungan dalam diri, antara kebenaran dan keburukan. Sebaik-baiknya manusia pasti pernah berbuat dosa selama hidupnya, dan seburuk-buruknya manusia pernah pula berbuat yang baik. Hanya saja dapat mengambil sebuah hikmah didalamnya.

Selain itu siwaratri ini sebagai motivasi kepada umat Hindu untuk selalu sadar, menghindari perbuatan dosa, dan selalu mulat sarira dan lebih banyak berbuat dharma karena dosa itu tidak bisa ditebus hanya bisa mengimbangi.

Kontek malam perenungan yang disebut siwaratri sejatinya adalah Siwa mencari Siwa. Yaitu sebuah perenungan praktik religius tentang kehidupan.

Dalam ceritra Lubdaka, bahwa maburu sato atau memburu satwam adalah kebenaran. dalam kekawin yang diburu I Lubdaka adalah empat binatang tertuang dalam kekawinnya ‘aburu gajah wek mong warak’ empat binatang yang diburu adalah gajah, macan, badak, dan warak.

Gajah ngaran asti yang berarti astiti bakti kepada Tuhan Hyang Maha Esa dalam kontek tersebut agar manusia selalu taat dan berbakti. 

Mong berarti macan, mo disini berarti momo (serakah), manusia harus menghindari sifat diri dari keserakahan.

Warak lambang kesucian manusia ditekankan untuk menjaga kesucian diri sesuai konsep tri kaya parisudha. Serta maburu ‘wek’ atau celeng alasan (babi hutan) lambang kemalasan oleh karena itu jangan bermalas-malasan.

Hakekat dari siwaratri tersebut menyadari terhadap sang diri sejati sebagai wahana mawas diri, selalu waspada didalam menjalani lika- liku hidup ini, dalam perayaan siwaratri yang jatuh pada tilem kepitu supaya diharapkan hari raya suci yang dirayakan seluruh umat Hindu di Indonesia agar dihayati betul-betul penuh hikmat memohon agar dari kegelapan menuju ke penerangan.

Keruhnya air dalam gelas bila di tuangkan sepuluh gelas dapat diyakini keruh itu akan berkurang. Itu sebagai kontektasi antara perbuatan jelek diimbangi dengan perbuatan baik atau darma akan menjadikan lebih sedikit hukuman semacam konfensasi perbuatan.

Siwaratri sebagai motivasi untuk tidak putus asa kembali ke jalan darma bahwa pintu darma selalu terbuka lebar orang sadar akan perbuatan dosanya seperti I Lubdaka diberikan hukuman akan tetapi ketika ia tidak menyadari memburu keempat binatang tersebut astiti bakti, menjaga kesucian, keserakahan, dan bermalas-malasan sehingga ia mendapatkan siwaloka.

#idasinuhun@griyangbang//walaupun dirinya mendapat sedikit siksaan//tidak sempurna sekali bahwa manusia menjalani konsep rwa bhineda#


Sabtu, 27 Mei 2023

Hanoman

Hanoman Duta

(Sebuah Perjalanan Menumpas Kejahatan)


Oleh :

Ni Nyoman Gandu Ningsih (Ida Sinuhun Siwa Putri Prama Daksa Manuaba)

 

1.     Pendahuluan

Cerita ini mengisahkan sebuah cerita yang berasal dari India dan kisah yang merupakan titik utama dari kisah Ramayana yang terkenal. Hanoman (Sanskerta: हनुमान्; Hanumān) atau Hanumat (Sanskerta: हनुमत्; Hanumat), juga disebut sebagai Anoman, adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putra Batara Bayu dan Anjani, keponakan dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, tetapi dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antarzaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.

 

2.     Pembahasan

A.    Kelahiran

Hanoman lahir pada masa atau zaman Tretayuga sebagai putra Anjani, seekor wanara wanita. Dahulu Anjani sebetulnya merupakan bidadari, bernama Punjikastala. Namun karena suatu kutukan, ia terlahir ke dunia sebagai wanara wanita. Kutukan tersebut bisa berakhir apabila ia melahirkan seorang putra yang merupakan penitisan Siwa. Anjani menikah dengan Kesari, seekor wanara perkasa. Bersama dengan Kesari, Anjani melakukan tapa ke hadapan Siwa agar Siwa bersedia menjelma sebagi putra mereka. Karena Siwa terkesan dengan pemujaan yang dilakukan oleh Anjani dan Kesari, ia mengabulkan permohonan mereka dengan turun ke dunia sebagai Hanoman.

