Jumat, 13 Desember 2024

Wanita Sebagai Tiang Keluarga

Wanita Hebat Sang Penyangga Rumah Tangga


Sebuah rumah jika tiang-tiang penyangganya tidak kuat, maka jika atapnya mendapatkan tekanan atau rumahnya mengalami goncangan maka rumah tersebut akan runtuh. Jika pria di ibaratkan sebagai kepala dalam firman Tuhan, maka dalam ilustrasi ini, pria di ibaratkan atap yang berfungsi sebagai pengayom dan pelindung. Namun jika istri yang berperan sebagai tiang tidak menjalankan fungsinya dengan baik, maka rumah tangga tersebut dapat hancur dengan mudahnya.


Peranan utama seorang wanita adalah menjadi pendukung suami ketika menghadapi masa-masa berat, dimana banyak guncangan terjadi. Namun pertama Anda harus mengenali dimana ia membutuhkan Anda. Saat ini banyak wanita terjebak dalam menemukan identitas diri mereka sendiri, dan hanya berasumsi tentang kebutuhan dan rasa aman yang dibutuhkan oleh sang suami. Anda harus memperhatikan suami Anda, menanyakan apa yang dibutuhkannya, dan melihat pada bagian mana dirinya membutuhkan Anda.


Dengan mengembangkan sikap percaya, mendukung dan memberikan dorongan pada suami Anda, maka Anda sedang berperan sebagai tiang yang kokoh dalam rumah tangga. Menjadi istri dan ibu rumah tangga yang bertanggung jawab, Anda telah mengambil peran dalam membantu suami Anda mencapai keberhasilan.
Ada pepatah yang berkata bahwa “Dibelakang setiap pria hebat ada wanita yang hebat.” 




Kamis, 12 Desember 2024

Miniatur KEHIDUPAN

SEKOLAH ADALAH MINIATUR KEHIDUPAN

Sekolah merupakan lembaga atau bangunan untuk siswa belajar dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru. Pembelajaran tersebut lebih sering dimaknai sebagai belajar tentang mata pelajaran. Namun secara lebih luas, sekolah adalah tempat belajar tentang kehidupan.

Dapat dikatakan bahwa sekolah merupakan miniatur kehidupan, karena di dalam sekolah anak-anak berinteraksi dengan teman-temannya, guru, tenaga kependidikan, tenaga kebersihan, petugas sekuriti, dan pedagang di kantin.
Bahkan dalam lingkup yang lebih kecil, di dalam kelas para siswa akan berinteraksi dengan teman-temannya yang berbeda kemampuan, latar belakang ekonomi, dan kebiasaannya di rumah. Jadi selain mereka belajar mata pelajaran, yang tidak kalah pentingnya adalah belajar agar mereka sukses sebagai individu dan juga mampu hidup bermasyarakat.

Selain menjadi cerdas, murid-murid juga perlu belajar untuk tangguh, mandiri, dan mampu bekerja sama. Sekolah perlu merancang kegiatan untuk pengembangan kemampuan tersebut muncul pada diri siswa.

Agar menjadi individu yang cerdas, siswa difasilitasi untuk memahami materi pelajaran dengan beragam sumber belajar, baik berupa tulisan, gambar visual, maupun suara. Informasi yang diperoleh saling dikaitkan, dihubungkan, dan disimpulkan sehingga siswa memiliki pemahaman yang utuh dan bermakna tentang informasi tersebut.
Siswa juga dilatih untuk menerapkan materi tersebut dalam konteks yang berbeda, dan menemukan solusi dari permasalahan yang ditemui menggunakan konsep-konsep dalam materi yang mereka pelajari.

Dalam bekerja dan bermasyarakat, ada kalanya seseorang akan menemui kesulitan dan tantangan. Maka di sekolah siswa belajar untuk mengelola hal tersebut dengan menyelesaikan tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru.