 

Salah satu versi menceritakan bahwa ketika Anjani bertapa memuja Siwa, di tempat lain, Raja Dasarata melakukan Putrakama Yadnya untuk memperoleh keturunan. Hasilnya, ia menerima beberapa makanan untuk dibagikan kepada tiga istrinya, yang di kemudian hari melahirkan Rama, Laksmana, Bharata dan Satrugna. Atas kehendak dewata, seekor burung merenggut sepotong makanan tersebut, dan menjatuhkannya di atas hutan di mana Anjani sedang bertapa. Bayu, Sang dewa angin, mengantarkan makanan tersebut agar jatuh di tangan Anjani. Anjani memakan makanan tersebut, lalu lahirlah Hanoman.

Salah satu versi mengatakan bahwa Hanoman lahir secara tidak sengaja karena hubungan antara Bayu dan Anjani. Diceritakan bahwa pada suatu hari, Dewa Bayu melihat kecantikan Anjani, kemudian ia memeluknya. Anjani marah karena merasa dilecehkan. Namun Dewa Bayu menjawab bahwa Anjani tidak akan ternoda oleh sentuhan Bayu. Ia memeluk Anjani bukan di badannya, tetapi di dalam hatinya. Bayu juga berkata bahwa kelak Anjani akan melahirkan seorang putra yang kekuatannya setara dengan Bayu dan paling cerdas di antara para wanara. Sebagai putra Anjani, Hanoman dipanggil Anjaneya (diucapkan "Aanjanèya"), yang secara harfiah berarti "lahir dari Anjani" atau "putra Anjani".

 

B.    Masa kecil

Pada saat Hanoman masih kecil, ia mengira matahari adalah buah yang bisa dimakan, kemudian terbang ke arahnya dan hendak memakannya. Dewa Indra melihat hal itu dan menjadi cemas dengan keselamatan matahari. Untuk mengantisipasinya, ia melemparkan petirnya ke arah Hanoman sehingga kera kecil itu jatuh dan menabrak gunung. Melihat hal itu, Dewa Bayu menjadi marah dan berdiam diri. Akibat tindakannya, semua makhluk di bumi menjadi lemas. Para Dewa pun memohon kepada Dewa Bayu agar menyingkirkan kemarahannya. Dewa Bayu menghentikan kemarahannya dan Hanoman diberi hadiah melimpah ruah. Dewa Brahma dan Dewa Indra memberi anugerah bahwa Hanoman akan kebal dari segala senjata, serta kematian akan datang hanya dengan kehendaknya sendiri. Maka dari itu, Hanoman menjadi makhluk yang abadi atau Ciranjiwin.

 

C.    Pertemuan dengan Rama

Pada saat melihat Rama dan Laksmana datang ke Kiskenda, Sugriwa merasa cemas. Ia berpikir bahwa mereka adalah utusan Subali yang dikirim untuk membunuh Sugriwa. Kemudian Sugriwa memanggil prajurit andalannya, Hanoman, untuk menyelidiki maksud kedatangan dua orang tersebut. Hanoman menerima tugas tersebut kemudian ia menyamar menjadi brahmana dan mendekati Rama dan Laksmana.

 

D.    Arca Hanoman di Mangaluru, India

Arca Haoman di Uttar Pradesh, India

Saat bertemu dengan Rama dan Laksmana, Hanoman merasakan ketenangan. Ia tidak melihat adanya tanda-tanda permusuhan dari kedua pemuda itu. Rama dan Laksmana juga terkesan dengan etika Hanoman. Kemudian mereka bercakap-cakap dengan bebas. Mereka menceritakan riwayat hidupnya masing-masing. Rama juga menceritakan keinginannya untuk menemui Sugriwa. Karena tidak curiga lagi kepada Rama dan Laksmana, Hanoman kembali ke wujud asalnya dan mengantar Rama dan Laksmana menemui Sugriwa.

 

E.    Petualangan mencari Sinta

Dalam misi membantu Rama mencari Sinta, Sugriwa mengutus pasukan wanara-nya agar pergi ke seluruh pelosok bumi untuk mencari tanda-tanda keberadaan Sinta, dan membawanya ke hadapan Rama kalau mampu. Pasukan wanara yang dikerahkan Sugriwa dipimpin oleh Hanoman, Anggada, Nila, Jembawan, dan lain-lain. Mereka menempuh perjalanan berhari-hari dan menelusuri sebuah gua, kemudian tersesat dan menemukan kota yang berdiri megah di dalamnya. Atas keterangan Swayampraba yang tinggal di sana, kota tersebut dibangun oleh arsitek Mayasura dan sekarang sepi karena Maya pergi ke alam para Dewa. Lalu Hanoman menceritakan maksud perjalanannya dengan panjang lebar kepada Swayampraba. Atas bantuan Swayampraba yang sakti, Hanoman dan wanara lainnya lenyap dari gua dan berada di sebuah pantai dalam sekejap.

 

Di pantai tersebut, Hanoman dan wanara lainnya bertemu dengan Sempati, burung raksasa yang tidak bersayap. Ia duduk sendirian di pantai tersebut sambil menunggu bangkai hewan untuk dimakan. Karena ia mendengar percakapan para wanara mengenai Sita dan kematian Jatayu, Sempati menjadi sedih dan meminta agar para wanara menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi. Anggada menceritakan dengan panjang lebar kemudian meminta bantuan Sempati. Atas keterangan Sempati, para wanara tahu bahwa Sita ditawan di sebuah istana yang terletak di Kerajaan Alengka. Kerajaan tersebut diperintah oleh raja raksasa bernama Rahwana. Para wanara berterima kasih setelah menerima keterangan Sempati, kemudian mereka memikirkan cara agar sampai di Alengka.

 

F.     Pergi ke Alengka

Ukiran tanah liat yang menggambarkan Hanoman sedang mengangkat Gunung Dronagiri.

Karena bujukan para wanara, Hanoman teringat akan kekuatannya dan terbang menyeberangi lautan agar sampai di Alengka. Setelah ia menginjakkan kakinya di sana, ia menyamar menjadi monyet kecil dan mencari-cari Sita. Ia melihat Alengka sebagai benteng pertahanan yang kuat sekaligus kota yang dijaga dengan ketat. Ia melihat penduduknya menyanyikan mantra-mantra Weda dan lagu pujian kemenangan kepada Rahwana. Namun tak jarang ada orang-orang bermuka kejam dan buruk dengan senjata lengkap. Kemudian ia datang ke istana Rahwana dan mengamati wanita-wanita cantik yang tak terhitung jumlahnya, tetapi ia tidak melihat Sita yang sedang merana. Setelah mengamati ke sana-kemari, ia memasuki sebuah taman yang belum pernah diselidikinya. Di sana ia melihat wanita yang tampak sedih dan murung yang diyakininya sebagai Sita.

 

Kemudian Hanoman melihat Rahwana merayu Sita. Setelah Rahwana gagal dengan rayuannya dan pergi meninggalkan Sita, Hanoman menghampiri Sita dan menceritakan maksud kedatangannya. Mulanya Sita curiga, tetapi kecurigaan Sita hilang saat Hanoman menyerahkan cincin milik Rama. Hanoman juga menjanjikan bantuan akan segera tiba. Hanoman menyarankan agar Sita terbang bersamanya ke hadapan Rama, tetapi Sita menolak. Ia mengharapkan Rama datang sebagai ksatria sejati dan datang ke Alengka untuk menyelamatkan dirinya. Kemudian Hanoman mohon restu dan pamit dari hadapan Sita. Sebelum pulang ia memporak-porandakan taman Asoka di istana Rahwana. Ia membunuh ribuan tentara termasuk prajurit pilihan Rahwana seperti Jambumali dan Aksha. Akhirnya ia dapat ditangkap Indrajit putra sulung Rahwana sekaligus putra mahkota Kerajaan Alengka dengan senjata Brahma Astra. Senjata itu memilit tubuh hanoman. Namun kesaktian Brahma Astra lenyap saat tentara raksasa menambahkan tali jerami. Indrajit marah bercampur kecewa karena Brahma Astra bisa dilepaskan Hanoman kapan saja, tetapi Hanoman belum bereaksi karena menunggu saat yang tepat.