Pembelajaran berbasis projek jika dilaksanakan dengan baik oleh siswa akan menjadikan mereka tekun, fokus pada penyelesaian tugas, dan bekerja keras.

Fasilitasi beragam kegiatan siswa yang melibatkan masyarakat, juga merupakan pembelajaran yang berharga untuk memberikan bekal kepada siswa tentang kerja sama, saling membutuhkan antar sesama, berempati, dan membangun kepedulian.
Misalnya kegiatan berkunjung ke panti asuhan, sosialisasi kepada masyarakat umum, atau kegiatan lain yang melibatkan masyarakat. Sejak siswa memasuki area sekolahnya, semua kegiatan yang dilakukan oleh siswa di sekolah adalah dalam rangka belajar untuk mempersiapkan dirinya sebagai individu dan anggota masyarakat yang beradab, berkualitas, dan berbudaya. 

Minggu, 08 Desember 2024

Dulang Mangap

Dulang Mangap Kota Denpasar ngelungsur restu majeng Ida Sinuhun Putri, dumogi sami rahayu shanti

Manut baos Ida Sinuhun Putri, Dulang Mangap itu sebuah organisasi pasemetonan yang menggambarkan sistem kebersamaan, toleransi menghargai yang lebih tua dan keberlanjutan hidup bagi generasi penerus. 

Dulang = Tempat
Mangap = Terbuka untuk umum dan tajam segala hal.

Filosofi yang terkandung dalam logo Dulang Mangap mengajarkan makna kebersamaan, kerukuran, persatuan, kesetaraan, toleransi, dan rasa syukur serta tetap ngayah. 

Ngayah adalah kewajiban sosial masyarakat Bali sebagai penerapan ajaran karma marga yang dilaksanakan secara gotong royong dengan hati yang tulus ikhlas. 

Secara etimologi kata ngayah berasal dari asal kata “ayah, ayahan, pengayah, ngayahang” (yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya dalam sebuah kesatuan). 

Konsep ngayah ini 3 serupa tapi tidak sama dengan konsep ngopin, nguopin atau ngaopin. Konsep nguopin adalah kegiatan yang berada dalam skala yang lebih kecil, seperti di lingkungan keluarga dan rumah tangga, dan hubungannya ditujukan pada kehidupan horizontal (antar sesama), sedangkan ngayah berada dalam skala yang lebih besar dan tradisi ngayah ini biasanya ditujukan pada hubungan vertikal dengan Tuhan. Seperti ngayah di tempat suci atau Pura.

Ngayah sebagai konsep Dulang Mangap dengan gotong royong merupakan salah satu kearifan lokal di Bali dalam membangun kebersamaan dan menguatkan kesatuan umat Hindu di Bali. 

Hampir setiap waktu, segala kegiatan yang berorientasi pada peningkatan empati dan toleransi umat Hindu di Bali berdasarkan pada konsep Tri Hita Karana. Tri Hita Karana terdiri dari Parahyangan, Pawongan dan Palemahan.

#idasinuhunputri@griyangbang//sampunangsurudsurudngayah#
#ayahinkawitanne#
#ayahinbhisamane#
#ayahinsemetonne#
#satmakangayahinpadewekanne//pinakasasanane#

Sabtu, 07 Desember 2024

Sesayut Pawintenan Tapak Gana

SESAYUT SYAMANI LOKA (Sesayut puniki ka-atur ring Ida Bhatara Gana rikala Ngelungsur Pawintenan Tapak Gana) 

Medasar antuk dulang, duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane medaging tumpeng ageng 1, tumpeng alit 4, tumpenge sane gede magenah ring tengah kaiter antuk tumpenge alit, muncuk tumpenge sane gede medaging minyak mwah sigi (Damar taluh), tulung 2, sedah woh, sesangan sarwa galahan, raka-raka sejangkep nyane, ulam nyane sakasiddhan, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan Nagasari, canang Pahyasan.