 

G.    Terbakarnya Alengka

Ketika Rahwana hendak memberikan hukuman mati kepada Hanoman, Wibisana adik kandung Rahwana membela Hanoman agar hukumannya diringankan, mengingat Hanoman adalah seorang utusan. Kemudian Rahwana menjatuhkan hukuman agar ekor Hanoman dibakar. Melihat hal itu, Sita berdo'a agar api yang membakar ekor Hanoman menjadi sejuk. Karena do'a Sita kepada Dewa Agni terkabul, api yang membakar ekor Hanoman menjadi sejuk. Lalu ia memberontak dan melepaskan Brahma Astra yang mengikat dirinya. Dengan ekor menyala-nyala seperti obor, ia membakar kota Alengka. Kota Alengka pun menjadi lautan api. Setelah menimbulkan kebakaran besar, ia menceburkan diri ke laut agar api di ekornya padam. Penghuni surga memuji keberanian Hanoman dan berkata bahwa selain kediaman Sita, kota Alengka dilalap api. Dengan membawa kabar gembira, Hanoman menghadap Rama dan menceritakan keadaan Sita. Setelah itu, Rama menyiapkan pasukan wanara untuk menggempur Alengka

 

H.    Pertempuran besar

Hanoman diperankan dalam Yakshagana, drama populer dari Karnataka.

Dalam pertempuran besar antara Rama dan Rahwana, Hanoman membasmi banyak tentara rakshasa. Saat Rama, Laksmana, dan bala tentaranya yang lain terjerat oleh senjata Nagapasa yang sakti, Hanoman pergi ke Himalaya atas saran Jembawan untuk menemukan tanaman obat. Karena tidak tahu persis bagaimana ciri-ciri pohon yang dimaksud, Hanoman memotong gunung tersebut dan membawa potongannya ke hadapan Rama. Setelah Rama dan prajuritnya pulih kembali, Hanoman melanjutkan pertarungan dan membasmi banyak pasukan rakshasa.

 

I.      Kehidupan selanjutnya

Setelah pertempuran besar melawan Rahwana berakhir, Rama hendak memberikan hadiah untuk Hanoman. Namun Hanoman menolak karena ia hanya ingin agar Sri Rama bersemayam di dalam hatinya. Rama mengerti maksud Hanoman dan bersemayam secara rohaniah dalam jasmaninya. Akhirnya Hanoman pergi bermeditasi di puncak gunung mendoakan keselamatan dunia.

Pada zaman Dwapara Yuga, Hanoman bertemu dengan Bima dan Arjuna dari lingkungan keraton Hastinapura. Dari pertemuannya dengan Hanoman, Arjuna menggunakan lambang Hanoman sebagai panji keretanya pada saat Bharatayuddha.

 

J.     Tradisi dan pemujaan

Di negara India yang didominasi oleh agama Hindu, terdapat banyak kuil untuk memuja Hanoman, dan di mana pun ada gambar awatara Wisnu, selalu ada gambar Hanoman. Kuil Hanoman bisa ditemukan di banyak tempat di India dan konon daerah di sekeliling kuil itu terbebas dari raksasa atau kejahatan.

 

K.    Beberapa kuil Hanoman yang terkenal adalah:

1.     Kuil Hanoman di Nerul Navi, Mumbai, India.

2.     Puncak monyet, Himachal Pradesh, India.

3.     Kuil Jhaku, Himachal Pradesh, India.

4.     Kuil Sri Suchindram, Tamilnadu, India.

5.     Sri Hanuman Vatika, Orissa, India.

6.     Kuil Saakshi Hanuman, Tamilnadu, India.

7.     Shri Krishna Matha (Kuil Krishna), Udupi.

8.     Krishnapura Matha, Krishnapura dekat Surathkal.

9.     Kuil Ragigudda Anjaneya, Jayanagar, Bangalore.

10.  Hanumangarhi, Ayodhya.

11.  Kuil Sankat Mochan, Benares.

12.  Kuil Hanuman, dekat Nuwara Eliya, Sri Lanka.

13.  Salasar Balaji, Distrik Churu, Rajasthan.

14.  Kuil Mehandipur Balaji, Rajasthan.

15.  Ada Balaji, di hutan suaka Sariska, Alwar, Rajasthan.

16.  Sebelas kuil Maruthi di Maharashtra.

17.  Kuil Shri Hanuman di Connaught Place, New Delhi.

18.  Shri Baal Hanumaan, Tughlak Road, New Delhi.

19.  Kuil Prasanna Veeranjaneya Swami, di Mahalakshmi Layout, Bangalore, Karnataka.

20.  Sri Nettikanti Anjaneya Swami Devasthanam, Kasapuram, Andhra Pradesh.

21.  Yellala Anjaneya Swami, Yellala, Andhra Pradesh.

22.  Pura Sri Mahavir, Patna, Bihar.

23.  Kuil Sri Vishwaroopa Anchaneya, Tamilnadu, India.

24.  Pura Uluwatu, Bali,Indonesia

 