TATEBASAN DHARMANING ANGKEB SARI 
(Sesayut puniki ka-anggen rikala Upacara Pangekeban taler ring Pawintenan) .

Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dagingin nasi putih maklongkong 1, nasi barak maklongkong asiki, nasi kuning maklongkong asiki, nasi selem maklongkong asiki, medaging kojong rangkadan padha soang-soang tumpeng/nasi, ring soang-soang nasi macongger antuk padang derman miwah don nagasari, uyah atakir, sedhah woh, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit (tahenan) 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan tatebus manut warnaning nasi.

SESAYUT DASA PAGEH
(Sesayut puniki ka-anggen rikala manusa yadnya, rikala mapangidep hati.) 
Medasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane dgingin nasi tumpeng ngede 1, ulam nyane lalada ayam utawi bebek wenang, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit ( tahenan ) 1, pras alit 1, Sampyan Nagasari, Canang pahyasan.

ITI SESAYUT PANGGALANG HATI (Sesayut puniki kemargiang ri kala pawintenan) 
Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk aled sesayut, duwur nyane susunin antuk penek bolong, maulam atin ayam mawilahan, bubuh pelasa atakir, byaung buluh atakir, nasi masisir atakir, nasi wedya misi unti atakir, sesanganan, raka-raka sejangkep nyane, penyeneng alit 1, pras alit 1, sampyan nagasari, canang pahyasan.

ITI SESAYUT PASUPATI
Madasar antuk dulang duwur nyane susunin antuk beras barak, tampelan 9, duwur nyane susunin aled sesayut, duwur nyane susunin antuk nasi tumpeng barak ageng 1, maiter antuk tumpeng barak alit 9, maiter antuk sekar pucuk bang 9 katih, ring muncuk tumpenge tancebin sekar pucuk bang akatih, dhupa 9 katih, katipat bagia, katipat pandawa, sami padha 9 bungkul, kawangen 9, raka manggis, buluan, salak, leci, pisang udang, tulung alit 9, tulung urip 9, sampyan nagasari 9, rantasan barak, penyeneng alit 1, pras alit 1, canang burat wangi lenga wangi, canang gantal, canang pahyasan, ulam itik bang maguling maurat jinah 9 keteng.


SESAYUT LABA MERAJAH (anggen ring pawintenan utawi matatah ring pangekeban)

Medasar antuk aled kulit sesayut, medaging nasi / sekul kuning apasang mawadah tangkih busung masibeh, maulam jangan paku, manut uripan dine / sapta wara . Tetandingan nyane pepek sekadi tetandingan sesayut, raka woh-wohan saka wenang, penyeneng alit asiki, peras alit asiki, peras alit asiki, canang pahyasan, sampyan nagasari."

Jumat, 06 Desember 2024

Artikel Samkhya Darsana

KATA PENGANTAR

Om swastyastu,
Puji syukur penulis ucapakan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas asung kerta wara nugraha-Nya lah penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Samkhya Darsana” ini dengan tepat waktu.
Demikian penyusunan makalah ini dan penulis yakin bahwa masih banyak kekurangan didalamnya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi sepurnanya makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om

BAB I
PENDAHULUAN

 1.1. Latar Belakang
Di India ada Sembilan aliran filsafat yang semuanya memiliki konsep yang berbeda dalam mencapai tujuan akhir. Tujuan akhir yang ingin dicapai ialah kelepasan atau kebahagiaan yang tertinggi. Kesembilan aliran filsafat itu dibagi atas dua kelompok yaitu Astika dan Nastika. Kelompok Astika adalah kelompok filsafat yang mengakui kewenangan atau otoritas dari Veda. Salah satu bagian dari kelompok Astika ialah Samkhya Darsana. Untuk mengetahui metafisika, epistimologi, etika serta pemahaman yang lebih mendalam mengenai Samkhya Darsana, maka penulis menyusun makalah ini guna menyediakan informasi dan wawasan mengenai Samkhya Darsana.
  