L.    Anggota Keluarga

Berbeda dengan versi aslinya, Hanoman dalam pewayangan memiliki dua orang anak. Yang pertama bernama Trigangga yang berwujud kera putih mirip dirinya. Konon, sewaktu pulang dari membakar Alengka, Hanoman terbayang-bayang wajah Trijata, puteri Wibisana yang menjaga Sita. Di atas lautan, air mani Hanoman jatuh dan menyebabkan air laut mendidih. Tanpa sepengetahuannya, Baruna mencipta buih tersebut menjadi Trigangga. Trigangga langsung dewasa dan berjumpa dengan Bukbis, putera Rahwana. Keduanya bersahabat dan memihak Alengka melawan Rama. Dalam perang tersebut Trigangga berhasil menculik Rama dan Laksmana namun dikejar oleh Hanoman. Narada turun melerai dan menjelaskan hubungan darah di antara kedua kera putih tersebut. Akhirnya, Trigangga pun berbalik melawan Rahwana.

 

Putera kedua Hanoman bernama Purwaganti, yang baru muncul pada zaman Pandawa. Ia berjasa menemukan kembali pusaka Yudistira yang hilang bernama Kalimasada. Purwaganti ini lahir dari seorang puteri pendeta yang dinikahi Hanoman, bernama Purwati.

 

M.  Kematian

Hanoman berusia sangat panjang sampai bosan hidup. Narada turun mengabulkan permohonannya, yaitu "ingin mati", asalkan ia bisa menyelesaikan tugas terakhir, yaitu merukunkan keturunan keenam Arjuna yang sedang terlibat perang saudara. Hanoman pun menyamar dengan nama Resi Mayangkara dan berhasil menikahkan Astradarma, putera Sariwahana, dengan Pramesti, puteri Jayabaya. Antara keluarga Sariwahana dengan Jayabaya terlibat pertikaian meskipun mereka sama-sama keturunan Arjuna. Hanoman kemudian tampil menghadapi musuh Jayabaya yang bernama Yaksadewa, raja Selahuma. Dalam perang itu, Hanoman gugur, moksa bersama raganya, sedangkan Yaksadewa kembali ke wujud asalnya, yaitu Batara Kala, sang dewa kematian.

 

3.     Penutup

Sebuah penutup dari tulisan ini yang membuat saya begitu memahami apa yang ingin di sampaikan dalam lakon itihasa ini. Hanoman adalah sosok kesatria yang selalu belajar. Kisahnya hingga ia menjadi panglima perang negeri Ayodya tidak luput dari sebuah pembelajaran. Ia merupakan sosok yang lurus, begitu patuh pada perintah orang-orang yang dihormatinya hingga ia tidak pernah berani untuk bertanya. Ia hanya perlu memahami dan meyakini apa yang menjadi keyakinannya. Sampai pada Hanoman akhirnya menyadari bahwa setiap hal yang ada di dunia selalu memiliki dua sisi yang berbeda, tidak semua yang buruk itu buruk begitu juga sebaliknya. “Perang, semula selalu kuanggap sebagai pertempuran antara benar dan salah. Lama kurenungi ternyata perang tidak lebih hanyalah sebuah benturan antara dua pihak dengan kepentingan berseberangan. Cukuplah aku terlibat hanya pada satu perang besar.”

 

Sebuah percakapan Hanoman dengan Batara Kala yang berakhir dengan kesimpulan: “Bangsa manusia diciptakan memiliki kebaikan. Mereka dicipta begitu mulia. Mereka hanya akan menjadi sebuah keburukan atas pilihannya sendiri. Atas kemauannya sendiri. Mereka sendiri yang akan mengingatkan jalan kehidupan mereka sendiri. Mereka mampu bila mereka mau”

 

4.     Daftar Pustaka

1)     Padmosoekotjo, S. Silsilah Wayang Purwa Mawa Carita Jilid II. Surabaya: CV Citra Jaya. 1981.