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latarbelakang diatas, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
Bagaimana pengertian dan pemahaman Samkhya Darsana?
Siapa pendiri serta darimana sumber ajaran Samkhya Darsana?
Bagaimana metafisika dan etika dalam Samkhya Darsana?
Apakah yang menjadi tujuan akhir ajaran Samkhya?


1.3. Tujuan
Penulisan makalah “Samkhya Darsana” ini memiliki tujuan sebagai berikut:
Memahami dan menjelaskan tentang Samkhya Darsana.
Menjelaskan tentang pandangan Samkhya terhadap Makrokosmos dan Mikrokosmos.
Memahami aspek metafisika, serta etika Samkhya.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Samkhya
Samkhya adalah salah satu sistem filsafat India yang mengakui Veda sebagai otoritas tertinggi. Oleh sebab itu Samkhya dikelompokkan kedalam Astika (ortodok). Jika dilihat dari bentuk katanya, Samkhya berasal dari dua urat kata yaitu “Sam” dan “Khya”. Sam diartikan sebagai bersama-sama dan Khya diartikan sebagai bilangan, jadi secara harfiah Samkhya berarti bilangan bersama-sama. Kata Samkhya digunakan dalam Sruti dan Smerti, dimana masing-masing digunakan dalam pengertian pengetahuan dan tindakan, sehingga kata Samkhya ini juga memiliki arti pengetahuan yang benar. Perkataan Samkhya juga berarti pengetahuan yang sempurna, yang dimaksud adalah filsafat tentang sesuatu yang memberi pelajaran untuk mengenal diri sendiri secara metafisik. Istilah Samkhya juga dipergunakan dalam pengertian Vicara, yaitu perenungan filosofis.

2.2. Pemahaman Samkhya
Ajaran Samkhya disebut realistis, dualistis dan pluralitas. Disebut relistis karena mengakui realitas dunia ini yang bebas dari roh. Disebut dualistis karena prinsip ajarannya ada dua realitas yang berdiri sendiri saling bertentangan dan dapat dipadukan, yaitu purusa dan prakerti. Dan Samkhya disebut plurslisme karena mengajarkan bahwa purusa itu beranak sekali.
Dalam Sarva Darsana Samgraha, yaitu suatu system filsafat Hindu mengatakan kata Samkhya (sankhya) itu artinya adalah jumlah. Dan sistem ini memberikan 25 prinsip terjadinya alam semesta setelah dua asas yaitu purusa dan prakerti sehingga berkembanglah sebagai penyusun alam semesta dan tubuh manusia itu sendiri. 25 prinsip (tattwas) yang diberikan oleh Samkhya Darsana.
            Ajaran pokok dari Samkhya adalah adanya dua realitas asasi yaitu Purusa dan Pekerti atau asas kejiwaan dan asas kebendaan yang merupakan asal mula dari segala sesuatu. Dalam Samkhya Darsana menggunakan tiga sistem pembuktian yang disebut dengan Tri Pramana, yaitu : Pratyaksa pramana (pengamatan), Anumana pramana (penyimpulan) dan Apta wakya (benar, sesuai dengan Veda dan guru yang mendapatkan wahyu). Sedangkan pengamatan ada dua, yaitu Nirwikalpa dan Sawikalpa. Nirwikalpa adalah pengamatan yang tidak menentukan yang ada hanya pengenalan objek sebagai sesuatu bukan sebagai benda yang jelas identitasnya. Sedangkan sawikalpa adallah pengamatan yang menentukan ia merupakan hasil analisis sintesis dan interprestasi alam pikiran.