 

2)     Wibisana, Singgih, “Bahasa Pedalangan Gaya Surakarta (Sebuah Himbauan Penelitian)”, Makalah disampaikan dalam Rangka Penataran Para Dosen dan Pengajar Sekolah Menengah di Kampus UGM 5-8 Maret 1979.

 

3)     Y. Hadi, Sumandya, Sosiologi Tari. Yogyakarta: Pustaka Pelajar,2007. Narasu

Jumat, 26 Mei 2023

Hanoman

Ringkasan Cerita Anoman Duta

Anoman Duta adalah episode dalam lakon Ramayana. 

Kisahnya dimulai dengan ketika raja Alengka yaitu Prabu Dasamuka yang berhasil menculik Dewi Sinta istri Rama Wijaya dan dibawa ke kerajaan Alengka.

Sementara Rama Wijaya suami Dewi Sinta terus mencari istrinya yang hilang. Hingga akhirnya Prabu Sugriwa bersama bala tentara kera yaitu Anoman, Satabali, Susena dan Winata untuk menghadap Rama Wijaya di Gunung Malyawan. Dengan restu Rama Wijaya, Prabu Sugriwa dan bala tentara kera disuruh menjelajah semua tempat di kiblat empat mencari Dewi Sinta.

Sebelum berangkat, Rama Wijaya memberikan cincinnya agar Dewi Sinta percaya bahwa Anoman ternyata telah ditunjuk sebagai “duta”. Berangkatlah Anoman dengan perintah Rama Wijaya.

Perjalanan Anoman ke Alengka ternyata penuh hambatan. Mulanya ia berjumpa dengan Dewi Sayempraba dan para dayang raseksi, salah seorang istri Prabu Dasamuka. Anoman dirayu, dan diberi buah-buahan beracun. Akibatnya Anoman menjadi buta.

Untunglah Anoman ditolong oleh Sempati, seekor burung raksasa yang pernah dianiaya oleh Dasamuka. Berkat pertolongan Sempati, kebutaan Anoman dapat disembuhkan. Sehingga dapat sampai ke negeri Alengka.

Hanoman telah tiba di Negeri Alengka, dan langsung pergi ke Taman Argasoka bertemu dengan Dewi Sinta dengan membawa cincin pemberian Rama. Dewi Sinta menyerahkan tusuk kondenya sebagai bukti bahwa anoman telah menemukannya, serta memberikan pesan untuk disampaikan kepada Rama Wijaya, bahwa “Sinta masih tetap setia pada suaminya.”

Nah itulah Ringkasan Cerita Anoman Duta. 


Selasa, 23 Mei 2023

Dupa Kemenyan Madu Rangdilangit

Dupa Kemenyan Madu Rangdilangit adalah dupa terapi menggunakan serbuk kemenyan madu asli yang mampu memperbaiki kesehatan, membangkitkan semangat, gairah, menyegarkan serta meningkatkan jiwa dan proses penyembuhan serta sebagai pangraksa karang. 

Cara kerja Dupa Kemenyan Madu Rangdilangit:
Bau Kemenyan Madu berpengaruh langsung terhadap otak manusia, maka akan meningkatkan gelombang-gelombang alfa di dalam otak dan gelombang inilah yang membantu kita untuk merasa rileks. Atau meningkatkan gelombang beta otak kita sehingga dapat meningkatkan ketangkasan dan semangat positif.
Deskripsi AROMA TERAPI DUPA MENYAN MADU RANGDILANGIT
  • Dupa Kemenyan atau menyan diolah dari getah atau resin pohon dari familia Styracaceae. Di Indonesia sendiri, pohon yang menghasilkan getah yang diolah menjadi kemenyan biasa disebut dengan pohon kemenyan.
  • Kemenyan digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan pengawet dan campuran obat batuk, sedangkan dalam industri parfum sebagai bahan baku wewangian.
  • Kemenyan juga digunakan sebagai bahan obat yang dapat mencegah dan mengatasi infeksi kulit. Kemenyan memiliki efek antiinflamasi atau antiperadangan. Obat topikal dengan kandungan kemenyan dapat menghentikan pendarahan ringan pada kulit dan meredakan pembengkakan
  • Manfaat Dupa Kemenyan Madu Rangdilangit untuk Kesehatan :
  • 1. Menjaga kesehatan mulut
  • 2. Antiseptik
  • 3. Mencegah dan mengatasi infeksi kulit
  • 4. Gangguan saluran pernapasan
  • 5. Mengatasi perut kembung
  • 6. Aroma terapi

NB :
Untuk pengeraksa karang mohon rerajahan logo dupa dibakar di halaman rumah dengan tancapkan 5 batang dupa. 