2.3. Pendiri Ajaran Samkhya
Sistem ajaran Samkhya ini dicetuskan oleh Maha Rsi Kapila. Rsi Kapila ini lahir dari ibu yang bernama Devahuti dan ayahnya adalah Kardama. Dari ibunyalah Rsi Kapila ini mendapatkan ajaran-ajaran filsafat, dan apa yang menjadi konsep system ini ditulis dalam sebuah buku Samkhya Sutra. Rsi Kapila sering dipanggil dengan sebutan Rsi Kapila Muni, dikatakan sebagai Putra Brahma dan Avatara Visnu.

2.4. Sumber Ajaran Samkhya
Meskipun Samkhya kadangkala dikatakan sebagai ajaran yang bersifat atheistik namun Samkhya menggunakan Veda sebagai otoritas tertingginya. Samkhya menggunakan Veda sebagai dasar pengembangan kebenaran Hindu. Selain Veda, Samkhya juga menggunakan Chandogya Upanisad, Prashna Upanisad, Katha Upanisad, dan Svetasvatara Upanisad. Dan yang tidak kalah penting dalam ajaran Samkhya adalah Mahabharata yang termuat dalam kitab Bhagawadgita.

2.5 Tujuan Akhir Ajaran Samkhya
Tujuan akhir dari Ajaran Samkhya adalah kelepasan. Kelepasan dapat dicapai oleh seseorang bila orang tersebut menyadari bahwa purusa tidak sama dengan alam pikiran, perasaan, dan badan jasmani. Bila seseoarng belum menyadari hal itu, maka ia tidak akan dapat mencapai kelepasan, akibatnya ia mengalami kelahiran yang berulang-ulang. Jalan untuk mencapai kelaepasan adalah melalui pengetahuan yang benar, latihan kerohanian yang terus menerus, merealisasikan perbedaan purusa dan prakerti serta cinta kasih terhadap semua makhluk. Dengan demikian samkhya menekankan pada jalan jnana dalam wujud wiweka dan kebijaksanaan untuk melepaskan purusa dari jebakan prakerti.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
Samkhya berasal dari dua urat kata yaitu “Sam” dan “Khya”. Sam diartikan sebagai bersama-sama dan Khya diartikan sebagai bilangan, jadi secara harfiah Samkhya berarti bilangan bersama-sama.
Samkya memiliki tiga sifat yang mendalam yaitu dualistis, realistis dan pluralistis.
Sistem ajaran Samkhya dicetuskan oleh Maha Rsi Kapila.
Samkhya menggunakan Veda sebagai dasar pengembangan kebenaran Hindu. Selain Veda, Samkhya juga menggunakan Chandogya Upanisad, Prashna Upanisad, Katha Upanisad, dan Svetasvatara Upanisad. Dan yang tidak kalah penting dalam ajaran Samkhya adalah Mahabharata yang termuat dalam kitab Bhagawadgita.
Ajaran Samkhya secara metafisis mengemukakan pokok-pokok ajaran purusa, prakerti,tri guna,penciptaan alam semesta dan atheistik.
Dalam konsep samkhya, manusia yang lahir di dunia, terikat oleh penderitaan (dukha) yang berjumlah tiga, yaitu : 1). Adhyatmika : penderitaan yang disebabkan oleh penyebab psiko-fisika intra organik yang mencakup semua penderitaan fisik dan mental, 2). Adhidaiwika : penderitaan yang disebabkan oleh penyebab super natural, 3). Adhibhautika : penderitaan yang disebabkan penyebab alam ekstra organik seperti manusia atau binatang.
Tujuan akhir dari Ajaran Samkhya adalah kelepasan.

3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini semoga para pembaca dapat mengembangkan sekaligus menambah wawasan tentang Samkhya darsana dan tentunya dapat menyusun makalah yang lebih baik dari makalah yang kami buat.

DAFTAR PUSTAKA

https://witriblog.wordpress.com/2015/12/05/samkhya-darsana/

Kamis, 05 Desember 2024

Benang Tridatu

Teologi Benang Tridatu
Putih=Iswara=arah Timur=urip 5=sanjata Badjra= Angilangaken sarwa Klesa=aksara Sang=ngaran Bapa. 