Jumat, 19 Mei 2023

Upacara Adhi Diksita Munggah Bhawati

JRO MANGKU GDE KETUT UNTUNG YOGA dan JRO MANGKU ISTRI NI WAYAN SUSILA BAKTIASIH

Radite, Kliwon Tolu (18 Juni 2023) 
 
Proses Aguron-Guron para umat yang mengambil jalan ke-Panditaan (Brahmana) dalam hal ini perjalanan seorang sampai menjadi Pandita Mpu tidaklah mudah, karena melalui waktu dan proses batin yang panjang. Aguron-Aguron ini dimulai dari ”Eka Jati” dengan menjadi Pemangku (Pinandita), berlanjut menjadi Jro Mangku Gede, dan ketika sudah memenuhi syarat, maka dilanjutkan ”Diksa Ida Bhawati” yang berarti sudah dalam ”Rahim” sebelum lahir (Embas) menjadi Brahmana (Pandita)

Untuk meningkatkan status kepemangkuan yakni dari pemangku menjadi pandita, JRO MANGKU GDE KETUT UNTUNG YOGA dan JRO MANGKU ISTRI NI WAYAN SUSILA BAKTIASIH, Radite, Kliwon Tolu (18 Juni 2023)  melaksanakan upacara nyambung griya "Adhi Diksita Madeg Bhawati" Di Griya Asitha Sari Mengwi. 

Upacara Adhi Diksita Madeg Bhawati, nyurud ayu piodalan di Merajan Kapurusan Griya ASITHA Sari Mengwi. Hadir menyaksikan upacara tersebut PHDI Kabupaten Badung, MGPSSR Kecamatan Mengwi, para Kepala Wilayah baik dinas maupun lembaga adat, para pemangku, pandita serta warga setempat.  Upacara Adhi Diksita Madeg Bhawati tersebut salah satu rentetan upacara sebelum menjadi Pandita Mpu. Upacara Adhi Diksita Madeg Bhawati ini merupakan suatu upacara mati raga yang dilaksanakan  pemangku tersebut sebelum nantinya didiwijati untuk menjadi pandita.

“Prosesi upacara matiraga ini dilaksanakan selama kurang lebih 1 jam, dengan tujuan untuk membersihkan diri dari ikatan–ikatan keduniawian,” demikian diungkapkan oleh Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Yaksa Acharya Manuaba. Selain itu, setelah melalui upacara Adhi Disita Madeg Bhawati ini, para Jro Mangku yang diupacarai saat ini akan mengikuti pendalaman–pendalaman tentang Weda selama kurun waktu 6 bulan hingga 2 tahun, sebelum nantinya diupacarai kembali dengan prosesi upacara  dwijati untuk proses menjadi pandita. Disebutkan pula, upacara Adhi Diksita Madeg Bhawati ini terlaksana berkat dukungan dan partisipasi seluruh semeton, Keputusan, Panitia dan MGPSSR Kecamatan Mengwi.

Kegiatan upacara yang dilaksanakan saat ini sebagai dasar pelaksanaan untuk menjadi sulinggih. Dengan kegiatan ini diharapkan pula dapat meningkatkan rasa persatuan dari seluruh semeton. Sementara pada upacara Adhi Diksita Madeg Bawati yang dilaksanakan ini diawali dengan upacara melukat, selanjutnya para pemangku tersebut melaksanakan upacara mati raga untuk selanjutnya dilahirkan kembali dengan prosesi upacara seperti upacara kelahiran pada umumnya yang ditapak Nabe Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Yaksa Acharya Manuaba.

Dalam kehidupan manusia sesuai dengan ajaran sastra kita mengenal adanya empat tahapan hidup yang disebut Catur Asrama. Pada tahapan Wanaprasta dan Bhiksuka menjadi sangat spesipik karena sudah mengarah pada tingkat hidup untuk melepaskan keduniawian. Salah satunya adalah dengan meningkatkan diri dalam hal kesucian lahir dan bhatin.

Sebagai seorang yang sudah menjalankan dan memilih cara hidup menjadi orang suci tentu akan banyak sekali harus mengadaptasi kehidupan kepada jalan kemuliaan. Seorang Eka  jati terlebih lagi seorang yang sudah madeg bhawati dituntut untuk mengetahui dan harus selalu menjalankan swadharma dan sesana sebagai sebuah ketentuan disiplin. Seperti ajaran Tri Sila Parartha ( Asih, punia, bhakti ), Catur Parimita, Trikaya Parisudha Panca Yama dan Nyama Brata serta ikatan disiplin dalam kehidupan kerokhanian yang disebut dengan Catur Bandana Dharma yang meliputi : Amari Aran : bahwa yang bersangkutan wajib merubah namanya sebagai walaka dengan nama baru sebagaimana diberikan oleh Nabenya. Amari Sesana : bahwa yang bersangkutan harus maninggalkan tugas kewajibannya semula dan menggantikannya dengan sasana kawikon. Dalam hal ini seorang Eka jati/Ida Bhawati dibebaskan dari tugas kewajiban selaku warga masyarakat biasa. Amari Wesa : bahwa yang bersangkutan harus mengganti identitas dirinya dengan identitas Bhawati, misalnya tidak boleh lagi bercukur. Juga harus mengikuti disiplin penggunaan pakaian waktu upacara dan penggunaan pakain sehari-hari. Dan Umulahaken Kaguru Susrusan : bahwa yang bersangkutan harus melaksanakan dengan ketat, taat, dan patuh serta berdisiplin mengenai ajaran yang diberikan Nabe.


Selasa, 16 Mei 2023

Olah Pikir, Perasaan dan Perbuatan

Elingan "Pikiran, perasaan, dan perbuatan ternyata saling terhubung"

Pikiran kita adalah sebuah katalis untuk siklus yang terjadi di dalam diri kita. Apa yang kita pikirkan akan berpengaruh langsung terhadap apa yang kita rasakan dan kita ingin lakukan. 

Misalnya jika kita berpikir kita akan gagal maka kita akan merasakan kegagalan itu dan bertingkah seolah kita sudah gagal. Hal ini akan memperkuat keyakinan kita bahwa kita memang ditakdirkan untuk gagal. Bahkan ketika kita sukses kita akan menganggap itu sebagai keberuntungan semata.

Sebaliknya jika kita berpikir kita akan sukses, pikiran positif ini akan membuat kita optimis dan melakukan hal-hal yang produktif. Kesempatan kita untuk mencapai kesuksesan pun akan semakin tinggi.

#tubaba@griyangbang//olahpikir//olahperasaan//olahperbuatan#

Minggu, 14 Mei 2023

Tips kerja

TIPS & TRIK AMPUH UNTUK MEMBANGKITKAN SEMANGAT KERJA KARYAWAN KOPERASI MAHA DAKSA SANDHI
Persaingan bisnis di era modern kian ketat dan sengit. 

Koperasi KMDS yang ingin meningkatkan daya saing ataupun memenangkan kompetisi, tentu harus berbenah. Salah satu aspek yang krusial adalah kualitas sumber daya manusia. 

Jika karyawan KMDS tidak diberi suntikan semangat maka mereka pasti enggan memberi nilai lebih kepada Koperasi Maha DAKSA Sandhi.  

Oleh karena itu, manajer KMDS harus memotivasi sedemikian rupa agar karyawan mau memberikan kinerja terbaik yang mendukung pertumbuhan Koperasi KMDS. 

Namun demikian, manajer harus menghindari cara-cara yang bersifat memerintah atau memaksa.  

Buku ini berisi sejumlah tips praktis dan inspiratif bagi manajer untuk memotivasi karyawan di tempat kerja. 

Melalui buku ini, Anda akan memahami bahwa kinerja dan produktivitas karyawan dapat ditingkatkan tanpa melalui paksaan atau tekanan. 

Beragam cara santun dan sederhana yang dipadukan dengan teknik motivasi para karyawan Koperasi KMDS menjadikan buku ini wajib Anda kuasai guna melejitkan semangat kerja karyawan. 

Beberapa Point Penting yang Ada Dalam Buku ini :
🚩Mengakui dan Memuji Pencapaian Karyawan.
🚩Peduli terhadap Kesejahteraan Karyawan.
🚩Mendorong Penguasaan Keterampilan Baru.
🚩Membuat Jenjang Karier yang Jelas.
🚩Memperhatikan Keseimbangan Kerja, dll.