Merah=Brahma=arah Selatan=urip 9=sanjata Gada=Angilangaken sarwa satru=aksara Bang=naran meme. 

Pertemuan Warna Putih dan Merah dengan komposisi yang sama melahirkan kita dengan warna Hitam= Wisnu=arah Utara= urip 4=sanjata Cakra=Angilangaken sarwa Satru=aksara Ang. 

Mantra Benang Tridatu:
Megah Apa Witra. 

Mengikatkan Benang Tridatu:
Om Apo Jyotir, 
Rasa Sukam, 
Brahma Resi Kristu. 

Pemahaman remaja hindu sebagai berikut: a. Tri datu Sebagai identitas orang bali, b. Sebagai perlindungan dari Tuhan c. Tri datu merupakan Benang tiga warna.Adapun nilai religius yang terkandung dalam penggunaan benang Tri datu seperti: a. Ketaatan dalam sembahyang. b. berperilaku baik dan sopan santun. c. Merasa tenang dan lebih nyaman

Minggu, 01 Desember 2024

Pelaksanaan Penialain Sumatif Akhir Semester (SAS) untuk Siswa-siswi SMPN 4 Abiansemal semeter ganjil Tahun Pelajaran 2024 – 2025.

SAS merupakan salah satu bentuk evaluasi yang dilakukan oleh SMPN 4 Abiansemal dengan tujuan untuk mengetahui daya serap peserta didik pada semua kompetensi dasar yang telah dijalani. Selain itu evaluasi ini dapat mengukur keberhasilan materi yang telah disampaikan pendidik pada proses Kegiatan Belajar Mengajar selama 1 semester. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi bahan tindak lanjut bagi pendidik untuk meneruskan, mengulang, memberi perbaikan (remedial) atau bahkan memberikan pengayaan baik secara klasikal maupun individual. Dari hasil analisis tersebut pendidik dapat mengevaluasi program pengajaran yang telah dilaksanakan dan membuat rencana pengajaran yang berkesinambungan.


SAS menggunakan Computer Based Test (CBT) dan smartphone dengan aplikasi exambrowser (pengunci layar). Penggunaan Exambrowser ini bertujuan untuk mendidik peserta didik menjadi lebih jujur dan lebih mandiri dalam melaksanakan SAS. Selain itu, dengan adanya Exambrowser ini memperkecil kemungkinan para peserta didik melakukan kecurangan pada saat SAS yang dimulai pada hari Senin (2/12/2024) dan berakhir pada Jum’at (06/12/2024). Penilaian ini diikuti oleh seluruh peserta didik SMPN 4 Abiansemal.


Sebelum Ujian dimulai peserta didik dikumpulkan di lapangan SMPN 4 Abiansemal untuk mendengarkan sambutan, pemberian motivasi sekaligus pembukaan pelaksanaan SAS oleh Kepala SMPN 4 Abiansemal. Dalam pengarahan tersebut, Kepala Sekolah, bapak I Made Antara. menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama panitia dalam pelaksanaan SAS, diharapkan kegiatan ini berjalan dengan sangat efektif tanpa ada kendala yang berarti hingga ujian mampu diselesaikan nantinya dengan baik, dan kepada peserta didik beliau juga menyampaikan agar mengerjakan ujian dengan cermat, teliti, dan jangan terburu-buru, serta utamakan kejujuran dalam pelaksanaan ujian. Di akhir sambutan, beliau juga mengingatkan kepada peserta didik untuk memohon restu kepada orang tua dan guru. Di samping itu, tetap berdoa dan jangan lupa sarapan.


Setelah dibuka secara resmi oleh Kepala SMPN 4 Abiansemal, Kepala Sekolah meninjau secara langsung pelaksanaan SAS ke seluruh ruang Ujian.